JAKARTA - Langkah membangun rumah tidak sebaiknya dimulai dengan langsung memanggil tukang dan membeli material. Menurut pengalaman seorang arsitek yang dibagikan melalui kanal M Arsitek, ada empat hal penting yang perlu disiapkan lebih dulu, yakni analisis kebutuhan, menentukan selera dan model, membuat desain bersama arsitek, serta menyiapkan anggaran.
Perencanaan sejak awal dinilai penting untuk menghindari kesalahan desain, pekerjaan bongkar pasang, hingga pemborosan biaya. Sebab, banyak orang langsung mengeksekusi rumah berdasarkan bayangan atau referensi yang ditemukan di media sosial tanpa menyusun kebutuhan secara menyeluruh.
Langkah pertama adalah menganalisis kebutuhan. Pemilik rumah perlu membuat daftar ruang dan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar mengikuti gambar rumah yang dianggap menarik.
Kebutuhan tersebut dapat mencakup kamar utama, wardrobe, kamar mandi, kamar anak, ruang keluarga, dapur, ruang makan, area bermain anak, ruang kerja, hingga ruang untuk hobi.
Kebutuhan jangka panjang juga perlu dipikirkan. Dalam video, contoh yang diberikan adalah keluarga baru dengan anak yang masih kecil. Pemilik rumah disarankan membayangkan kebutuhan hingga puluhan tahun ke depan.
Hal itu penting agar tidak muncul masalah ketika rumah sudah selesai. Misalnya, pemilik ternyata membutuhkan ruang untuk pembantu tetapi sejak awal tidak menyediakan tempatnya. Kondisi serupa bisa terjadi pada dapur. Orang yang gemar memasak dapat kesulitan jika sejak awal tidak memperhitungkan kebutuhan ruang dapur.
Selera Penghuni Perlu Disepakati
Setelah kebutuhan tersusun, langkah kedua adalah menentukan model dan selera. Setiap orang memiliki preferensi berbeda, termasuk dalam satu keluarga.
Baca Juga: Home Decor 2027 untuk Ruang Tamu dengan Perpaduan Gaya dan Fungsi
Dalam transkrip, dicontohkan pasangan yang memiliki selera berbeda. Salah satu menyukai nuansa modern, sedangkan pasangannya lebih menyukai suasana hangat dengan elemen kayu.
Perbedaan tersebut sebenarnya masih dapat dipadukan. Namun, keputusan tetap perlu dibicarakan sejak awal agar konsep rumah tidak kehilangan arah.
Dalam contoh rumah yang dibahas, bagian eksterior dan ruangan depan mengikuti selera yang lebih modern. Sementara interior kamar dibuat lebih hangat dengan warna-warna tua dan elemen kayu.
Menurut narasumber, persoalan selera sering membuat proses desain menjadi lama. Perbedaan keinginan antara suami dan istri dapat membuat konsep rumah sulit ditentukan jika tidak dibicarakan terlebih dahulu.
Karena itu, keputusan mengenai model dan gaya rumah sebaiknya sudah disepakati sebelum masuk ke tahap berikutnya.
Desain Matang, Baru Tentukan Budget
Langkah ketiga adalah mencari arsitek yang mampu menerjemahkan kebutuhan dan selera tersebut menjadi desain. Arsitek berperan menyusun berbagai kebutuhan ke dalam lahan yang tersedia sekaligus mempertimbangkan kenyamanan ruang.
Baca Juga: Home Decor 2027 untuk Ruang Tamu dengan Perpaduan Gaya dan Fungsi
Narasumber menilai rumah dengan ukuran dan volume yang sama dapat menghasilkan suasana berbeda jika dirancang dengan pendekatan yang berbeda.
Desain yang matang juga memungkinkan pemilik melihat gambaran rumah melalui visual tiga dimensi sebelum pembangunan dimulai. Dengan begitu, kesalahan penempatan ruang maupun pekerjaan bongkar pasang dapat diminimalkan.
Setelah desain selesai, barulah masuk ke langkah keempat, yakni budgeting atau menentukan anggaran.
Menurut narasumber, desain dapat disesuaikan dengan kemampuan dana melalui pemilihan material. Model dan bentuk ruang tidak harus berubah secara ekstrem hanya karena anggaran berbeda.
Ia memberikan contoh dinding bermotif marmer. Materialnya dapat menggunakan marmer asli, granit buatan, HPL bermotif marmer, hingga wallpaper. Setiap pilihan memiliki rentang harga yang berbeda.
Dalam contoh yang disampaikan, wallpaper disebut sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per meter, HPL sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta per meter, sedangkan granit buatan berada di kisaran Rp2 juta hingga Rp5 juta per meter. Untuk marmer asli impor dari Italia, harganya disebut dapat mencapai puluhan juta rupiah per meter.
Pilihan akhirnya kembali pada anggaran pemilik rumah. Dengan demikian, budgeting dilakukan setelah kebutuhan dan desain sudah jelas.
Menurut narasumber, empat tahapan tersebut sebaiknya dipikirkan sejak awal. Mulai dari kebutuhan, selera, desain, hingga anggaran dan pemilihan material.
Perencanaan yang matang diharapkan dapat membuat proses pembangunan berjalan lebih terarah sekaligus mengurangi risiko kebutuhan yang tertinggal, perbedaan selera di tengah proyek, kesalahan desain, kekurangan dana, dan pemborosan akibat bongkar pasang.
Editor : M. Helmi Nurhisam