Cara Merawat Ikan Cupang agar Sirip Tak Rusak, Air hingga Pakan Perlu Diperhatikan

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 15:09 WIB
Cara merawat ikan cupang perlu memperhatikan air, wadah, pakan, pergantian air, hingga penanganan ikan yang terluka. (PINTEREST)
Cara merawat ikan cupang perlu memperhatikan air, wadah, pakan, pergantian air, hingga penanganan ikan yang terluka. (PINTEREST)

JAKARTA - Cara merawat ikan cupang tidak cukup hanya dengan memberikan makanan. Kondisi wadah, kualitas air, cara memindahkan ikan, hingga kebersihan akuarium juga perlu diperhatikan. Perawatan yang kurang tepat dapat membuat sirip dan ekor ikan cupang mengalami kerusakan.

Ikan cupang dikenal sebagai ikan hias dengan bentuk tubuh dan warna yang menjadi daya tarik tersendiri. Perawatannya relatif mudah, sehingga ikan ini kerap dipilih untuk dipelihara. Namun, kemudahan tersebut bukan berarti ikan cupang bisa dibiarkan tanpa perawatan yang teratur.

Langkah pertama adalah menyiapkan wadah yang sesuai. Ikan cupang dapat hidup di akuarium dengan berbagai ukuran. Namun, wadah berukuran kecil disebut lebih baik untuk digunakan. Salah satu contoh yang diberikan adalah wadah berdiameter sekitar 20 sentimeter dengan tinggi 15 sentimeter.

Wadah tersebut juga dapat diberi tambahan batu-batu kecil atau tanaman palsu. Selain membuat tempat tinggal ikan terlihat lebih menarik, aksesori tersebut menjadi bagian dari penataan akuarium.

Baca Juga: Dugaan Pelibatan Pelajar di Aksi KONI Kota Blitar Dilaporkan ke Polisi

Air Menjadi Bagian Penting

Kualitas air merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan ikan cupang. Air tawar dari sumur disarankan karena karakteristiknya dinilai tidak jauh berbeda dengan habitat ikan cupang, seperti sawah dan rawa-rawa.

Apabila air sumur tidak tersedia, air PDAM dapat menjadi pilihan. Namun, air yang mengandung chloramin dan klorin disebut perlu dihindari karena dapat membahayakan ikan cupang.

Volume air juga tidak boleh diabaikan. Pada wadah yang tidak memiliki penutup, air disarankan hanya sekitar 40 persen dari kapasitas wadah. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan ikan melompat keluar.

Cara memindahkan ikan juga membutuhkan perhatian khusus. Saat hendak memasukkan ikan cupang ke wadah baru, pemilik disarankan menggunakan wadah yang berisi sedikit air. Air lama sebaiknya tidak langsung dibuang seluruhnya, melainkan dicampurkan dengan air baru agar ikan lebih mudah menyesuaikan diri.

Pemilik juga perlu menghindari penggunaan jaring ikan ataupun menyentuh tubuh ikan secara langsung. Sirip cupang yang halus dapat mengalami kerusakan apabila proses pemindahan dilakukan tanpa hati-hati.

Pergantian air dapat dilakukan setiap tiga hari sekali. Sebelum wadah dibersihkan, ikan terlebih dahulu dipindahkan ke tempat sementara menggunakan wadah kecil bersama sedikit air.

Setelah ikan dipindahkan, kotoran dan lendir yang menempel pada wadah dibersihkan. Sabun maupun deterjen tidak dianjurkan digunakan karena dapat meracuni ikan. Pembersihan cukup menggunakan spons, termasuk untuk membersihkan batu dan aksesori lain di dalam wadah.

Air kemudian diisi kembali setelah wadah bersih. Sebelum ikan dimasukkan, air perlu dibiarkan beberapa saat agar suhunya sesuai dengan suhu kamar.

Pakan Bernutrisi dan Perawatan Luka

Pemberian makanan menjadi bagian lain yang tidak kalah penting. Pakan berupa makhluk hidup disebut dapat membantu pertumbuhan ikan cupang lebih baik dibandingkan pakan kering. Beberapa jenis makanan yang disebut antara lain kutu air, udang, jentik nyamuk, ulat, dan cacing.

Pemberian pakan tidak perlu terlalu sering. Ikan cupang cukup diberi makan dua kali sehari. Selain makanan, daun ketapang dan daun jati juga dapat diberikan. Daun ketapang disebut dapat membantu ikan yang terluka karena dapat mengoptimalkan kondisi air dalam akuarium untuk mendukung pemulihan luka.

Penjemuran juga disebut sebagai salah satu bagian perawatan. Kegiatan ini bertujuan membuat ikan lebih segar sekaligus membantu membunuh bakteri dan jamur pada kulit serta wadahnya.

Ikan cupang dapat dijemur sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 selama 15–30 menit. Penjemuran tidak perlu dilakukan terlalu sering. Untuk cupang yang warna kulitnya didominasi hitam, penjemuran disebut tidak diperlukan karena ikan dapat panik dan stres.

Jika ikan menunjukkan tanda-tanda panik ketika dijemur, segera pindahkan ke tempat yang teduh hingga kembali nyaman.

Untuk ikan yang mengalami luka, garam ikan hias juga disebut dapat digunakan. Takaran yang disampaikan adalah 0,1 persen dari volume air atau setara dengan 10 gram garam untuk satu liter air.

Sementara itu, metil biru disebut dapat digunakan untuk membantu mempercepat pertumbuhan sirip cupang yang patah. Pertumbuhan kembali sirip bahkan disebut dapat berlangsung kurang dari seminggu.

Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa cara merawat ikan cupang membutuhkan perhatian mulai dari lingkungan tempat tinggal hingga asupan makanan. Penanganan yang hati-hati menjadi bagian penting agar ikan tetap terjaga dan siripnya tidak mudah rusak.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Zona Ikan
cara merawat ikan cupang ikan cupang pakan ikan cupang perawatan ikan cupang sirip ikan cupang