JAKARTA - Cara merawat ikan cupang tidak hanya berkaitan dengan wadah dan kualitas air, tetapi juga pemilihan pakan. Dalam sebuah video YouTube, Gio Maulana membahas lima jenis pakan hidup yang dapat diberikan kepada ikan cupang, mulai dari kutu air, artemia, cacing sutra, cacing darah, hingga jentik nyamuk.
Pemilihan makanan perlu disesuaikan dengan usia ikan. Pakan yang cocok untuk anak cupang belum tentu sesuai untuk ikan yang sudah dewasa. Selain itu, kebersihan pakan hidup juga perlu diperhatikan agar tidak membawa kotoran atau bakteri yang dapat membahayakan ikan.
Dalam video tersebut, kutu air atau Moina disebut sebagai salah satu pakan alami yang cocok untuk anak ikan cupang. Kutu air merupakan zooplankton berukuran kecil yang masih dapat dilihat dengan mata. Habitatnya disebut berada di sawah atau selokan yang tidak terlalu kotor.
Ukuran kutu air yang kecil membuatnya sesuai dengan mulut anak ikan cupang. Kandungan protein di dalamnya juga disebut cukup tinggi. Gerakan kutu air dapat membuat anak ikan lebih aktif ketika mengejar pakan.
Namun, pakan tersebut dinilai kurang cocok untuk cupang dewasa karena ukurannya terlalu kecil. Ikan dewasa disebut tidak dapat memakan kutu air dalam jumlah yang optimal.
Baca Juga: Desil Naik, Dinsos Kota Blitar Usulkan Status Lansia Diturunkan
Artemia dan Cacing Sutra untuk Pertumbuhan
Artemia menjadi alternatif lain, terutama untuk anak ikan cupang. Pakan ini merupakan sejenis udang air asin yang disebut memiliki kandungan asam lemak tak jenuh, protein tinggi, serta berbagai asam amino esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
Artemia juga dapat digunakan sebagai alternatif apabila penghobi kesulitan mendapatkan kutu air. Dalam video, artemia disebut tersedia dalam bentuk telur berukuran sangat kecil.
Telur tersebut dapat ditetaskan dengan tambahan garam dan aerasi atau gelembung udara. Setelah sekitar 24 jam, telur akan berubah menjadi udang kecil yang bergerak.
Pakan berikutnya adalah cacing sutra atau cacing rambut. Pakan alami ini memiliki ukuran sekitar 1 hingga 3 sentimeter dan dapat diberikan kepada ikan cupang dari anakan hingga dewasa karena ukurannya dinilai sesuai dengan mulut ikan.
Cacing sutra disebut memiliki kandungan protein, karbohidrat, dan lemak yang tinggi sehingga dapat membantu pertumbuhan ikan. Meski demikian, pemberiannya tidak disarankan secara berlebihan.
Menurut penjelasan dalam video, cupang dewasa yang terus-menerus diberi cacing sutra tanpa diselingi pakan hidup lain dapat mengalami perut buncit. Karena itu, pakan tersebut dapat diselingi dengan jenis lain seperti kutu air atau jentik nyamuk.
Cacing sutra hidup juga membutuhkan air bersih dan oksigen yang cukup. Jika kondisi tersebut tidak terpenuhi, cacing dapat cepat mati dan menimbulkan bau menyengat. Bagi penghobi yang ingin lebih praktis, cacing sutra juga tersedia dalam bentuk kering.
Cacing Darah dan Jentik Nyamuk
Cacing darah atau bloodworm menempati urutan berikutnya dalam daftar pakan hidup yang dibahas. Pakan ini disebut memiliki protein tinggi sehingga mudah dicerna ikan cupang.
Selain protein, cacing darah mengandung lemak yang disebut dapat membantu pertumbuhan ikan. Kandungan pigmen karoten di dalamnya juga disebut dapat membantu mencerahkan warna ikan hias.
Cacing darah tersedia dalam kondisi hidup maupun beku. Bentuk beku dinilai lebih awet dan praktis, meski kandungan cacing hidup disebut lebih baik dibandingkan cacing beku.
Baca Juga: Desil Naik, Dinsos Kota Blitar Usulkan Status Lansia Diturunkan
Sementara itu, jentik nyamuk ditempatkan sebagai pakan hidup yang dianggap paling baik dalam video tersebut. Salah satu alasannya adalah jentik nyamuk mudah ditemukan dan bahkan dapat diternakkan sendiri.
Jentik nyamuk juga disebut memiliki kandungan protein yang sangat tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan ikan cupang. Namun, penghobi perlu memperhatikan kebersihannya karena habitat jentik biasanya berada di perairan yang kotor.
Sampah dan belatung yang tercampur perlu dipisahkan. Jentik kemudian dipindahkan ke air bersih dan dalam video disarankan diberi cairan biru atau metilin blue untuk mensterilkannya dari bakteri yang berpotensi membahayakan ikan.
Pada akhirnya, cara merawat ikan cupang melalui pemberian pakan hidup perlu menyesuaikan jenis makanan dengan usia ikan. Kebersihan pakan juga menjadi bagian penting agar makanan yang diberikan tidak justru membawa masalah bagi ikan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Gio Maulana