JAKARTA - Bangunan bernuansa Jawa ini menawarkan suasana yang berbeda. Selain menghadirkan sejumlah ruang dengan furnitur kayu dan dekorasi tradisional, tempat tersebut juga memiliki joglo, pendopo, hingga pemandangan Pangrango.
Suasana tradisional langsung terasa dari berbagai elemen yang digunakan. Kayu menjadi salah satu material yang cukup dominan, termasuk pada bagian dinding dan sejumlah furnitur berukuran besar.
Di salah satu area, terdapat pendopo yang dilengkapi berbagai perabot kayu. Keberadaan patung loro blonyo turut memperkuat karakter Jawa pada ruangan tersebut.
Pendopo itu menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Ukurannya cukup luas dengan furnitur yang memberikan kesan klasik. Area tersebut juga menjadi bagian dari keseluruhan bangunan yang mengandalkan suasana tradisional.
Tidak hanya pendopo, terdapat pula joglo dengan teras atau balkon yang cukup besar. Dari area ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan ke arah Pangrango.
Pemandangan tersebut semakin terasa berbeda setelah hujan. Kabut terlihat menyelimuti kawasan pegunungan sehingga suasana di sekitar bangunan menjadi lebih sejuk.
Kondisi udara di tempat tersebut juga menjadi salah satu hal yang disebutkan dalam tur. Tidak tersedia pendingin udara atau AC di sejumlah ruangan. Meski begitu, suasananya tetap terasa dingin.
Bahkan sekitar pukul 10.00, orang yang berada di dalam ruangan masih menggunakan selimut. Kondisi ini menunjukkan bagaimana suasana alami di sekitar bangunan turut menjadi bagian dari pengalaman berada di tempat tersebut.
Ada Ruang Karaoke hingga Kamar
Meski mengusung nuansa tradisional, fasilitas yang tersedia cukup beragam. Salah satunya adalah ruang karaoke yang dilengkapi sofa sehingga dapat digunakan untuk bersantai.
Baca Juga: 3 Hotel Bintang Lima di Jakarta, Jogja, dan Bali Mana yang Paling Unggul?
Dekorasi ruang karaoke juga tidak dibuat modern sepenuhnya. Sebuah sepeda tua terlihat digantung sebagai elemen dekorasi. Di area lainnya terdapat sejumlah motor lama yang turut menjadi bagian dari tampilan ruangan.
Ada pula bale-bale kayu yang dilengkapi kasur. Area ini memberikan pilihan tempat untuk duduk atau beristirahat dengan suasana yang lebih santai.
Bangunan tersebut juga memiliki area makan dan dapur. Kehadiran fasilitas tersebut membuat aktivitas di dalam kompleks tidak hanya terpusat pada satu ruangan.
Beberapa kamar juga tersedia dan masing-masing dilengkapi kamar mandi. Hal itu membuat bagian bangunan terasa lebih lengkap untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan.
Selain area untuk bersantai, tersedia ruang berukuran cukup besar yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Ruangan tersebut disebut bisa dimanfaatkan untuk pertemuan, acara pernikahan, maupun kegiatan lainnya.
Suasana Tradisional Jadi Daya Tarik
Kekuatan utama tempat ini bukan hanya terletak pada fasilitas, tetapi juga pada suasananya. Perpaduan bangunan kayu, pendopo, joglo, furnitur tradisional, serta loro blonyo menciptakan karakter yang kuat.
Baca Juga: 3 Hotel Bintang Lima Ini Punya Pengalaman Menginap Berbeda, Mana yang Terbaik?
Pemandangan Pangrango menjadi pelengkap yang membuat suasana semakin menonjol. Terlebih ketika cuaca berubah setelah hujan dan kabut mulai muncul di kawasan pegunungan.
Konsep seperti ini membuat berbagai ruang memiliki karakter berbeda. Ada area yang dapat digunakan untuk berkumpul, ruang karaoke untuk hiburan, kamar untuk beristirahat, hingga ruang multifungsi untuk kegiatan yang lebih besar.
Di sisi lain, penggunaan elemen tradisional tetap terasa dominan. Furnitur kayu berukuran besar, dinding kayu, serta bentuk bangunan seperti joglo dan pendopo menjadi bagian yang menyatukan keseluruhan konsep.
Tur tersebut juga menunjukkan beberapa bagian bangunan secara lebih dekat, termasuk fasilitas dan ruang-ruang yang tersedia. Informasi lebih lanjut mengenai tempat tersebut disebut dapat dilihat melalui brosur yang ditunjukkan dalam video.
Dengan kombinasi bangunan bernuansa Jawa, fasilitas yang beragam, serta pemandangan Pangrango, tempat ini menawarkan pengalaman yang menggabungkan suasana tradisional dengan kebutuhan ruang untuk bersantai maupun menggelar kegiatan.
Editor : M. Helmi Nurhisam