Feng Shui Bangun Rumah Perlu Perhatikan Arah Hadap hingga Posisi Pintu

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 17:06 WIB
Feng shui bangun rumah membahas arah bangunan, rumah tusuk sate, posisi pintu, hingga pertimbangan lingkungan. (PINTEREST)
Feng shui bangun rumah membahas arah bangunan, rumah tusuk sate, posisi pintu, hingga pertimbangan lingkungan. (PINTEREST)

JAKARTA - Feng shui bangun rumah tidak hanya berkaitan dengan kepercayaan, tetapi juga memiliki sejumlah konsep tata ruang yang dalam praktiknya dapat dikaitkan dengan kondisi lingkungan. Arah bangunan, posisi rumah, keberadaan sungai dan gunung, hingga bentuk akses jalan menjadi beberapa hal yang dibahas dalam feng shui.

Dalam video yang membahas feng shui, konsep tersebut dijelaskan sebagai bagian dari filsafat Cina yang mempelajari lingkungan, hukum alam, serta aliran energi untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan hidup. Secara literal, feng shui terdiri dari kata feng yang berarti angin dan shui yang berarti air.

Feng shui memiliki sejarah panjang dalam kebudayaan Cina. Pada awalnya, konsep ini antara lain digunakan untuk menentukan lokasi makam. Penghormatan terhadap leluhur membuat pemilihan lokasi makam menjadi hal yang diperhatikan.

Seiring perkembangan, feng shui juga diterapkan dalam tata ruang bangunan, termasuk rumah. Dalam praktiknya, sejumlah prinsip feng shui ternyata memiliki penjelasan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan manusia.

Baca Juga: Home Decor 2027 untuk Ruang Tamu dengan Perpaduan Gaya dan Fungsi

Arah Rumah dan Keberadaan Gunung

Salah satu konsep yang dibahas adalah pemilihan arah bangunan. Dalam feng shui, arah selatan disebut sebagai salah satu posisi ideal untuk bangunan penguasa karena melambangkan kekuatan matahari dan kehangatan.

Konsep tersebut juga dikaitkan dengan kondisi iklim. Rumah yang menghadap barat dinilai lebih panas karena menerima paparan matahari sore. Kondisi itu dapat membuat ruangan lebih panas dan berpotensi meningkatkan penggunaan pendingin udara.

Sementara itu, keberadaan gunung di belakang dan sungai di bagian depan dikenal dalam konsep feng shui sebagai kombinasi yang baik. Konsep tersebut disebut sebagai Sanshui, yang menggabungkan unsur gunung dan air.

Secara logis, gunung pada masa lalu dapat memberikan keuntungan dari sisi pertahanan sekaligus membantu menghadang angin. Sungai juga memiliki peran penting karena dapat digunakan sebagai jalur transportasi dan bagian dari pertahanan.

Konsep tersebut kemudian masih terlihat dalam preferensi terhadap properti. Hunian dengan pemandangan gunung atau berada di kawasan tepi sungai kerap dianggap memiliki nilai lebih dalam pembahasan tersebut.

Baca Juga: Home Decor 2027 untuk Ruang Tamu dengan Perpaduan Gaya dan Fungsi

Rumah Tusuk Sate hingga Bangunan di Bawah Flyover

Feng shui bangun rumah juga membahas posisi rumah yang dikenal sebagai rumah tusuk sate. Dalam konsep feng shui, kondisi tersebut dikaitkan dengan energi yang mengalir terlalu lurus dan cepat ke arah bangunan.

Energi dalam feng shui disebut idealnya bergerak secara lembut dan berkelok seperti aliran sungai. Karena itu, rumah tusuk sate dianggap kurang sesuai untuk hunian. Namun, kondisi yang sama justru dinilai dapat memberikan keuntungan bagi ruko atau tempat usaha.

Secara praktis, ruko di posisi tusuk sate memiliki tingkat visibilitas yang tinggi. Kendaraan yang mendekati persimpangan biasanya memperlambat laju sehingga keberadaan toko lebih mudah terlihat. Kondisi itu dapat membantu meningkatkan perhatian calon pelanggan.

Untuk mengurangi aliran energi yang dianggap terlalu kuat, beberapa penerapan feng shui menggunakan tanaman, akuarium, atau posisi pintu yang tidak langsung lurus dengan jalan.

Lokasi di bawah flyover juga menjadi perhatian. Dalam feng shui, pergerakan kendaraan di atas bangunan dikaitkan dengan energi yang memotong bangunan. Dari sisi praktis, lokasi tersebut memiliki beberapa persoalan seperti suara kendaraan, debu, serta visibilitas bangunan yang tertutup struktur flyover.

Hal serupa dibahas pada hunian yang berada di bawah jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi atau sutet. Dalam feng shui, keberadaan kabel dianggap dapat mengganggu aliran energi. Sementara dari sisi praktis, faktor keamanan dan kondisi lingkungan menjadi pertimbangan tersendiri.

Selain posisi bangunan, tata letak bagian dalam rumah juga memiliki aturan. Salah satunya adalah posisi cermin yang tidak diarahkan langsung ke tempat tidur. Pintu depan dan pintu belakang juga disebut sebaiknya tidak dibuat dalam satu garis lurus agar aliran energi tidak langsung keluar dari rumah.

Pada akhirnya, feng shui bangun rumah berada di antara unsur budaya, kepercayaan, dan pertimbangan tata ruang. Sejumlah prinsipnya dapat dikaitkan dengan kondisi nyata seperti panas matahari, keamanan, kebisingan, akses, hingga visibilitas. Namun, keputusan membangun atau membeli rumah tetap perlu mempertimbangkan kondisi bangunan dan lingkungan secara menyeluruh.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Fariz Gamal
Feng Shui Bangun Rumah Feng Shui Rumah Rumah Tusuk Sate Tata Ruang Rumah desain rumah