JAKARTA - Hari baik membangun rumah menjadi salah satu pertimbangan dalam tradisi hitungan Jawa. Dalam sebuah pembahasan, pemilihan waktu pembangunan rumah tidak hanya didasarkan pada kalender, tetapi juga memperhitungkan bulan, hari kelahiran, pasaran hingga sejumlah rumus yang dipercaya masyarakat Jawa.
Menurut penjelasan dalam video tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan hari untuk membangun atau merenovasi rumah. Perhitungan ini merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.
Hal pertama yang disebut adalah menghindari dua bulan tertentu. Dari 12 bulan dalam satu tahun, bulan Selo dan Suro disebut sebagai waktu yang kurang baik untuk memulai pembangunan rumah.
Setelah menentukan bulan, perhitungan dilanjutkan dengan melihat hari naas. Hari tersebut dikaitkan dengan hari meninggalnya orang tua bagi seseorang yang orang tuanya telah meninggal dunia.
Menghitung Hari dari Weton Kelahiran
Hari kelahiran dan pasaran juga menjadi bagian penting dalam perhitungan. Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Rabu Pon akan menghitung urutan hari berikutnya berdasarkan hari dan pasarannya.
Baca Juga: Feng Shui Rumah Bisa Bawa Rezeki? Ini yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Beli Properti
Dalam penjelasan tersebut, terdapat istilah yang berkaitan dengan urutan perjalanan manusia, yakni sandang, pangan dan seterusnya. Dari hitungan tersebut kemudian ditentukan hari yang dianggap kurang baik atau hari apes.
Untuk orang yang lahir Rabu Pon, contoh perhitungannya menghasilkan Sabtu Legi dan Minggu Pahing sebagai hari yang perlu dicatat. Hari tersebut disebut berkaitan dengan hari apes dan hari kematian dalam rumus yang dijelaskan.
Selain weton, hitungan nilai hari dan pasaran juga menjadi kunci. Nilai hari yang disebut dalam video adalah Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9 dan Minggu 5.
Sementara nilai pasarannya adalah Pahing 9, Pon 7, Wage 4, Kliwon 8 dan Legi 5.
Empat Hari yang Disebut Baik
Salah satu perhitungan yang digunakan adalah angka 13. Dalam rumus Jawa yang dijelaskan, hitungan tersebut dikaitkan dengan istilah Kerto, Yoso, Candi, Rogo dan Sempoyong.
Candi disebut memiliki makna kuat sehingga hitungan yang menghasilkan kategori tersebut dipercaya baik untuk membangun rumah. Sebaliknya, Rogo dikaitkan dengan risiko kehilangan, sedangkan Sempoyong dianggap kurang baik karena bermakna tidak kuat.
Baca Juga: Feng Shui Rumah Dimulai dari Tanah, Kenali Bentuk Kavling yang Perlu Diperhatikan
Dari perhitungan nilai hari dan pasaran, terdapat empat kombinasi yang disebut baik untuk membangun rumah.
Pertama adalah Jumat Pon. Nilai Jumat 6 dan Pon 7 jika dijumlahkan menghasilkan angka 13.
Kedua, Minggu Kliwon. Nilai Minggu 5 ditambah Kliwon 8 juga menghasilkan 13.
Ketiga, Kamis Legi. Nilai Kamis 8 dan Legi 5 menghasilkan jumlah 13.
Keempat adalah Senin Pahing. Senin memiliki nilai 4, sedangkan Pahing bernilai 9 sehingga totalnya kembali menjadi 13.
Keempat hari tersebut kemudian disebut sebagai pilihan hari baik untuk membangun rumah berdasarkan hitungan yang dijelaskan dalam video.
Namun, empat pilihan tersebut tetap perlu disaring kembali. Jika salah satu hari bertepatan dengan hari naas atau hari apes yang berasal dari perhitungan kelahiran seseorang, hari tersebut disebut tidak dapat digunakan.
Dalam tradisi ini, pemilihan hari baik bukan hanya berkaitan dengan waktu memulai pembangunan. Ada harapan agar rumah yang dibangun membawa keberkahan, kesehatan, rezeki dan kehidupan keluarga yang baik.
Perhitungan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat Jawa. Karena itu, pembaca dapat menyikapinya sebagai pengetahuan mengenai tradisi dan mengambil sisi positifnya sesuai keyakinan masing-masing.
Editor : M. Helmi Nurhisam