JAKARTA - Aquascape nano berukuran 30 x 20 x 20 cm dapat diubah menjadi tampilan Iwagumi dengan memanfaatkan pasir Malang, batu bobing, batu fosil, serta sejumlah tanaman air. Proses pembuatannya dilakukan bertahap, mulai dari menyiapkan dasar akuarium, menyusun hardscape, menanam tanaman, hingga melakukan maintenance.
Akuarium berukuran kecil tersebut menggunakan pasir Malang sebagai bagian dari dasar. Setelah pasir dimasukkan tipis, pembuat aquascape menambahkan bakteri starter secara merata. Bahan lain kemudian diberikan untuk membantu mengaktifkan bakteri pengurai sekaligus merangsang pertumbuhan akar tanaman.
Tahap berikutnya adalah pemberian pupuk dasar. Dalam proses tersebut digunakan Green Powder Base Fertilizer dan Tetra Initial Stick sebagai pupuk tancap. Setelah lapisan dasar siap, perhatian beralih pada penyusunan hardscape yang menjadi bagian penting dalam konsep Iwagumi.
Baca Juga: Aquascape Pemula Modal Rp160 Ribu Bisa Terlihat Mewah, Ini Cara Membuatnya
Menyusun Hardscape dengan Batu
Batu bobing dan batu fosil digunakan untuk membentuk tampilan utama aquascape. Penyusunan dilakukan dengan memperhatikan bentuk masing-masing batu. Pembuatnya menyebut setiap batu memiliki sisi atau “wajah” yang dapat dipilih untuk ditampilkan.
Tiga batu kemudian dipilih sebagai elemen dominan. Penataannya tidak hanya mempertimbangkan posisi batu secara langsung, tetapi juga membayangkan bagaimana batu tersebut terlihat apabila berada di alam.
Beberapa batu tambahan ditempatkan untuk memperkuat komposisi. Setelah susunan dianggap sesuai, detail hardscape diselesaikan sebelum proses penanaman dilakukan.
Untuk konsep Iwagumi, jenis tanaman yang digunakan tidak harus terlalu banyak. Dalam proses ini disebutkan sekitar tiga hingga lima jenis tanaman sudah cukup, meskipun penggunaan jenis yang lebih banyak tetap dimungkinkan.
Tanaman pertama yang digunakan adalah Glossostigma. Karena stoknya terbatas, tanaman tersebut ditanam satu per satu. Monte Carlo kemudian ditanam dengan cara serupa. Tanaman ini ditempatkan di area yang mendapat cahaya lebih banyak karena sebagian bagian akuarium tertutup bayangan batu besar.
Di bagian belakang ditanam Eleocharis montevidensis. Tanaman tersebut juga ditanam sedikit demi sedikit karena stoknya terbatas dan batangnya mudah patah. Sementara itu, Hydrocotyle tripartita digunakan di bagian lain.
Hydrocotyle tripartita memiliki pertumbuhan yang cepat sehingga perlu dipangkas secara rutin. Jika dibiarkan, tanaman tersebut dapat menyebar ke area lain dalam akuarium.
Setelah Dua Bulan Mulai Terbentuk
Setelah proses penanaman selesai, akuarium diisi air dan filter dipasang. Lebih dari satu bulan kemudian, tanaman mulai menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dan akuarium memasuki tahap maintenance yang lebih besar.
Perawatan meliputi mencuci filter, mengganti air, membersihkan alga pada kaca, serta memangkas tanaman yang tumbuh terlalu rimbun. Eleocharis montevidensis yang mulai tumbuh ke bagian depan dipotong agar tetap berada di area yang diinginkan.
Hydrocotyle tripartita juga dipangkas karena pertumbuhannya cepat. Alga cokelat yang menempel pada kaca dibersihkan menggunakan scraper. Jika lapisan alga belum terlalu tebal, pembersihan juga dapat dilakukan menggunakan spons atau tisu.
Setelah pembersihan dan pemangkasan selesai, filter dicuci kemudian dipasang kembali. Dalam video tersebut juga disebutkan penggunaan udang sebagai salah satu bagian dari perawatan akuarium.
Baca Juga: Aquascape Pemula Modal Rp160 Ribu Bisa Terlihat Mewah, Ini Cara Membuatnya
Setelah melewati sekitar dua bulan, tampilan aquascape nano mulai terbentuk. Monte Carlo terlihat sudah memenuhi area tanam, sedangkan Eleocharis montevidensis tumbuh subur. Hydrocotyle tripartita juga berkembang baik meski harus sering dipangkas.
Glossostigma masih belum sepenuhnya menutup area yang ditargetkan, tetapi seluruh tanaman disebut sudah hidup. Bucephalandra yang kemudian ditambahkan juga masih tumbuh dengan lebih lambat.
Setelah kondisi akuarium dinilai siap, ikan dimasukkan. Penghuni yang disebutkan terdiri dari delapan ekor cardinal tetra, lima ekor Corydoras, dan 15 ekor Pseudomugil gertrudae. Kondisi ikan setelah dimasukkan disebut tetap baik dan tidak menunjukkan stres.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa akuarium nano tidak berhenti pada tahap penyusunan awal. Setelah hardscape dan tanaman selesai dibuat, pemangkasan, pembersihan, pergantian air, serta perawatan filter menjadi bagian penting untuk mempertahankan bentuk aquascape.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula