Membangun Rumah dengan Budget Terbatas? Hindari 7 Bagian Ini agar Biaya Tak Membengkak

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 19:25 WIB
Membangun rumah dengan budget terbatas bisa lebih hemat lewat desain sederhana, atap genteng, lantai keramik hingga RAB yang rinci.(pinterest)
Membangun rumah dengan budget terbatas bisa lebih hemat lewat desain sederhana, atap genteng, lantai keramik hingga RAB yang rinci.(pinterest)

JAKARTA - Membangun rumah dengan budget terbatas bukan berarti harus mengorbankan fungsi bangunan. Penghematan dapat dilakukan dengan memilih desain sederhana, mengurangi sekat, menggunakan material yang lebih terjangkau hingga menghindari perubahan pekerjaan ketika pembangunan sudah berjalan.

Dalam sebuah video, sejumlah bagian rumah disebut perlu mendapat perhatian khusus karena dapat membuat anggaran membesar. Pemilik rumah juga disarankan membuat perencanaan secara detail sebelum tukang mulai bekerja.

Desain menjadi faktor pertama yang perlu diperhatikan. Rumah dengan desain minimalis dan sederhana dinilai lebih cocok untuk anggaran terbatas. Sebaliknya, desain klasik atau bentuk dengan banyak detail berpotensi membutuhkan biaya pengerjaan lebih besar.

Jumlah sekat juga dapat dikurangi. Semakin banyak dinding yang dibuat, semakin banyak pekerjaan pemasangan yang harus dilakukan. Karena itu, denah rumah sebaiknya disusun dengan mempertimbangkan bagian mana yang benar-benar diperlukan.

Atap Dak hingga Jendela Besar

Atap dak menjadi salah satu bagian yang perlu dipertimbangkan apabila tujuan utama pembangunan adalah menghemat anggaran. Pekerjaan dak membutuhkan proses dan material tambahan, termasuk bekisting atau bondek.

Baca Juga: Feng Shui Bangun Rumah Perlu Perhatikan Arah Hadap hingga Posisi Pintu

Setelah selesai, atap dak juga perlu dilengkapi waterproofing. Biaya pekerjaan tersebut disebut cukup besar sehingga perlu diperhitungkan sejak awal.

Jika rumah nantinya akan dikembangkan menjadi dua lantai, kolom dan balok dapat dipersiapkan sesuai kebutuhan struktur. Namun, pembangunan lantai dua tidak harus langsung dilakukan. Untuk kondisi dana tertentu, atap genteng dapat digunakan terlebih dahulu.

Ukuran jendela juga berpengaruh terhadap biaya. Jendela besar memang dapat membuat rumah terlihat lebih modern dan memberikan lebih banyak cahaya. Namun, semakin besar ukuran jendela, kebutuhan frame dan ketebalan kaca juga meningkat.

Kaca yang umum digunakan untuk rumah disebut memiliki ketebalan sekitar 4 milimeter. Sementara itu, jendela berukuran lebih besar membutuhkan kaca dengan ketebalan minimal sekitar 6 hingga 8 milimeter, bahkan bisa lebih tebal untuk ukuran tertentu.

Hemat dari Lantai hingga Lampu

Penghematan berikutnya dapat dilakukan pada finishing. Untuk lantai, keramik dapat menjadi alternatif dibandingkan granit. Harga keramik disebut bisa sekitar setengah dari harga granit, sementara keramik berwarna putih polos tetap dapat memberikan tampilan yang bersih.

Plafon juga tidak harus dibuat dengan bentuk yang rumit. Bentuk lurus dan rapi sudah cukup jika tujuan utamanya adalah menekan biaya. Penggunaan list gypsum di sepanjang sudut plafon juga dapat dikurangi.

Baca Juga: Home Decor 2027, 7 Cara Menata Ruang Tamu agar Nyaman dan Fungsional

Hal serupa berlaku untuk lampu. Lampu model bulat atau model biasa dapat digunakan dibandingkan downlight yang disebut memiliki harga lebih tinggi. Dari sisi estetika, downlight mungkin memiliki tampilan berbeda, tetapi pemilihan lampu tetap bisa disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

Selain material, sistem pekerjaan tukang juga perlu direncanakan. Sistem borongan dapat membuat biaya tenaga kerja lebih mudah dipastikan karena terdapat kesepakatan nilai pekerjaan. Sementara sistem harian membutuhkan tukang yang benar-benar dipercaya dan kualitas kerjanya sudah diketahui.

Pemilik rumah juga disarankan menghindari bongkar pasang selama pembangunan. Perubahan desain di tengah pekerjaan dapat menyebabkan material terbuang dan waktu kerja tukang bertambah.

Karena itu, RAB atau rencana anggaran biaya perlu dibuat sebelum pembangunan dimulai. Biaya pekerjaan pondasi, struktur, dinding, atap hingga tenaga kerja sebaiknya dirinci agar kemampuan dana dapat disesuaikan dengan rencana bangunan.

Perencanaan detail juga perlu mencakup denah, ukuran dinding dan pintu, serta posisi lampu, sakelar dan stop kontak. Dengan gambar yang jelas, tukang dapat bekerja tanpa harus berulang kali menunggu arahan.

Pada akhirnya, membangun rumah dengan budget terbatas membutuhkan keputusan sejak awal. Penghematan tidak hanya dilakukan dengan membeli material murah, tetapi juga melalui desain yang sederhana, perencanaan matang dan menghindari pekerjaan ulang.

Editor : M. Helmi Nurhisam
rumah minimalis biaya bangun rumah RAB rumah membangun rumah dengan budget terbatas tips hemat rumah