Aquascape Minimalis Tema Natural untuk Pemula, Ini Urutan Membuatnya

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB
Aquascape minimalis tema natural bisa dibuat dengan perlengkapan sederhana. Simak tahapan hardscape, cycling, pasir, dan penanaman. (PINTEREST)
Aquascape minimalis tema natural bisa dibuat dengan perlengkapan sederhana. Simak tahapan hardscape, cycling, pasir, dan penanaman. (PINTEREST)

JAKARTA - Aquascape minimalis dengan tema natural dapat dibuat menggunakan perlengkapan sederhana dan beberapa jenis tanaman. Konsep ini mengutamakan susunan batu, kayu, pasir, serta tanaman agar tampilan akuarium terlihat alami.

Dalam tutorial pembuatan aquascape sederhana, akuarium yang digunakan berukuran 30 x 25 x 25 sentimeter. Peralatan yang dipakai terdiri dari hang-on filter dan lampu jepit. Filter memiliki daya sekitar 3 watt, sedangkan lampu sekitar 5 watt sehingga total penggunaan daya sekitar 8 watt.

Filter dinyalakan selama 24 jam, sementara lampu digunakan sekitar 7 hingga 8 jam. Setelah peralatan disiapkan, proses pembuatan dimulai dari penyusunan hardscape.

Baca Juga: Kimeng Berkarakter Tua Jadi Koleksi Istimewa, Tampilannya Seperti Pohon Ratusan Tahun

Susun Hardscape Mengikuti Bentuk Alami

Hardscape menjadi bagian penting dalam aquascape minimalis karena menjadi dasar tampilan keseluruhan akuarium. Material yang digunakan berupa Batu Lapa dan kayu.

Penyusunan dilakukan dengan mengikuti bentuk alami material. Batu dan kayu tidak perlu dipaksakan mengikuti pola tertentu. Bentuk yang menyerupai lengkungan, zig-zag, gelombang, atau garis lurus dapat dimanfaatkan sesuai karakter material.

Setelah susunan hardscape dianggap sesuai, batu dan kayu tersebut dikeluarkan sementara dari akuarium. Langkah berikutnya adalah menyiapkan lapisan dasar.

Lapisan pertama disebut sebagai rumah bakteri. Dalam pembuatan ini digunakan Batu Lapa dalam bentuk gravel. Setelah itu, lapisan tersebut ditutup menggunakan pasir Malang bertekstur kasar yang sebelumnya sudah dicuci.

Hardscape kemudian dimasukkan kembali secara perlahan. Posisi batu dan kayu didorong ke bagian belakang agar susunan terlihat lebih berdimensi.

Pupuk dasar kemudian diberikan secukupnya pada area yang nantinya digunakan untuk menanam. Pemberian dilakukan di bagian belakang dan bagian depan sesuai kebutuhan tanaman.

Setelah itu, soil ditambahkan di atas lapisan sebelumnya. Bagian belakang dibuat lebih tinggi dibandingkan bagian depan. Jumlah soil yang digunakan sekitar 1 kilogram dengan ketebalan sekitar tiga hingga empat jari.

Cycling Sebelum Tanaman Ditata

Setelah media selesai disusun, air disemprotkan atau dimasukkan secara perlahan. Pada tahap awal, air dapat terlihat sangat keruh hingga berwarna hitam akibat debu dari soil.

Air kemudian dikuras dan akuarium diisi kembali. Proses perendaman atau cycling disarankan dilakukan setidaknya selama satu minggu sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Baca Juga: Kimeng Berkarakter Tua Jadi Koleksi Istimewa, Tampilannya Seperti Pohon Ratusan Tahun

Setelah proses tersebut selesai, air kembali dikuras. Bagian depan kemudian diberi pasir silika berwarna putih sebagai elemen visual. Warna putih tersebut digunakan untuk membuat peralihan antara bagian depan akuarium dengan hardscape yang lebih gelap.

Gravel juga ditambahkan untuk membuat transisi dari batu berukuran besar menuju pasir terlihat lebih natural.

Tahap selanjutnya adalah penanaman. Dalam tutorial tersebut digunakan empat jenis tanaman, yakni moss, Bucephalandra, Cryptocoryne, dan Baby Tears.

Moss ditempatkan pada bagian celah, lubang, atau sambungan batu. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Bucephalandra diletakkan di antara batu dan kayu agar menyatu dengan hardscape.

Sementara itu, Cryptocoryne ditanam di bagian belakang hardscape. Baby Tears juga ditempatkan di area belakang. Setelah semua tanaman selesai ditata, air dimasukkan secara perlahan agar susunan media dan tanaman tidak berantakan.

Perkembangan aquascape kemudian diamati pada beberapa hari berikutnya. Pada hari keempat, beberapa daun tanaman mulai mengalami pembusukan. Daun yang rusak dipotong dan dibersihkan, kemudian dilakukan pergantian air.

Baby Tears terlihat tumbuh cukup baik. Moss juga masih dalam kondisi aman, sedangkan Bucephalandra secara umum tetap bertahan.

Aquascape minimalis tersebut menjadi contoh konsep natural yang dapat dibuat dengan susunan sederhana. Penggunaan hardscape yang mengikuti bentuk alami material serta pemilihan tanaman membuat tampilan akuarium tetap sederhana tanpa menghilangkan kesan natural.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Aqua One Design
Aquascape Natural Hardscape Bucephalandra Aquascape Minimalis Baby Tears