JAKARTA - Rumah 50 jutaan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan hunian sederhana dengan lahan yang tidak terlalu luas. Memiliki ukuran bangunan 4,5 x 8 meter di atas lahan 7 x 9 meter, rumah satu lantai tersebut dilengkapi dua kamar tidur dan dua kamar mandi.
Konsep rumah dibuat sesederhana mungkin dari sisi konstruksi. Tujuannya agar rancangan tersebut mudah dipahami dan bisa menjadi referensi bagi masyarakat yang ingin membangun hunian dengan anggaran terbatas.
Dalam video, proses pembangunan dijelaskan berdasarkan tahapan pekerjaan beserta estimasi biaya masing-masing. Mulai dari pekerjaan tanah dan pondasi, struktur beton, dinding, plafon hingga atap.
Pekerjaan galian tanah sedalam 60 sentimeter memiliki estimasi biaya Rp685 ribu. Pondasi menggunakan batako dengan volume 7,4 meter kubik senilai Rp6,2 juta. Untuk saluran, digunakan pipa 3D dengan biaya Rp500 ribu.
Selanjutnya terdapat slop beton bertulang berukuran 15 x 20 sentimeter dengan volume 0,93 meter kubik. Pekerjaan ini diperkirakan membutuhkan biaya Rp2,75 juta. Material besi yang digunakan terdiri atas besi pokok 8 milimeter dan sengkang 6 milimeter.
Kolom rumah menggunakan ukuran 15 x 15 sentimeter. Pada bagian depan dan belakang, ketinggiannya mencapai 2,5 meter. Desain tersebut menyesuaikan konsep rumah yang tidak menggunakan tembok tinggi.
Ruang Utama Dibuat Menyatu
Salah satu keunggulan rumah 50 jutaan ini terletak pada cara penataan ruang. Area dalam menggunakan konsep all in one yang menggabungkan ruang keluarga, kitchen set, meja makan, dan meja belajar.
Baca Juga: Home Decor 2027 untuk Ruang Tamu dengan Perpaduan Gaya dan Fungsi
Dengan konsep tersebut, area yang tersedia tidak dibagi menjadi banyak ruangan. Furnitur dan fungsi ruang ditempatkan dalam satu area sehingga aktivitas keluarga dapat berlangsung tanpa membutuhkan banyak sekat.
Untuk kamar, material GRC digunakan sebagai partisi. Pemilihan material tersebut menjadi bagian dari konsep konstruksi sederhana yang diterapkan pada rumah.
Kamar anak berukuran 2 x 2 meter. Ruangan ini diisi dengan tempat tidur berukuran kecil. Sementara kamar utama memiliki ukuran 2 x 3 meter.
Menariknya, masing-masing kebutuhan kamar tetap didukung fasilitas kamar mandi. Kamar mandi pertama berukuran 2 x 1,5 meter dan dilengkapi kloset serta shower.
Kamar utama memiliki kamar mandi dalam dengan ukuran yang sama. Dengan demikian, rumah berukuran 4,5 x 8 meter tersebut memiliki dua kamar mandi meskipun luas bangunannya terbatas.
Fasad Minimalis dan Atap Miring
Dari sisi tampilan, fasad rumah mengusung tema minimalis. Karakter bangunan ditampilkan melalui penggunaan bata, bentuk dinding yang memiliki sejumlah tekukan, serta rangka atap yang sebagian dibiarkan terekspos.
Baca Juga: Home Decor 2027 Mulai Tinggalkan Ruang Dingin, Ini Warna dan Gaya yang Menonjol
Atap menggunakan model miring dengan penutup galvalum. Untuk pekerjaan rangka atap dan penutup galvalum, biaya yang disebut dalam video mencapai Rp3,14 juta.
Bagian plafon menggunakan rangka dengan estimasi Rp650 ribu dan ditutup GRC senilai Rp850 ribu. Ada pula ring beton tambahan yang digunakan untuk membantu membentuk kemiringan atap dengan biaya sekitar Rp1,5 juta.
Sementara dinding utama menggunakan bata ringan dengan biaya Rp6,75 juta. Pekerjaan kolom beton disebut mencapai Rp3,42 juta. Penutup bagian dinding yang tertekuk menggunakan dak beton setebal 8 sentimeter dengan biaya Rp1,2 juta.
Selain bangunan utama, lahan yang masih tersedia di bagian luar dimanfaatkan untuk gazebo sederhana. Area tersebut difungsikan sebagai tempat menerima tamu.
Total estimasi yang dibahas dalam video berada di kisaran Rp50 jutaan. Angka tersebut belum mencakup beberapa kebutuhan, seperti keramik, cat, furniture, dan gazebo eksterior.
Desain tersebut sebelumnya dibuat berdasarkan permintaan dengan anggaran sekitar Rp40 jutaan. Namun, setelah kebutuhan konstruksi dihitung, estimasinya menjadi sekitar Rp50 jutaan.
Pihak pembuat desain juga menawarkan jasa pembangunan untuk rumah dengan konsep tersebut maupun rumah konvensional serta pelatihan pembangunan khusus wilayah Blitar Kota.
Rumah ini memperlihatkan bahwa keterbatasan luas tidak selalu membuat fungsi ruang harus dikurangi. Dengan pembagian area yang terencana dan konstruksi sederhana, bangunan 4,5 x 8 meter tetap dapat memuat dua kamar, dua kamar mandi, serta ruang keluarga yang menyatu dengan area makan dan dapur.
Editor : M. Helmi Nurhisam