JAKARTA - Aquascape Iwagumi tidak selalu membutuhkan desain yang rumit. Konsep yang mengutamakan batu sebagai elemen utama tersebut dapat dibuat secara sederhana dengan satu batu berukuran besar dan beberapa batu kecil sebagai pendukung. Pembuatan seperti ini juga dapat menggunakan tanaman yang lebih mudah dirawat.
Dalam video yang dibagikan, aquascape dibuat tanpa akar. Peralatan yang digunakan terdiri dari filter gantung dan lampu jepit berdaya 2,8 watt. Sementara itu, filter undergravel disebut juga dapat digunakan karena dinilai sudah cukup untuk kebutuhan filtrasi pada model aquascape tersebut.
Tahap awal pembuatan dilakukan dengan menyiapkan media yang berfungsi sebagai tempat koloni bakteri. Bagian ini dikenal sebagai rumah bakteri. Keberadaannya dianggap penting karena bakteri pengurai berperan dalam proses penguraian di dalam ekosistem aquascape.
Baca Juga: Aquascape Iwagumi Nano Berisi Batu dan Tanaman, Hasilnya Makin Rapi Setelah 2 Bulan
Rumah Bakteri untuk Menunjang Koloni
Rumah bakteri pada dasarnya merupakan tempat berongga yang memiliki banyak oksigen. Kondisi tersebut menjadi lingkungan yang memungkinkan bakteri pengurai berkoloni dengan baik.
Namun, koloni bakteri sebenarnya tidak hanya berada pada media yang secara khusus disebut rumah bakteri. Bakteri dapat berkoloni di berbagai permukaan dalam aquascape, mulai dari kaca, tanaman, batu hingga bagian dalam filter.
Penggunaan rumah bakteri berkaitan dengan kondisi media dasar. Ketika pasir Malang ditaruh cukup padat, bagian bawahnya berpotensi tidak mendapatkan oksigen. Dalam kondisi tersebut, bakteri tidak akan berkoloni dengan baik di bagian yang minim oksigen.
Karena itu, media yang memiliki rongga dapat membantu menyediakan ruang dengan kandungan oksigen. Dalam pembuatan ini digunakan batu kerikil sebagai rumah bakteri. Selain itu, tersedia pula media khusus yang memang dijual untuk fungsi tersebut.
Semakin banyak tempat yang dapat menjadi lokasi koloni bakteri, kondisi aquascape diharapkan semakin baik. Bakteri tersebut memiliki fungsi sebagai pengurai sehingga keberadaannya menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem.
Selain rumah bakteri, bakteri starter juga dapat digunakan. Bakteri starter yang biasa dijual dalam bentuk bubuk disebut bersifat opsional. Penggunaannya dapat membantu mempercepat pembentukan koloni bakteri, tetapi aquascape tetap dapat dibuat tanpa menggunakan produk tersebut.
Batu Menjadi Fokus Utama
Setelah media disiapkan, pasir Malang ditutup dan posisi batu ditentukan sesuai desain. Batu kemudian dapat direkatkan menggunakan lem Korea yang dibantu dengan media tisu. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi batu agar tidak mudah berpindah.
Desain kemudian dilanjutkan dengan pemasangan filter dan lampu. Setelah seluruh perangkat terpasang, air dimasukkan ke dalam akuarium. Proses tersebut dilakukan setidaknya selama satu malam sebelum tahap berikutnya.
Karena tidak menggunakan akar, tampilan aquascape menjadi lebih sederhana. Batu menjadi elemen yang paling menonjol, sedangkan tanaman digunakan untuk memberikan sentuhan hijau pada dasar akuarium.
Untuk konsep Iwagumi, tanaman karpet seperti Monte Carlo juga dapat digunakan. Namun, tanaman karpet disebut membutuhkan perhatian lebih karena dapat memerlukan CO2 dan pencahayaan yang cukup terang.
Baca Juga: Aquascape Iwagumi Nano Berisi Batu dan Tanaman, Hasilnya Makin Rapi Setelah 2 Bulan
Sebagai alternatif, pembuatan dalam video menggunakan moss lokal. Tanaman tersebut memiliki bentuk yang menyerupai karpet dan dapat dipelihara dengan metode low maintenance. Penggunaannya juga memungkinkan aquascape dirawat tanpa CO2, selama kebersihan tetap dijaga.
Perawatan Perlu Stabil
Setelah aquascape selesai, perawatan dilakukan dengan menjaga kondisi air dan pencahayaan. Durasi lampu disarankan tidak kurang dari enam jam dan tidak lebih dari 10 jam.
Stabilitas pencahayaan juga perlu diperhatikan. Selain itu, kebersihan akuarium harus dijaga dan penggantian air dilakukan secara rutin.
Dengan desain batu yang sederhana dan pilihan tanaman yang lebih mudah dirawat, Aquascape Iwagumi dapat dibuat dengan pendekatan low maintenance. Kunci utamanya tetap berada pada pengaturan peralatan, kondisi air, pencahayaan, serta kebersihan akuarium.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Aqua One Design