Aquascape Natural Tanpa Filter Bertahan 6 Bulan, Empat Pelajaran Ini Jadi Kunci

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB
Aquascape natural tanpa filter berkembang selama enam bulan. Simak cara membangun ekosistem dan empat pelajaran penting dari perawatannya. (PINTEREST)
Aquascape natural tanpa filter berkembang selama enam bulan. Simak cara membangun ekosistem dan empat pelajaran penting dari perawatannya. (PINTEREST)

JAKARTA - Aquascape natural berkapasitas 660 liter dapat berkembang menjadi ekosistem yang dihuni tanaman, ikan, udang, siput, hingga organisme kecil tanpa menggunakan filter dan pergantian air. Perjalanan selama enam bulan tersebut menunjukkan bahwa keseimbangan ekosistem menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi akuarium.

Konsep yang digunakan berbeda dari akuarium biasa. Tanah menjadi dasar utama sebelum berbagai tanaman dan hewan dimasukkan secara bertahap. Tanah diambil dari kebun, kemudian diayak untuk memisahkannya dari material yang tidak dibutuhkan. Tanah tersebut juga dipastikan bebas dari pupuk.

Tanah yang sudah disiapkan kemudian dimasukkan ke dasar akuarium dengan ketebalan sekitar 2 inci. Setelah dibasahi, lapisan tersebut ditutup menggunakan pasir sungai yang telah dicuci sampai bersih.

Batu dan kayu dari alam kemudian digunakan sebagai dekorasi. Material tersebut tidak langsung digunakan begitu saja. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan sistem yang akan dibuat serta jenis makhluk hidup yang nantinya menghuni akuarium.

Kayu dan batu ditata sesuai rencana. Karena kayu belum langsung tenggelam, beberapa bagian disatukan menggunakan tisu dan lem super. Setelah susunan hardscape selesai, tanaman dalam jumlah banyak mulai dimasukkan.

Baca Juga: Aquascape Pemula Tema Natural, Mulai dari Akuarium hingga Proses Planting

Tanaman Jadi Bagian dari Sistem Akuarium

Tanaman diperoleh dari pembudidaya tanaman lokal. Penggunaan tanaman dalam jumlah banyak sejak awal disebut memberikan sejumlah fungsi dalam ekosistem. Tanaman menyerap nutrisi dari tanah, membantu mencegah potensi masalah alga, sekaligus menghasilkan oksigen bagi penghuni akuarium.

Pada aquascape natural tersebut, tidak digunakan filter. Tanaman menjadi bagian dari sistem penyaringan air. Setelah akuarium diisi air keran yang sudah dideklorinasi, tanaman terapung juga ditambahkan untuk membantu menyerap nitrat dan memperkuat tampilan alami.

Pompa air berukuran kecil digunakan untuk menciptakan pergerakan air. Setelah itu, penghuni pertama berupa siput Nite dimasukkan. Siput tersebut berfungsi sebagai pemakan alga sekaligus memakan daun tanaman yang membusuk.

Tanaman monstera kemudian ditambahkan. Akar tanaman dibersihkan dari tanah dengan hati-hati sebelum dipasang pada kaca akuarium. Posisi dibuat sedemikian rupa sehingga akar berada di dalam air, sementara bagian tanaman lainnya tetap berada di atas permukaan.

Lebih dari 100 udang Bloody Mary selanjutnya dimasukkan ke dalam ekosistem. Udang tersebut membantu mengatasi alga dan dapat menjadi sumber makanan bagi ikan. Perkembangbiakannya yang cepat juga menjadi bagian dari dinamika populasi dalam ekosistem.

Siput assassin turut ditambahkan untuk mengendalikan populasi siput lain yang kemungkinan terbawa bersama tanaman. Siput ini memangsa siput yang lebih kecil dan disebut tidak membahayakan Nite snail.

Berbagai jenis ikan kemudian dimasukkan secara bertahap. Ikan-ikan tersebut dipilih dari jenis yang dianggap dapat hidup bersama. Pemberian makanan dilakukan, termasuk menggunakan brine shrimp yang disebut memiliki kandungan protein tinggi.

Gangguan Substrat Memicu Ledakan Alga

Setelah berjalan cukup lama, tanaman mulai tumbuh dan kualitas air membaik. Namun, masalah muncul ketika substrat terganggu saat proses menangkap ikan dari akuarium lain.

Gangguan tersebut menyebabkan munculnya berbagai jenis alga. Dalam waktu 24 jam, air menjadi keruh dan alga terlihat tumbuh cukup intensif pada hampir seluruh tanaman.

Penanganan dilakukan tanpa menggunakan bahan kimia. Durasi pencahayaan dikurangi dari 8 jam menjadi 4 jam per hari. Jumlah makanan ikan juga dikurangi untuk sementara.

Baca Juga: Aquascape Pemula Tema Natural, Mulai dari Akuarium hingga Proses Planting

Pemberian makanan menjadi salah satu perhatian utama. Jika makanan masih tersisa di air atau permukaan selama beberapa menit, kondisi tersebut dianggap sebagai pemberian makanan berlebihan. Sebaliknya, makanan yang habis dikonsumsi ikan dalam hitungan detik dinilai lebih sesuai.

Sekitar satu bulan setelah penanganan tersebut, alga menghilang. Tidak ada tindakan tambahan selain mengurangi durasi pencahayaan dan jumlah makanan. Tanaman tetap berkembang dan kondisi air kembali hampir jernih.

Dalam perjalanan enam bulan, beberapa tanaman tidak mampu beradaptasi dengan baik, sementara tanaman lain justru tumbuh subur. Tanaman lotus bahkan berkembang cukup pesat hingga menutupi permukaan air sehingga perlu dipangkas untuk mendorong pertumbuhan tunas baru.

Dari perjalanan aquascape natural ini, terdapat empat pelajaran yang ditekankan, yakni tidak memberi makan ikan secara berlebihan, menghindari kepadatan ikan yang terlalu tinggi, memilih pencahayaan yang sesuai, serta tidak terlalu banyak mengganggu ekosistem.

Contoh tersebut bukan berarti semua akuarium harus berjalan tanpa filter atau tanpa pergantian air. Setiap ekosistem memiliki dinamika dan beban yang berbeda. Konsep ini menunjukkan salah satu cara sebuah akuarium dapat berkembang dengan mengandalkan keseimbangan antara tanaman, ikan, dan organisme di dalamnya.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Peace of nature
Aquascape Natural Tanaman Aquascape Ekosistem Akuarium Bloody Mary Shrimp aquascape