JAKARTA - Aquascape natural dapat dibuat menjadi ekosistem yang berkembang secara alami tanpa menggunakan filter dan pergantian air. Salah satu contoh dilakukan pada akuarium berkapasitas 660 liter yang diisi tanah, pasir, tanaman, ikan, udang, siput, serta berbagai organisme lain yang membentuk rantai makanan.
Konsep tersebut menggunakan tanah sebagai fondasi utama. Tanah diambil dari kebun dan diayak untuk memisahkannya dari material yang tidak diperlukan. Tanah yang digunakan harus bebas dari pupuk. Setelah itu, tanah dimasukkan ke dasar akuarium dengan ketebalan sekitar 2 inci dan kemudian dibasahi.
Lapisan tanah tersebut ditutup menggunakan pasir sungai. Pasir diperoleh dari perusahaan konstruksi di sekitar rumah pembuatnya. Sebelum digunakan, pasir dicuci hingga kotorannya hilang. Pasir kemudian diletakkan secara hati-hati di atas lapisan tanah.
Baca Juga: Aquascape Pemula Tema Natural, Mulai dari Akuarium hingga Proses Planting
Hardscape dan Tanaman Menjadi Bagian Utama
Batu dan kayu dikumpulkan dari alam untuk menjadi dekorasi. Namun, material dari alam tidak bisa langsung digunakan tanpa pertimbangan. Penentuan material perlu disesuaikan dengan sistem ekosistem dan makhluk hidup yang akan ditempatkan di dalam akuarium.
Batu dan kayu kemudian ditata berdasarkan rencana dan preferensi pembuatnya. Karena kayu belum langsung tenggelam, beberapa bagian direkatkan menggunakan tisu dan lem super agar tetap berada pada posisi yang diinginkan.
Jumlah tanaman yang digunakan cukup banyak. Tanaman diperoleh dari pembudidaya tanaman lokal. Menurut penjelasan dalam video, penggunaan banyak tanaman sejak awal membantu menyerap nutrisi dari tanah sekaligus mengurangi potensi munculnya alga. Tanaman juga menghasilkan oksigen bagi penghuni akuarium.
Berbeda dengan akuarium pada umumnya, contoh aquascape natural ini tidak menggunakan filter. Tanaman yang berada di dalam akuarium dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem penyaringan air.
Air keran yang sudah dideklorinasi digunakan untuk mengisi akuarium. Namun, penggunaan air keran perlu disesuaikan dengan kondisi air di masing-masing wilayah. Air keran tidak disarankan digunakan begitu saja tanpa memastikan kondisinya terlebih dahulu.
Setelah akuarium terisi, beberapa tanaman terapung ditambahkan. Tanaman tersebut membantu menyerap nitrat di dalam air sekaligus memperkuat tampilan natural. Sebuah pompa air kecil juga digunakan untuk menciptakan pergerakan air.
Penghuni pertama yang dimasukkan adalah siput Nite. Hewan tersebut berperan sebagai pemakan alga dan juga mengonsumsi daun tanaman yang membusuk. Setelah itu, tanaman monstera ditambahkan sebagai bagian dari sistem filtrasi. Akar monstera dibersihkan dari tanah, kemudian tanaman dipasang pada kaca akuarium dengan kawat sehingga akarnya berada di dalam air sementara bagian lainnya tetap berada di atas air.
Lebih dari 100 udang Bloody Mary kemudian dimasukkan ke dalam ekosistem. Udang tersebut membantu mengatasi alga dan dapat menjadi sumber makanan bagi ikan. Perkembangbiakannya yang cepat juga disebut dapat membantu mengendalikan jumlah populasinya dalam ekosistem.
Siput assassin kemudian ditambahkan untuk mengendalikan populasi siput lain yang kemungkinan terbawa bersama tanaman. Siput tersebut memangsa siput berukuran lebih kecil, tetapi tidak membahayakan Nite snail.
Baca Juga: Aquascape Pemula Tema Natural, Mulai dari Akuarium hingga Proses Planting
Alga Muncul Setelah Substrat Terganggu
Berbagai jenis ikan kemudian dimasukkan secara bertahap. Ikan-ikan tersebut disebut kompatibel satu sama lain. Pemberian makanan juga dilakukan, termasuk brine shrimp sebagai sumber makanan berprotein tinggi.
Seiring perkembangan ekosistem, tanaman mulai beradaptasi dan tumbuh. Namun, masalah muncul ketika substrat terlalu banyak terganggu saat menangkap ikan. Kondisi tersebut memicu berbagai jenis alga dan membuat air menjadi keruh.
Penanganannya dilakukan tanpa bahan kimia. Durasi pencahayaan dikurangi dari 8 jam menjadi 4 jam per hari. Jumlah makanan ikan juga dikurangi sementara. Dua hal tersebut dianggap menjadi cara alami untuk mengatasi alga karena cahaya berlebihan dan pemberian makanan yang terlalu banyak dapat mendukung pertumbuhan alga.
Setelah dilakukan pengurangan pencahayaan dan makanan, alga akhirnya menghilang. Tanaman tetap berkembang dan air kembali hampir jernih.
Dari proses tersebut, terdapat empat pelajaran utama yang disampaikan dalam video. Pemelihara tidak boleh memberi makan ikan secara berlebihan, tidak memenuhi akuarium dengan terlalu banyak ikan, memilih pencahayaan yang sesuai, serta tidak terlalu banyak mengganggu ekosistem.
Meski contoh ini berjalan tanpa filter dan tanpa pergantian air, hal tersebut tidak berarti semua akuarium harus diperlakukan sama. Setiap ekosistem memiliki dinamika dan beban yang berbeda. Konsep aquascape natural tersebut lebih menunjukkan bahwa ekosistem akuarium dapat berkembang dengan mengandalkan hubungan antara tanaman dan berbagai penghuninya.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Peace of nature