JAKARTA - Aquascape Iwagumi berukuran 30 x 20 x 20 sentimeter dibuat secara bertahap oleh Congbing dari channel Hobi Ombing. Prosesnya dimulai dari menyiapkan dasar akuarium, menyusun batu, menanam tanaman, melakukan perawatan, hingga memasukkan ikan setelah kondisi akuarium dinilai siap.
Akuarium berukuran kecil tersebut menggunakan pasir Malang sebagai bagian dari dasar. Setelah pasir dimasukkan tipis, Congbing menambahkan bakteri starter EDA bakter 100 secara merata. Ia juga menggunakan Romalin BC yang disebut berfungsi untuk membantu mengaktifkan bakteri pengurai dan merangsang pertumbuhan akar tanaman.
Setelah itu, pasir Malang kembali ditambahkan sebelum pupuk dasar Green Powder Base Fertilizer digunakan. Congbing juga memasukkan Tetra Initial Stick sebagai pupuk tancap.
Tahap berikutnya berfokus pada hardscape. Batu bobing dan batu fosil dipilih untuk membentuk komposisi utama. Penempatan batu tidak dilakukan secara sembarangan. Congbing terlebih dahulu melihat bagian batu yang dianggap memiliki tampilan paling menarik.
“Karena tiap batu itu dia punya wajah,” ujar Congbing dalam video. Bagian batu yang dinilai paling menarik kemudian diarahkan untuk terlihat dari sisi depan akuarium.
Penyusunan Batu Menjadi Bagian Utama
Tiga batu dipilih sebagai elemen yang cukup dominan. Setelah melihat kembali komposisinya, Congbing melakukan beberapa penyesuaian agar susunan batu terlihat lebih sesuai.
Ia juga mencoba membayangkan kondisi batu tersebut apabila berada di alam. Salah satu batu dibuat seolah-olah miring karena tertahan oleh batu lainnya. Beberapa batu tambahan kemudian ditempatkan untuk memberikan detail pada hardscape.
Setelah komposisi dianggap cukup, tahap penyusunan batu dinyatakan selesai. Proses kemudian dilanjutkan dengan penanaman tanaman.
Tanaman yang dipilih antara lain Glossostigma, Monte Carlo, Heliocharis montevidensis, dan Hydrocotyle tripartita. Glossostigma digunakan sebagai tanaman penutup bagian dasar. Karena persediaannya terbatas, penanaman dilakukan satu batang demi satu batang.
Untuk konsep Iwagumi, Congbing menyebut tidak perlu menggunakan terlalu banyak jenis tanaman. Menurutnya, tiga sampai lima jenis tanaman sudah cukup, meskipun jumlah tersebut bukan batas mutlak.
Monte Carlo juga ditanam secara bertahap. Tanaman tersebut dapat ditanam satu batang demi satu batang maupun dalam bentuk rumpun. Sementara itu, Heliocharis montevidensis ditempatkan di bagian belakang akuarium.
Proses penanaman dilakukan dengan hati-hati karena tanaman tersebut mudah patah. Persediaan tanaman yang terbatas juga membuat proses penanaman harus dilakukan sedikit demi sedikit.
Hydrocotyle tripartita kemudian ditempatkan di bagian lain. Tanaman ini disebut memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga membutuhkan pemangkasan rutin agar tidak menyebar ke area yang tidak diinginkan.
Setelah Lebih dari Dua Bulan
Setelah penanaman selesai, akuarium diisi air dan dipasangi filter. Lebih dari satu bulan kemudian, tanaman mulai menunjukkan perkembangan. Heliocharis montevidensis tumbuh semakin rimbun dan mulai menjalar ke bagian depan. Monte Carlo juga tumbuh rata, sedangkan Glossostigma masih belum sepenuhnya menutup bagian dasar.
Congbing kemudian melakukan maintenance dengan mengganti air, membersihkan filter, menghilangkan alga pada kaca, serta memangkas tanaman yang tumbuh terlalu lebat.
Bagian kaca yang terkena alga cokelat dibersihkan menggunakan spons, tisu, atau scraper. Tanaman yang tumbuh melewati area yang ditentukan juga dipangkas. Hydrocotyle tripartita dikurangi agar tetap tumbuh sesuai komposisi yang diinginkan.
Setelah perawatan selesai, ikan mulai dimasukkan ke dalam akuarium. Congbing memilih delapan ekor kardinal tetra, lima ekor koridoras, dan 15 ekor sedo mugil gertrudae.
Dalam perkembangan selanjutnya, kondisi ikan disebut sehat. Udang yang berada di dalam akuarium juga tumbuh lebih besar. Monte Carlo semakin penuh, Heliocharis montevidensis tumbuh subur, sedangkan Hydrocotyle tripartita tetap perlu dipangkas secara rutin karena pertumbuhannya cepat.
Bucephalandra turut ditambahkan meski pertumbuhannya disebut lebih lambat. Setelah lebih dari dua bulan, akuarium Iwagumi tersebut dinilai sudah cukup jadi. Hasil akhirnya memperlihatkan perubahan dari susunan hardscape sederhana hingga menjadi akuarium dengan tanaman yang lebih rimbun dan ikan di dalamnya.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Hobi Om Bing