JAKARTA - Rumah arsitek muda Rian dibangun dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih menunggu tabungan terkumpul sesuai kebutuhan, Rian dan istrinya, Dela, memilih memulai pembangunan ketika dana yang tersedia baru sekitar 40 persen dari perkiraan anggaran.
Keputusan itu diambil karena keduanya khawatir harga material terus berubah jika pembangunan ditunda terlalu lama. Dari sana, rumah dua lantai tersebut dikerjakan secara bertahap mengikuti kemampuan finansial mereka.
Rian yang kini berusia 29 tahun merupakan seorang arsitek sekaligus kontraktor. Rumah tersebut dirancang sendiri olehnya dengan konsep kontemporer tropis. Berdiri di atas lahan 7 x 17 meter, bangunan memiliki luas sekitar 176 meter persegi.
Pembangunan dimulai pada Juli 2023. Pekerjaan sipil selesai sekitar Juli 2024, sedangkan sejumlah pekerjaan interior dan finishing masih dilakukan setelahnya. Bahkan, dapur baru dikerjakan sekitar akhir Oktober.
Pada masa awal pembangunan, Rian dan Dela juga sempat menempati bagian rumah yang belum selesai. Mereka tidur di kamar yang nantinya dipersiapkan sebagai kamar anak, menggunakan kasur yang diletakkan di atas karpet.
Bagi Rian, pembangunan bertahap tersebut bukan sekadar persoalan biaya. Rumah itu sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana sebuah desain bisa diwujudkan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Mengandalkan Desain untuk Ruang yang Terbuka
Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah inner court di tengah rumah. Area terbuka sekitar 2,5 meter tersebut dibuat tanpa atap sehingga terhubung langsung dengan langit.
Baca Juga: 10 Hotel Murah di Surabaya dengan Harga Jelas Nyaman di Kantong
Inner court berfungsi sebagai sumber cahaya dan sirkulasi udara. Area ini juga menjadi tempat Rian bekerja dari rumah. Ia menyiapkan stop kontak sehingga pekerjaan tetap bisa dilakukan di ruang terbuka sambil menemani istrinya memasak.
Konsep terbuka tersebut sesuai dengan kebiasaan Rian yang lebih menyukai suasana luar ruang. Karena itu, rumah dirancang agar tidak terasa seperti bangunan tertutup pada umumnya.
Ruang dalam juga dibuat minim sekat. Pintu utama dan sejumlah panel besar dapat dibuka sehingga beberapa area rumah terasa menyatu ketika digunakan untuk berkumpul bersama keluarga.
Dapur menjadi salah satu ruang yang sengaja dibuat terbuka. Dela menginginkan area memasak yang cukup luas dan nyaman. Meja island kemudian memiliki fungsi ganda, yakni sebagai tempat bekerja sekaligus area berdiskusi dengan klien.
Rian bahkan beberapa kali membawa klien ke rumah tersebut untuk memperlihatkan langsung hasil pekerjaannya, mulai dari finishing, material hingga kualitas pengerjaan.
Rumah Sekaligus Portofolio
Sebagai arsitek sekaligus kontraktor, Rian menjadikan rumah pribadinya sebagai bagian dari proses membangun kepercayaan dengan calon klien.
Baca Juga: 7 Hotel Mewah di Jakarta yang Tawarkan Pengalaman Menginap Berkelas
Menurutnya, usia yang masih 29 tahun membuat kepercayaan menjadi hal penting. Dengan membawa klien melihat rumah secara langsung, ia dapat menunjukkan bagaimana konsep desain diterapkan hingga tahap pembangunan.
Bagian fasad rumah dibuat cukup masif. Balkon di lantai atas juga dibuat miring ke salah satu sisi. Bentuk tersebut dirancang untuk mengurangi paparan dari sisi jalan yang lebih ramai sekaligus memberikan privasi.
Konsep serupa diterapkan pada bagian dalam. Kamar utama menghadap ke arah timur sehingga cahaya pagi dapat masuk secara alami. Tirai biasanya dibiarkan terbuka agar sinar matahari pagi membangunkan penghuni.
Rumah ini juga memiliki tiga ruang di lantai atas, yaitu kamar yang dipersiapkan untuk anak, ruang olahraga atau multifungsi, serta kamar utama. Ruang olahraga tersebut nantinya masih memungkinkan diubah menjadi ruang kerja.
Meski dibangun secara bertahap, Rian dan Dela tetap mempertahankan konsep visual yang konsisten. Dela menginginkan rumah yang tidak terlalu feminin dengan dominasi warna abu-abu, cokelat, dan sedikit putih.
Prinsip yang digunakan sederhana, yakni “less is more”. Karena itu, sejumlah elemen penyimpanan dibuat menyatu dengan dinding agar tidak membuat ruangan terlihat penuh.
Rumah arsitek muda tersebut akhirnya bukan hanya menjadi tempat tinggal. Bangunan ini menjadi hasil eksperimen desain Rian sekaligus ruang yang menunjukkan bagaimana kebutuhan, kondisi finansial, dan gagasan arsitektur dapat berjalan bersama dalam proses pembangunan.
Editor : M. Helmi Nurhisam