JAKARTA - Persiapan membangun rumah tidak cukup hanya dengan menyiapkan dana dan mencari tukang. Menurut M Arsitek, ada sejumlah tahapan penting yang perlu dipikirkan sejak awal agar rumah sesuai kebutuhan, memiliki desain yang jelas, dan anggaran tidak habis untuk pekerjaan yang sebenarnya bisa dihindari.
Kesalahan yang kerap terjadi adalah pemilik rumah langsung menjalankan pembangunan tanpa perencanaan matang. Ada pula yang mengambil banyak referensi dari media sosial, tetapi tidak memiliki konsep yang saling terhubung.
Kondisi tersebut bisa membuat proses pembangunan berjalan tidak terarah. Karena itu, M Arsitek membagikan empat hal yang perlu dipersiapkan sebelum pembangunan dimulai.
1. Tentukan Kebutuhan Rumah
Hal pertama adalah membuat daftar kebutuhan secara rinci. Pemilik rumah perlu memikirkan bukan hanya kebutuhan saat ini, tetapi juga kondisi keluarga pada masa mendatang.
Baca Juga: Feng Shui Bangun Rumah, Arah Hadap dan Posisi Ini Jadi Perhatian
Sebagai contoh, sebuah keluarga memiliki dua anak yang masih kecil. Kebutuhan rumah perlu dipikirkan untuk jangka panjang, termasuk kamar utama berukuran besar, ruang pakaian, kamar mandi dalam, serta kamar anak yang masing-masing dilengkapi kamar mandi.
Kebutuhan lain juga perlu diperhitungkan, seperti ruang tamu atau ruang keluarga yang cukup luas, dapur, ruang makan, area bermain anak, ruang kerja, area hobi, ruang laundry hingga kamar untuk asisten rumah tangga.
Keputusan mengenai rumah satu atau dua lantai juga sebaiknya sudah dipikirkan pada tahap ini. Dengan begitu, tidak ada ruangan penting yang baru disadari kebutuhannya ketika pembangunan sudah berjalan.
2. Sepakati Gaya Rumah
Setelah kebutuhan ditentukan, langkah berikutnya adalah menentukan gaya rumah.
Baca Juga: Home Decor 2027 Hadirkan Warna Hangat hingga Luminous Blue yang Berani
Setiap anggota keluarga bisa memiliki selera berbeda. M Arsitek memberikan contoh ketika dirinya menyukai gaya modern, sementara istrinya lebih menyukai nuansa kayu yang hangat.
Perbedaan tersebut sebenarnya dapat digabungkan selama sudah ada kesepakatan. Bagian eksterior rumah bisa menggunakan gaya modern, sedangkan interior kamar dibuat lebih hangat dengan dominasi material dan warna kayu.
Kesepakatan gaya sejak awal penting agar desain rumah tidak berubah-ubah ketika proses pembangunan sudah dimulai.
3. Gunakan Jasa Arsitek
Tahap berikutnya adalah memilih arsitek yang mampu menerjemahkan kebutuhan dan selera pemilik rumah ke dalam sebuah desain.
Menurut M Arsitek, ukuran tanah yang sama belum tentu menghasilkan rumah dengan kualitas ruang yang sama. Kemampuan arsitek dalam menyusun tata ruang dapat menentukan apakah sebuah rumah terasa nyaman, lega, homey, atau justru sebaliknya.
Visualisasi tiga dimensi juga dapat membantu pemilik rumah melihat gambaran desain sebelum pembangunan dimulai. Dengan perencanaan tersebut, kesalahan penempatan ruang maupun desain bisa diketahui lebih awal.
Hal ini menjadi penting karena perubahan ketika bangunan sudah berdiri berpotensi menimbulkan pekerjaan ulang dan biaya tambahan. Karena itu, perencanaan disebut sebagai salah satu investasi penting dalam sebuah proyek rumah.
4. Sesuaikan Material dengan Anggaran
Setelah desain matang, barulah anggaran dan pemilihan material dapat disesuaikan.
M Arsitek menilai pembangunan rumah secara bertahap karena keterbatasan dana berisiko membuat rumah tidak selesai atau tidak nyaman ditempati. Namun, kondisi tertentu tetap bisa membuat pembangunan bertahap menjadi pilihan.
Material menjadi salah satu bagian yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial tanpa harus mengubah keseluruhan bentuk desain.
Contohnya pada dinding dengan tampilan marmer. Material dapat menggunakan marmer asli impor yang harganya sangat tinggi. Alternatif lain bisa berupa granit buatan, HPL bermotif marmer, hingga wallpaper custom.
Dalam penjelasan tersebut, HPL bermotif marmer disebut berada di kisaran Rp1 juta hingga Rp2 juta per meter persegi, sedangkan wallpaper custom sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per meter persegi.
Dengan pendekatan tersebut, bentuk, warna, dan kesan visual rumah tetap bisa dipertahankan, sementara materialnya disesuaikan dengan anggaran.
Pada akhirnya, persiapan membangun rumah bukan hanya soal berapa banyak uang yang tersedia. Kebutuhan keluarga, gaya rumah, desain, arsitek, hingga pilihan material perlu dipikirkan secara berurutan sebelum pekerjaan dimulai.
Perencanaan yang matang dapat membantu pemilik rumah menghindari kebutuhan ruang yang terlewat, perubahan desain, pekerjaan ulang, serta pemborosan biaya selama proses pembangunan.
Editor : M. Helmi Nurhisam