JAKARTA - Cara merawat ikan cupang membutuhkan perhatian pada wadah, kualitas air, pergantian air, hingga pemberian pakan. Perawatan yang tepat disebut dapat membantu menjaga kesehatan ikan sekaligus mencegah kerusakan pada sirip dan ekornya yang halus.
Ikan cupang menjadi salah satu ikan hias yang banyak dipelihara karena memiliki bentuk tubuh yang menarik dan warna yang beragam. Perawatannya juga relatif mudah dibandingkan sejumlah hewan peliharaan lainnya. Meski demikian, pemilik tetap perlu memperhatikan kondisi tempat tinggal dan kebutuhan ikan agar tidak mengalami masalah.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan wadah. Ikan cupang dapat hidup di akuarium dengan berbagai ukuran, tetapi wadah kecil disebut lebih sesuai. Salah satu ukuran yang dicontohkan adalah wadah dengan diameter sekitar 20 cm dan tinggi 15 cm.
Agar tampilan tempat tinggal ikan lebih menarik, pemilik dapat menambahkan batu-batu kecil atau tanaman palsu. Aksesori tersebut dapat membuat wadah terlihat lebih berwarna tanpa harus mengubah perawatan utama ikan.
Baca Juga: Short Course AI untuk Guru Digelar di Blitar, 50 Pendidik Bakal Dibekali Strategi Memanfaatkan Kecer
Perhatikan Air dan Volume Wadah
Kualitas air menjadi bagian penting dalam cara merawat ikan cupang. Air tawar dari sumur disarankan karena karakteristiknya disebut tidak jauh berbeda dengan habitat asli ikan cupang, seperti sawah dan rawa-rawa.
Jika air sumur tidak tersedia, air PDAM dapat digunakan. Namun, penggunaan air yang mengandung chloramin dan klorin perlu dihindari karena disebut dapat berbahaya bagi ikan cupang.
Volume air juga perlu diperhatikan, terutama ketika menggunakan wadah tanpa penutup. Air disarankan hanya diisi sekitar 40 persen dari wadah. Tujuannya untuk mengurangi risiko ikan melompat keluar.
Saat memindahkan ikan cupang ke wadah baru, prosesnya harus dilakukan secara hati-hati. Ikan sebaiknya dipindahkan menggunakan wadah yang juga berisi sedikit air. Air lama juga tidak disarankan langsung diganti seluruhnya. Mencampurkan air lama dengan air baru dapat membantu ikan menyesuaikan diri.
Pemilik juga perlu menghindari penggunaan jaring atau menyentuh tubuh ikan secara langsung. Sirip ikan cupang yang halus berisiko mengalami kerusakan jika proses pemindahan dilakukan secara kasar.
Pergantian air menjadi perawatan berikutnya yang perlu diperhatikan. Dalam transkrip tersebut, pergantian air disebut dapat dilakukan setiap tiga hari sekali. Sebelum membersihkan wadah, ikan dipindahkan terlebih dahulu ke tempat penyimpanan sementara.
Wadah kemudian dibersihkan dari kotoran dan lendir yang menempel. Sabun atau deterjen tidak boleh digunakan karena dapat meracuni ikan. Pembersihan cukup dilakukan menggunakan spons, termasuk pada batu dan aksesori yang berada di dalam akuarium.
Setelah wadah bersih, air baru dimasukkan. Air tersebut perlu dibiarkan beberapa saat agar suhunya sesuai dengan suhu kamar sebelum ikan cupang dikembalikan.
Pakan dan Perawatan Ikan
Menjemur ikan juga disebut sebagai salah satu cara merawat ikan cupang agar warnanya tetap bagus. Aktivitas tersebut bertujuan membuat ikan lebih segar sekaligus membantu membunuh bakteri dan jamur pada kulit serta wadahnya.
Penjemuran dilakukan sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 selama 15–30 menit dan tidak perlu dilakukan terlalu sering. Ikan cupang dengan warna kulit yang didominasi hitam disebut tidak perlu dijemur karena dapat panik dan stres. Jika ikan terlihat panik, segera pindahkan ke tempat teduh.
Pemberian pakan bernutrisi juga menjadi bagian penting. Pakan berupa makhluk hidup disebut dapat membantu pertumbuhan ikan lebih baik dibandingkan pakan kering. Beberapa pilihan yang disebut antara lain kutu air, udang, jentik nyamuk, ulat, dan cacing.
Pemberian makanan tidak perlu dilakukan terlalu sering. Ikan cupang cukup diberi makan dua kali sehari. Selain pakan, daun ketapang dan daun jati juga disebut dapat diberikan sebagai vitamin. Daun ketapang khususnya dapat membantu ikan yang mengalami luka dengan mengoptimalkan kondisi air dalam akuarium untuk proses pemulihan.
Baca Juga: Short Course AI untuk Guru Digelar di Blitar, 50 Pendidik Bakal Dibekali Strategi Memanfaatkan Kecer
Untuk ikan cupang yang terluka, garam ikan hias juga disebut dapat digunakan. Garam berfungsi sebagai penyeimbang osmosis dan dipercaya membantu menstabilkan metabolisme ikan. Takaran yang disebut dalam transkrip adalah 0,1 persen dari volume air atau sekitar 10 gram garam untuk satu liter air.
Perawatan terakhir yang dibahas adalah penggunaan metil biru. Bahan tersebut disebut dapat membantu mempercepat pertumbuhan kembali sirip ikan cupang yang patah, bahkan dalam waktu kurang dari seminggu.
Dengan memperhatikan wadah, air, kebersihan, pakan, serta kondisi ikan, pemeliharaan cupang dapat dilakukan secara lebih teratur. Perawatan yang hati-hati juga penting untuk menjaga sirip dan ekor ikan tetap dalam kondisi baik.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Zona Ikan