Aquascape Pemula Sering Salah di Bagian Ini, dari Air hingga Waktu Memasukkan Ikan

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:25 WIB
Aquascape pemula perlu memperhatikan air, substrat, tanaman, ikan, pencahayaan hingga filtrasi agar tidak salah saat membuat setup. (PINTEREST)
Aquascape pemula perlu memperhatikan air, substrat, tanaman, ikan, pencahayaan hingga filtrasi agar tidak salah saat membuat setup. (PINTEREST)

JAKARTA - Aquascape pemula tidak cukup hanya mengandalkan akuarium, tanaman, dan ikan. Ada sejumlah tahapan yang perlu diperhatikan sejak menyiapkan dasar akuarium hingga menentukan waktu yang tepat untuk memasukkan ikan agar kondisi akuarium tidak menimbulkan masalah.

Candil dalam video panduan aquascape menjelaskan tahapan dasar yang dapat menjadi acuan bagi pemula. Persiapan dimulai dari memilih akuarium sesuai kebutuhan. Akuarium kemudian diletakkan di atas meja yang kokoh dengan tambahan alas empuk seperti stereofom, kain, atau karet.

Tahap berikutnya adalah menyiapkan substrat atau media dasar akuarium. Beberapa pilihan yang disebut dalam video antara lain pasir Malang, pasir silika, dan oil. Bagi pemula, pasir Malang disarankan karena harganya relatif murah dan mempunyai warna gelap.

Sebelum digunakan, pasir Malang harus dibersihkan. Pasir dapat dibilas dua sampai tiga kali untuk menghilangkan kotoran dan parasit. Setelah itu, pasir dapat direndam menggunakan air mendidih.

Batu apung juga dapat menjadi pilihan tambahan dalam penyusunan dasar akuarium. Batu ini disebut dapat menjadi tempat bagi bakteri baik yang berguna untuk ekosistem akuarium. Sebelum dimasukkan, batu apung juga perlu dibersihkan dan direndam dengan air mendidih.

Baca Juga: Belajar dari Kesalahan Membentuk Bonsai Kimeng, Luka Batang hingga Percabangan Harus Ditangani Berta

Pilih Tanaman yang Tidak Rumit

Pemilihan tanaman menjadi bagian lain yang perlu diperhatikan dalam aquascape pemula. Candil menyarankan tanaman yang tidak membutuhkan kebutuhan cahaya, CO2, dan nutrisi yang rumit.

Beberapa jenis tanaman yang disebut dalam video adalah vallisneria, Java fern, Java moss, Bacopa monnieri, dan anubias. Tanaman yang akan digunakan juga perlu dicuci terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam akuarium.

Selain tanaman, kondisi air tidak boleh diabaikan. Dalam video, air isi ulang disebut sebagai pilihan yang paling aman, tetapi penggunaannya dapat lebih mahal. Air tanah dapat menjadi alternatif setelah diendapkan selama 24 jam.

Air PDAM juga dapat digunakan dengan tambahan larutan antiklorin. Air tersebut kemudian ditunggu sekitar 15 menit sebelum digunakan.

Setelah air disiapkan, pengisian akuarium dilakukan secara bertahap. Substrat ditempatkan pada bagian paling dasar. Bibit bakteri atau probiotik dapat ditambahkan untuk membantu pertumbuhan bakteri baik.

Lapisan berikutnya dapat berupa batu apung yang kemudian ditutup dengan pasir Malang. Pupuk dasar juga dapat ditambahkan untuk memberikan nutrisi bagi tanaman. Pasir kemudian dibuat dengan ketebalan minimal 5 sentimeter agar tanaman lebih mudah ditancapkan.

Air dimasukkan secukupnya sebelum proses penanaman dilakukan. Setelah tanaman selesai ditata, akuarium dapat kembali diisi hingga penuh.

Jangan Terburu-buru Memasukkan Ikan

Salah satu kesalahan yang disebut sering dilakukan pemula adalah memasukkan ikan dalam jumlah banyak ketika setup akuarium baru selesai. Kondisi tersebut masih memiliki risiko kandungan amonia tinggi karena bakteri pengurai belum berkembang.

Dalam video, pemilik aquascape disarankan menunggu setidaknya tiga hari sebelum memasukkan ikan. Sementara itu, waktu ideal disebut sekitar 14 hari untuk proses nitrogen cycle.

Filter atau aerator dapat dinyalakan untuk membantu pertumbuhan bakteri. Sebelum ikan dimasukkan, water change juga dilakukan secukupnya untuk mengurangi endapan dan kotoran di permukaan.

Ikan yang baru dibeli juga tidak dianjurkan langsung dimasukkan ke akuarium. Ikan perlu diberi waktu beradaptasi dengan suhu air selama kurang lebih lima menit agar tidak mengalami stres.

Pemilihan ikan juga harus disesuaikan. Untuk pemula, beberapa jenis yang disebut dalam video adalah guppy, platy, dan molly. Jenis tersebut digambarkan sebagai ikan yang cinta damai dan tahan banting.

Baca Juga: Belajar dari Kesalahan Membentuk Bonsai Kimeng, Luka Batang hingga Percabangan Harus Ditangani Berta

Bottom feeder seperti Corydoras, keong turbo, dan udang RCS juga dapat ditambahkan. Namun, penggunaannya sebaiknya menunggu hingga akuarium mulai terlihat ditumbuhi lumut karena menjadi salah satu makanan bagi hewan tersebut. Dalam video, kondisi itu biasanya mulai terlihat ketika umur tank sudah lebih dari satu minggu.

Perawatan berikutnya adalah water change. Penggantian air diperlukan untuk mengurangi zat amonia yang beracun bagi ikan. Namun, penggantian air tidak boleh terlalu sering maupun terlalu banyak karena dapat membuat ikan stres. Untuk setup awal, jumlah yang disebutkan sekitar 20 persen dari kapasitas air.

Pencahayaan juga perlu dikontrol. Lampu tidak disarankan menyala lebih dari 12 jam dalam sehari. Akuarium juga sebaiknya tidak terkena cahaya matahari langsung karena pencahayaan berlebihan dapat menyebabkan masalah lumut.

Terakhir, pemula perlu menentukan sistem filtrasi sesuai kebutuhan dan anggaran. Pilihannya antara lain HOB, top filter, internal filter, dan canister. Dalam video tersebut, top filter menjadi salah satu rekomendasi bagi pemula.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Ken dhil
Aquascape Pemula Tanaman Aquascape akuarium aquascape ikan hias