JAKARTA - Selasa Legi disebut sebagai salah satu hari yang memiliki keistimewaan dalam hitungan Jawa untuk memulai pembangunan rumah. Dalam tradisi tersebut, Selasa Legi dengan neptu 8 dianggap memiliki kombinasi perhitungan khusus yang tidak ditemukan setiap hari.
Perhitungan hari baik membangun rumah dalam tradisi Jawa tidak hanya melihat hari dan pasaran. Ada beberapa rumus yang digunakan untuk menentukan apakah sebuah waktu dianggap baik untuk memulai pembangunan.
Dalam penjelasan pada video tersebut, terdapat dua kelompok perhitungan yang menjadi perhatian, yakni Kertayasa, Candi, Raga, dan Sempoyong. Kelompok lainnya terdiri atas Ringkel, Dedel, Nabi, dan Sleman.
Hari disebut memiliki keistimewaan ketika hasil dari perhitungan pertama berada pada Candi, sementara perhitungan lainnya menghasilkan Nabi atau Sleman. Kombinasi tersebut kemudian dikaitkan dengan Selasa Legi.
Selasa Legi dengan Neptu 8
Selasa Legi disebut memiliki neptu 8. Dalam hitungan yang dijelaskan, kombinasi tersebut dianggap istimewa karena memenuhi susunan tertentu dalam dua sistem perhitungan.
Baca Juga: Rumah Ramah Lingkungan Rp500 Juta, Dilengkapi Solar Panel dan Sistem Daur Ulang Air
Bahkan, Selasa Legi disebut sebagai hari yang sangat jarang muncul untuk kategori tersebut. Penjelasan dalam video menyebut hanya ada satu hari yang dianggap benar-benar istimewa dalam satu tahun untuk keperluan membangun rumah.
Namun, bagi orang yang tidak memungkinkan menunggu hari tersebut, masih ada pilihan lain. Hari yang memperoleh hasil Candi dalam perhitungan biasa tetap disebut sebagai hari yang baik untuk memulai pembangunan.
Artinya, penentuan hari tidak harus selalu berakhir pada Selasa Legi. Perhitungan lain tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan dan tradisi yang dianut.
Bulan dan Waktu Juga Diperhitungkan
Selain hari dan pasaran, bulan juga menjadi bagian dari perhitungan. Beberapa bulan yang disebut baik dalam tradisi tersebut adalah Syawal, Bakda Mulud, dan Rejeb.
Baca Juga: Feng Shui Rumah Bisa Bawa Rezeki? Ini yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Beli Properti
Sebaliknya, Mulud dan Ruwah termasuk bulan yang disebut sering dihindari. Sementara itu, bulan Besar disebut sebagai salah satu waktu yang dianggap paling baik.
Perhitungan juga dapat mempertimbangkan wuku. Salah satu contoh yang disebut adalah Wuku Padi yang dianggap baik dalam kaitannya dengan pembangunan rumah.
Tidak berhenti pada pemilihan tanggal, jam pelaksanaan juga ikut diperhatikan. Dalam penjelasan tersebut terdapat hitungan Urip, Lara, dan Pati. Waktu yang dicari adalah jam yang masuk kategori Urip.
Jam tersebut terutama digunakan untuk menentukan waktu dimulainya kegiatan penting dalam pembangunan. Jadi, tidak berarti seluruh pekerjaan pembangunan rumah harus dilakukan pada jam yang sama.
Peletakan Batu Pertama Jadi Penanda
Dalam tradisi yang dijelaskan, peletakan batu pertama menjadi salah satu bagian penting karena dianggap sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah.
Orang yang memiliki hajat atau pemilik rumah dianjurkan melakukan prosesi awal tersebut. Hal itu tetap berlaku meskipun pembangunan secara teknis nantinya dikerjakan oleh tukang atau tenaga profesional.
Perhitungan serupa juga dapat diterapkan ketika seseorang membeli rumah yang sudah jadi dan hendak menempatinya. Untuk renovasi, hitungan hari dapat dipertimbangkan apabila pekerjaan yang dilakukan cukup besar dan berkaitan dengan bagian struktural rumah.
Sementara itu, perbaikan kecil seperti mengganti beberapa bagian atap tidak selalu dianggap membutuhkan perhitungan khusus.
Tradisi tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa yang diwariskan oleh orang-orang terdahulu. Penentuan hari baik tidak diposisikan sebagai kewajiban, melainkan salah satu pertimbangan bagi masyarakat yang masih mengikuti tradisi tersebut.
Harapannya, rumah yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang kuat, aman, sehat, tenteram, serta membawa kebaikan dan keberuntungan bagi penghuninya.
Editor : M. Helmi Nurhisam