JAKARTA - Feng shui tidak hanya membahas penataan ruangan di dalam rumah. Bentuk dan kondisi tanah yang akan digunakan untuk membangun rumah juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Dalam pembahasan feng shui, bentuk kavling dinilai dapat memengaruhi keseimbangan arah dan penataan bangunan.
Salah satu bentuk tanah yang dinilai memiliki kualitas feng shui sangat baik adalah bujur sangkar. Bentuk ini dianggap seimbang karena dapat menyesuaikan dengan delapan arah mata angin. Karena itu, kavling berbentuk persegi menjadi salah satu bentuk yang relatif ideal untuk perencanaan rumah.
Selain bujur sangkar, tanah berbentuk persegi panjang juga banyak ditemukan. Bentuk tersebut pada dasarnya masih dapat digunakan dengan baik, terutama apabila perbandingan panjang dan lebarnya berada di sekitar 1:2.
Namun, lahan yang terlalu panjang dan sempit perlu mendapatkan perhatian lebih. Bentuk yang menyerupai gerbong kereta dinilai kurang ideal sehingga membutuhkan penyesuaian dalam penataan bangunan dan ruang.
Baca Juga: Home Decor 2027, 7 Cara Menata Ruang Tamu agar Nyaman dan Fungsional
Bentuk Tanah yang Masih Bisa Diatur
Bentuk tanah lainnya adalah segi empat yang melebar. Kavling seperti ini masih dianggap memiliki potensi baik, tetapi terdapat bagian tertentu yang perlu mendapatkan perlindungan atau perhatian. Dalam feng shui, area tersebut dapat berkaitan dengan keberadaan sha qi atau energi yang dianggap kurang baik.
Ada pula bentuk tanah yang bagian depannya lebih kecil, sedangkan bagian belakangnya lebih besar. Bentuk ini dikenal sebagai ngantong atau menyerupai kantong. Secara umum, bentuk tersebut dinilai cukup baik. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada bagaimana fungsi lahan dan bangunan ditempatkan.
Sebaliknya, tanah dengan bagian depan lebar kemudian semakin menyempit ke belakang dinilai kurang baik. Kondisi tersebut perlu diperhitungkan sejak awal agar penataan rumah tetap dapat dibuat seimbang.
Tidak semua bentuk kavling memiliki pola yang mudah diatur. Tanah berbentuk L atau T termasuk bentuk yang dinilai kurang baik dalam pembahasan feng shui. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengupayakan bentuk utama bangunan kembali mendekati persegi atau persegi panjang.
Apabila terdapat bagian tanah yang tidak beraturan, area tersebut tidak selalu harus menjadi bagian utama rumah. Jika luas lahan mencukupi, bagian yang tidak beraturan dapat dimanfaatkan sebagai area lain, seperti tempat bermain atau kolam. Penempatannya tetap perlu diperhitungkan agar tidak mengganggu keseimbangan tata ruang.
Baca Juga: Home Decor 2027, 7 Cara Menata Ruang Tamu agar Nyaman dan Fungsional
Kavling Tidak Beraturan Tetap Bisa Dimanfaatkan
Kondisi berbeda terjadi ketika seseorang sudah terlanjur membeli tanah dengan bentuk tidak beraturan. Dalam situasi tersebut, bukan berarti lahan tidak dapat digunakan untuk membangun rumah. Penataan dapat dilakukan dengan memaksimalkan bagian tanah yang dinilai baik dan mengelola bagian yang memiliki sudut atau bentuk kurang ideal.
Ada pula bentuk lahan yang memiliki bagian kiri, kanan, atau belakang, tetapi bagian tengahnya seperti hilang. Dalam pembahasan feng shui, kondisi tersebut dinilai dapat membuat keseimbangan delapan arah mata angin menjadi kurang baik.
Perkembangan arsitektur modern memang membuat bentuk rumah semakin beragam. Bangunan tidak selalu dibuat dalam bentuk kotak atau persegi panjang. Meski begitu, dari sudut pandang feng shui, keseimbangan tetap menjadi salah satu pertimbangan utama.
Karena itu, sebelum membangun rumah, bentuk tanah sebaiknya diperhatikan sejak awal. Kavling bujur sangkar dan persegi panjang menjadi bentuk yang lebih mudah ditata, sedangkan lahan dengan bentuk L, T, terlalu sempit, atau tidak beraturan membutuhkan penyesuaian lebih lanjut. Dengan perencanaan yang tepat, bagian-bagian lahan tetap dapat dimanfaatkan sesuai fungsi dan kebutuhan penghuni.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : SONORA FM