JAKARTA - Aquascape Nano bertema natural dapat dibuat dengan konsep sederhana menggunakan akuarium berukuran kecil. Dalam sebuah tutorial, setup aquascape dirancang dengan akuarium berukuran panjang 30 cm, lebar 35 cm, dan tinggi 35 cm. Konsep tersebut memadukan hardscape batu dan kayu dengan beberapa jenis tanaman air.
Setup ini dibuat untuk memberikan gambaran kepada pemula yang masih bingung menentukan langkah awal dalam membangun aquascape. Peralatan yang digunakan juga dibuat menyesuaikan ukuran akuarium dan konsep natural yang sederhana.
Pada bagian pencahayaan, digunakan lampu model jepit dengan daya 6 watt. Filter yang digunakan merupakan jenis hang-on. Lampu dinyalakan selama sekitar 7–8 jam, sedangkan filter dioperasikan selama 24 jam.
Penggunaan lampu menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam setup tersebut. Karena aquascape dibuat tanpa injeksi CO2, penggunaan lampu dengan daya yang berlebihan dihindari. Penyesuaian tetap dilakukan berdasarkan tema dan jumlah tanaman yang digunakan.
Baca Juga: Aquascape Minimalis Tema Natural Bisa Dibuat dengan Empat Tanaman
Dasar Akuarium Disiapkan Lebih Dulu
Sebelum masuk ke tahap penyusunan hardscape, dasar akuarium dipersiapkan menggunakan beberapa komponen. Di antaranya rumah bakteri, bakteri starter, pupuk dasar, dan soil.
Rumah bakteri menjadi lapisan awal yang diletakkan di dasar akuarium. Setelah dituangkan, bahan tersebut dirapikan agar tidak terlihat dari sisi depan maupun samping akuarium. Bakteri starter kemudian ditambahkan sebelum pupuk dasar dan soil.
Dalam tutorial tersebut dijelaskan bahwa bakteri starter dan rumah bakteri digunakan sebagai bagian dari dasar aquascape. Bakteri tersebut membantu mengolah amonia sehingga akar tanaman tidak mudah membusuk dan dapat memperoleh nutrisi berupa nitrat dari proses pengolahan tersebut.
Pupuk dasar juga ditempatkan sebelum soil. Setelah itu, soil dituangkan dan dirapikan secara perlahan. Untuk akuarium berukuran tersebut, kebutuhan soil diperkirakan sekitar tiga liter agar bagian belakang memiliki lapisan yang cukup tebal.
Saat meratakan soil, pupuk dasar yang berada di bawah diusahakan tidak ikut naik ke permukaan. Tahapan ini dilakukan agar susunan lapisan dasar tetap sesuai dengan rancangan awal.
Setelah bagian dasar selesai, hardscape mulai dibentuk. Dua batu dengan ukuran berbeda digunakan untuk menciptakan variasi. Penempatan batu dilakukan di area tengah akuarium dengan tetap memberikan ruang untuk tanaman background serta area gerak ikan.
Sebuah kayu Rasamala berukuran kecil kemudian ditambahkan. Kayu tersebut telah direndam selama beberapa hari sehingga sudah dalam kondisi tenggelam ketika digunakan.
Baca Juga: Aquascape Minimalis Tema Natural Bisa Dibuat dengan Empat Tanaman
Penanaman Dimulai dari Background
Pemilihan tanaman menjadi bagian penting dalam Aquascape Nano tersebut. Pemula disarankan memilih tanaman yang mudah dirawat agar proses belajar tidak terlalu sulit.
Penanaman dilakukan setelah sedikit air dimasukkan ke dalam akuarium. Cara ini digunakan agar substrat yang sebelumnya sudah disusun tidak berantakan. Tanaman berukuran lebih panjang ditempatkan terlebih dahulu pada bagian belakang.
Tanaman dengan ukuran menengah kemudian diletakkan pada bagian tengah. Cryptocoryne menjadi salah satu tanaman yang digunakan untuk mengisi area tersebut. Sementara itu, bagian depan diisi tanaman yang lebih pendek, salah satunya Sagittaria subulata.
Anubias juga ditambahkan sebagai tanaman penghias hardscape. Penempatannya dibuat bertahap dengan ukuran yang berbeda sehingga pandangan ke dalam akuarium memiliki titik perhatian atau focal point.
Untuk membantu penanaman agar lebih rapi, pinset digunakan saat memasukkan tanaman ke substrat. Tanaman yang ditempatkan pada hardscape dapat dipasang menggunakan lem aquascape atau kabel ties.
Setelah seluruh tanaman tersusun, air dimasukkan secara perlahan hingga memenuhi akuarium. Filter hang-on kemudian dipasang. Dalam tutorial tersebut, penggunaan filter berukuran lebih besar disarankan karena dinilai dapat membantu air lebih cepat bersih.
Aquascape Nano yang sudah selesai tetap membutuhkan perawatan rutin. Penggantian air sekitar 30 persen dilakukan secara berkala. Busa filter juga perlu dicuci dan dapat diganti apabila kondisinya sudah membutuhkan penggantian.
Tanaman juga perlu mendapatkan nutrisi melalui pupuk cair. Jenis dan dosis pupuk disesuaikan dengan petunjuk penggunaan yang tersedia pada kemasan.
Bagi pemula, setup berukuran kecil seperti ini dapat menjadi tahap awal untuk mempelajari penyusunan hardscape, penanaman, hingga perawatan aquascape sebelum mencoba ukuran yang lebih besar.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : AQUA SHRIMP MEDAN