Aquascape Iwagumi 90 Cm Tumbuh Penuh dalam 2 Bulan, Ini Prosesnya

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB
Aquascape Iwagumi 90 cm ini berkembang selama dua bulan dengan Glosso, kardinal tetra, udang, dan susunan Seriu Stone. (PINTEREST)
Aquascape Iwagumi 90 cm ini berkembang selama dua bulan dengan Glosso, kardinal tetra, udang, dan susunan Seriu Stone. (PINTEREST)

JAKARTA - Aquascape Iwagumi berukuran 90 x 45 x 45 cm berhasil dikembangkan dengan konsep rock formation yang hanya mengandalkan batu, tanaman, dan pasir sebagai elemen utama. Setup tersebut memperlihatkan perkembangan tanaman karpet, ikan kardinal tetra, serta udang hingga kondisi akuarium dinilai cukup matang untuk dinikmati.

Dalam tutorial di kanal Hobi Umbing, pembuatan aquascape dimulai dengan menyiapkan lapisan dasar menggunakan pasir Malang. Beberapa material pendukung kemudian ditambahkan, antara lain ED Bakter 100, Tormalin BC, Bottom Plus, dan Tetra Initial Sticks.

Setelah material dasar ditutup kembali dengan pasir, tahap berikutnya adalah menyusun batu. Jenis batu yang digunakan ialah Seriu Stone. Batu dipilih berdasarkan bentuk yang dianggap paling menarik untuk membangun komposisi rock formation.

Penyusunan tidak dilakukan secara kaku. Pembuat aquascape mempertimbangkan bagaimana bentuk batu tersebut jika berada di alam. Susunan kemudian dapat diubah sedikit demi sedikit sampai komposisinya dianggap sesuai.

Baca Juga: Aquascape Iwagumi Nano dari Nol hingga Jadi, Perubahan Tanaman Terlihat Jelas

Menata Batu dan Menanam Tanaman Karpet

Konsep Iwagumi dalam setup ini tidak menggunakan kayu. Fokus visual berada pada susunan batu dan tanaman. Setelah posisi batu dianggap pas, pasir diratakan dan bagian yang menempel pada batu dibersihkan.

Sebelum proses penanaman, pasir dibasahi terlebih dahulu hingga cukup lembap. Tanaman yang digunakan pada bagian depan dan belakang salah satunya adalah Glossostigma atau Glosso. Tanaman ini dipilih sebagai tanaman karpet.

Penanaman Glosso dapat dilakukan satu batang demi satu batang atau beberapa batang sekaligus. Metodenya disesuaikan dengan jumlah tanaman yang tersedia. Jika stok terbatas, tanaman ditanam satu per satu. Sementara jika stok cukup banyak, beberapa batang dapat digabung.

Tanaman lain yang digunakan ialah Pogostemon helferi atau daunoi. Pada bagian belakang juga terlihat Echinodorus tenellus dan hair grass yang mulai tumbuh seiring perkembangan setup.

Setelah sekitar satu minggu, pertumbuhan Glosso mulai terlihat. Namun, pada tahap tersebut muncul alga berwarna kecokelatan di sejumlah bagian batu dan area tanaman.

Untuk membantu mengatasi alga tersebut, keong dimasukkan ke dalam akuarium. Keong dapat langsung dimasukkan atau diletakkan di dekat batu yang memiliki alga. Udang kemudian ikut ditambahkan dalam tahap perkembangan berikutnya.

Pertumbuhan tanaman terus mengalami perubahan. Setelah sekitar dua minggu, Glosso terlihat semakin banyak dan mulai lebih rapat. Memasuki satu bulan, tanaman karpet tersebut kembali menunjukkan perkembangan dengan kondisi yang lebih memenuhi area dasar.

Kardinal Tetra Ditambahkan ke Akuarium

Setelah kondisi aquascape berkembang lebih baik, ikan kardinal tetra mulai dimasukkan. Sebelum masuk ke akuarium, ikan terlebih dahulu menjalani proses aklimatisasi dengan mencampurkan air secara bertahap untuk menyesuaikan kondisi air.

Pada awal masuk, warna ikan belum terlalu terlihat. Namun, setelah sekitar satu minggu, warna kardinal tetra mulai tampak lebih jelas. Pergerakan ikan juga disebut normal dan tidak menunjukkan kondisi stres.

Keberadaan ikan menjadi salah satu elemen yang memperkuat tampilan Aquascape Iwagumi. Warna biru dan merah pada kardinal tetra terlihat kontras dengan lingkungan akuarium.

Baca Juga: Aquascape Iwagumi Nano dari Nol hingga Jadi, Perubahan Tanaman Terlihat Jelas

Seiring waktu, batu juga semakin bersih dari alga kecokelatan. Keong dan udang membantu membersihkan bagian tersebut. Setelah sekitar satu setengah bulan, karpet Glosso sudah memenuhi area yang ditanam, sementara pertumbuhan Echinodorus tenellus masih ditunggu agar bagian belakang semakin penuh.

Perawatan dilakukan dengan mengganti air sekitar satu minggu sekali. Kotoran di permukaan dapat disedot secara perlahan menggunakan alat penyedot atau surface skimmer. Bagian bawah juga dibersihkan dengan hati-hati agar tanaman tidak ikut tercabut.

Filter dicuci sekitar satu bulan sekali. Perawatan tersebut dilakukan sambil mengamati kondisi ikan, tanaman, dan kejernihan air.

Setelah sekitar dua bulan, setup dinilai sudah cukup berkembang. Tanaman telah hidup dengan baik, filter dianggap sudah berjalan, dan ikan berada dalam kondisi yang dinilai bagus. Dari 100 ekor kardinal tetra yang awalnya dimasukkan, jumlahnya kemudian berkurang menjadi kurang dari 50 ekor karena sebagian telah terjual.

Pembuat video menyebut setup ini sebagai pengalaman pertama membuat Iwagumi pada akuarium berukuran 90 cm. Meski masih mengakui adanya kekurangan, hasil akhirnya dinilai cukup memuaskan karena tanaman dapat tumbuh dan kondisi keseluruhan akuarium sudah dapat dinikmati.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Hobi Om Bing
Iwagumi Glossostigma Aquascape Iwagumi Seriu Stone aquascape