Rumah Arsitek Muda di Jakarta Timur Dibangun Bertahap, Selesai Lebih dari Setahun

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 18:30 WIB
Rumah arsitek muda di Jakarta Timur dibangun bertahap dari tanah kosong. Hunian dua lantai ini mengusung konsep kontemporer tropis.(pinterest)
Rumah arsitek muda di Jakarta Timur dibangun bertahap dari tanah kosong. Hunian dua lantai ini mengusung konsep kontemporer tropis.(pinterest)

JAKARTA - Rumah arsitek muda di Jakarta Timur ini menjadi hasil dari proses panjang yang dibangun secara bertahap. Berdiri di atas lahan 7 x 17 meter dengan luas bangunan 176 meter persegi, rumah dua lantai tersebut dibangun dari tanah kosong menggunakan hasil menabung dari pekerjaan sang pemilik sebagai arsitek dan kontraktor.

Rumah tersebut dirancang sendiri oleh pemiliknya bersama sang istri. Konsep yang dipilih adalah kontemporer dengan pendekatan tropis. Bentuk bangunan dibuat atraktif, termasuk bagian atap yang dibuat saling menekuk sehingga menghasilkan tampilan yang dinamis.

Pemilik rumah mengatakan dirinya memang menyukai desain yang tidak selalu lurus. Menurutnya, gaya kontemporer memberikan ruang untuk bereksperimen dan menghasilkan bangunan yang lebih ekspresif.

Salah satu bagian yang cukup menonjol adalah balkon yang dibuat miring. Desain tersebut bukan semata-mata untuk estetika. Posisi balkon dipertimbangkan berdasarkan kondisi lalu lintas di sekitar rumah.

Sisi kiri rumah dinilai lebih ramai karena mengarah ke jalan boulevard. Karena itu, balkon diarahkan ke sisi yang berbeda agar penghuni mendapatkan privasi lebih baik ketika berada di area tersebut.

Rumah juga dibuat dengan bagian depan yang cukup masif. Meski demikian, cahaya matahari tetap dapat masuk karena rumah menghadap ke timur.

Dibangun dari Tanah Kosong

Berbeda dengan proyek rumah klien yang biasanya dapat dikerjakan dalam waktu lebih singkat, pembangunan rumah pribadi ini dilakukan secara perlahan. Pemilik tidak langsung menyelesaikan seluruh bagian rumah karena menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

Baca Juga: Hotel Unik di Jogja dengan Konsep Greenhouse, Ada Kolam Renang di Tengah Area Hijau

Pembangunan dimulai pada Juli 2023. Pekerjaan sipil selesai pada Juli 2024, tetapi sejumlah bagian interior dan finishing masih dikerjakan setelahnya. Dapur mulai digunakan sekitar akhir Oktober, sedangkan beberapa bagian rumah masih dalam tahap penyelesaian ketika proses home tour berlangsung.

Keputusan membangun secara bertahap diambil karena tabungan yang tersedia pada awal pembangunan belum mencukupi seluruh kebutuhan. Pemilik memilih mulai membangun meski dana yang terkumpul baru sekitar 40 persen dari perkiraan anggaran.

Pertimbangannya, pembangunan ditunda terlalu lama juga berisiko menghadapi kenaikan harga material. Karena itu, proses pembangunan berjalan mengikuti kemampuan keuangan dan rezeki yang tersedia.

Di dalam rumah, konsep open plan diterapkan dengan jumlah sekat yang minim. Bukaan dibuat cukup banyak agar suasana ruang tetap terasa terbuka.

Salah satu eksperimen yang diterapkan adalah penggunaan voice command untuk mengontrol sejumlah perangkat rumah. Pemilik bahkan mendemonstrasikan perintah suara untuk mengatur perangkat di rumah.

Area courtyard atau inner court menjadi salah satu ruang favorit pemilik. Ruang terbuka ini dibuat karena sang arsitek memang terbiasa bekerja di luar ruangan.

Dengan adanya inner court, ia tidak perlu selalu keluar rumah untuk mencari suasana outdoor ketika bekerja. Area tersebut juga dilengkapi colokan sehingga dapat digunakan sebagai tempat bekerja sambil menemani istrinya memasak.

Rumah Sekaligus Portofolio

Dapur menjadi salah satu bagian yang dirancang berdasarkan permintaan sang istri. Area tersebut dibuat cukup besar dan menggunakan konsep open kitchen.

Baca Juga: 6 Hotel Murah di Surabaya Mulai Rp80 Ribuan, Ada yang Dekat Terminal dan Kampus

Island table berfungsi ganda sebagai meja dapur sekaligus tempat bekerja. Rumah juga kerap digunakan untuk menerima klien.

Bagi pemilik, rumah pribadi bukan hanya tempat tinggal. Hunian tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menunjukkan hasil karya, kualitas finishing, dan material kepada calon klien.

Ia mengaku masih berusia 29 tahun sehingga membangun kepercayaan dengan klien menjadi salah satu hal penting. Dengan mengajak klien datang langsung, mereka dapat melihat hasil pekerjaan secara nyata.

Beberapa area rumah juga dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang. Kamar di lantai bawah, misalnya, disiapkan sebagai kamar tamu sekaligus kemungkinan tempat tinggal orang tua pada masa mendatang.

Di lantai dua terdapat kamar anak yang untuk sementara digunakan sebagai ruang olahraga. Kamar tersebut dirancang agar tetap dapat digunakan hingga anak beranjak dewasa.

Kamar utama juga memiliki akses menuju inner court. Bukaan dan jendela dirancang agar cahaya pagi dapat masuk sehingga pemilik dapat terbangun secara alami.

Rumah ini pada akhirnya menjadi gambaran perjalanan pemilik dalam membangun hunian impian. Tidak semuanya selesai dalam satu waktu. Interior, dapur, kamar, hingga detail lainnya dikerjakan mengikuti kemampuan dan prioritas.

Proses tersebut membuat rumah arsitek muda ini tidak hanya menjadi karya desain, tetapi juga bagian dari perjalanan membangun kehidupan bersama keluarga.

Editor : M. Helmi Nurhisam
rumah arsitek muda rumah Jakarta Timur rumah kontemporer inner court rumah tropis