JAKARTA - Aquascape pemula tidak selalu membutuhkan biaya besar. Dalam sebuah video, diperlihatkan pembuatan aquascape sederhana dengan konsep river look yang diklaim menghabiskan sekitar Rp160 ribu. Meski menggunakan bahan sederhana, hasil akhirnya tetap menonjolkan tampilan natural dengan susunan tanaman dan batu yang dibuat menyerupai suasana sungai.
Aquascape tersebut dibuat menggunakan akuarium berukuran 30 x 18 x 24 sentimeter. Ukuran itu disebut sebagai salah satu ukuran kecil yang masih cukup proper untuk bermain aquascape. Menurut pembuatnya, akuarium yang terlalu kecil justru dapat membuat proses pengerjaan menjadi lebih sulit.
Konsep yang digunakan adalah aquascape simpel dengan tanaman yang ditempatkan terutama di bagian belakang. Material hardscape berupa batu sungai digunakan untuk membentuk tampilan seperti aliran sungai. Batu-batu berukuran lebih kecil juga ditambahkan sebagai detail agar komposisinya tidak terlihat monoton.
Bahan utama yang digunakan cukup sederhana. Pada lapisan pertama terdapat rumah bakteri yang menggunakan batu pumis. Selain itu, digunakan pula soil sebagai substrat utama. Dalam konsep tersebut, pasir tidak digunakan sehingga seluruh bagian substrat menggunakan soil.
Tanaman yang dipilih juga tidak terlalu banyak. Beberapa tanaman yang disebut antara lain vallisneria, bacopa, dan anubias. Pemilihan tanaman disesuaikan dengan konsep yang ingin dibuat serta kebutuhan aquascape.
Baca Juga: Belajar dari Kesalahan Membentuk Bonsai Kimeng, Luka Batang hingga Percabangan Harus Ditangani Berta
Hardscape Menentukan Tampilan
Penyusunan hardscape menjadi salah satu tahap penting dalam pembuatan aquascape pemula tersebut. Sebelum mulai menanam, konsep keseluruhan sebaiknya sudah ditentukan agar susunan tidak berubah-ubah ketika pengerjaan berlangsung.
Rumah bakteri terlebih dahulu diratakan dan diarahkan ke bagian belakang sehingga tidak terlihat dari sisi depan akuarium. Setelah itu, soil ditambahkan dengan ketebalan minimal sekitar 3 sentimeter pada bagian depan.
Bagian belakang dibuat lebih tinggi daripada bagian depan atau menggunakan teknik slope. Bentuk tersebut membuat aquascape memiliki kesan kedalaman ketika dilihat dari depan. Soil tidak dibuat rata karena bagian belakang yang lebih tinggi membantu menciptakan visual ruang yang lebih luas.
Batu sungai kemudian diletakkan di atas soil. Batu berukuran kecil digunakan untuk memberikan detail sekaligus membantu menyusun komposisi. Tanaman berukuran tinggi direncanakan berada di bagian belakang, sedangkan anubias ditempatkan di area depan agar warna hijaunya lebih terlihat.
Dalam konsep river look, susunan tersebut dibuat menyerupai suasana sungai. Batu sungai menjadi elemen utama, sementara tanaman yang menjuntai digunakan untuk memperkuat kesan alami.
Tanaman Tidak Perlu Banyak
Setelah hardscape selesai, air dimasukkan terlebih dahulu sebelum proses penanaman. Air tidak langsung diisi penuh agar penanaman lebih mudah dilakukan. Penggunaan air juga membantu kondisi soil menjadi lebih basah sehingga tanaman dapat ditanam dengan lebih praktis.
Penanaman dilakukan menggunakan pinset. Cara tersebut dinilai lebih mudah untuk menjangkau bagian belakang akuarium yang memiliki ruang terbatas. Tanaman dimasukkan cukup dalam ke substrat, kemudian soil di sekitarnya dirapikan.
Vallisneria menjadi salah satu tanaman yang diandalkan dalam konsep ini. Tanaman tersebut ditempatkan di bagian belakang dan diharapkan dapat memenuhi area belakang ketika tumbuh. Selain itu, tanaman yang memiliki kemampuan menyerap nutrisi disebut dapat membantu mengurangi kekhawatiran terhadap pertumbuhan alga.
Namun, tanaman yang mengalami layu pada masa awal tidak langsung dianggap gagal. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa tanaman dapat mengalami masa adaptasi. Selama akar masih berjalan dan muncul daun baru, tanaman dinilai masih memiliki peluang untuk tumbuh kembali. Daun yang layu dapat dipotong sehingga pertumbuhan baru dapat berkembang.
Baca Juga: Belajar dari Kesalahan Membentuk Bonsai Kimeng, Luka Batang hingga Percabangan Harus Ditangani Berta
Untuk aquascape pemula, konsep sederhana seperti ini dinilai cukup untuk memulai. Tidak diperlukan banyak jenis tanaman maupun hardscape yang rumit. Bahkan, akuarium dapat digunakan tanpa filter atau memakai filter gantung yang murah.
Pencahayaan juga menjadi bagian yang diperhatikan karena tampilan aquascape sangat bergantung pada visual. Lampu yang digunakan disebut dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing.
Perhitungan biaya dalam video menunjukkan akuarium sekitar Rp50 ribu, substrat sekitar Rp3 ribu, soil sekitar Rp50 ribu, serta tanaman dan kebutuhan lainnya hingga total diperkirakan sekitar Rp160 ribu.
Dengan biaya tersebut, aquascape pemula dapat dibuat dengan konsep yang sederhana tetapi tetap memiliki tampilan natural. Kunci utamanya terletak pada konsep hardscape, penggunaan slope, pemilihan tanaman, serta kesabaran dalam menunggu tanaman beradaptasi dan tumbuh.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula