Rumah Mungil 36 Meter Persegi di Lahan 80 M², Desainnya Bikin Terasa Lebih Lega

Arsya Aulia Velinka Putri • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 19:42 WIB
Rumah mungil 36 meter persegi di lahan 80 m² ini memakai konsep Scandinavian-Industrial, taman hijau, plafon tinggi, dan penyimpanan multifungsi.
Rumah mungil 36 meter persegi di lahan 80 m² ini memakai konsep Scandinavian-Industrial, taman hijau, plafon tinggi, dan penyimpanan multifungsi.

 

JAKARTA - Rumah mungil dengan luas bangunan 36 meter persegi tetap bisa terasa nyaman jika setiap ruang dirancang sesuai kebutuhan. Salah satunya rumah milik Misty yang berdiri di atas lahan 80 meter persegi.

Rumah tersebut memiliki ukuran lahan sekitar 7 meter dengan panjang 11 hingga 11,5 meter. Sementara bangunannya dibuat dengan lebar sekitar 6 meter karena sengaja menyisakan area di sisi rumah.

Misty yang merupakan seorang arsitek memilih konsep Scandinavian yang dipadukan dengan sentuhan industrial. Pemilihan warna dan material juga mempertimbangkan kemudahan perawatan.

Bagian depan rumah didominasi warna abu-abu, hitam, dan nuansa alami. Menurut Misty, penggunaan warna tersebut dipilih agar rumah tidak membutuhkan terlalu banyak perawatan seperti ketika menggunakan warna putih.

Taman Hijau Jadi Bright Spot

Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah taman di depan rumah. Area tersebut sengaja dibuat tetap hijau untuk memberikan kontras dengan fasad rumah yang didominasi warna abu-abu.

Baca Juga: Kebakaran TPA Kota Blitar Diantisipasi, DLH Perketat Pengawasan saat Kemarau

Taman dibuat sendiri oleh Misty dengan konsep DIY. Area tanah digali sekitar 10 sentimeter, kemudian diberi batu dan PVC decking.

Untuk tanaman, digunakan Brazilian fern yang dinilai cocok untuk taman berukuran tidak terlalu besar. Ada pula tanaman pakis yang dibiarkan tumbuh untuk memberikan kesan lebih rimbun.

Dinding pagar menggunakan roster, sementara bagian tertentu memakai adhesive brick sebagai secondary skin. Material tersebut dipilih untuk membantu mengurangi kebutuhan perawatan pada dinding.

Rumah juga memiliki koridor di sisi bangunan dengan lebar sekitar satu meter. Jalur ini dapat digunakan untuk membawa barang, membuang sampah, hingga akses ketika ada pekerjaan perbaikan rumah tanpa harus melewati bagian dalam.

Interior Dibuat Tinggi

Masuk ke dalam rumah, area keluarga sekaligus menjadi ruang tamu karena tidak tersedia ruang tamu khusus. Interiornya menggunakan konsep yang lebih colorful dengan perpaduan warna kayu, biru, hijau, dan ungu.

Baca Juga: Rabies Kota Blitar Masih Aman, DKPP Tingkatkan Kewaspadaan dan Kendalikan Populasi Kucing

Misty memberikan tips bagi pemilik rumah yang ingin menggunakan banyak warna. Warna dasar furnitur sebaiknya dibuat senada terlebih dahulu, kemudian warna-warna lain bisa digunakan sebagai aksen.

Rumah ini juga dibuat dengan plafon yang tinggi. Pada bagian tertentu, ketinggian ruang mencapai sekitar 5,5 meter. Konsep tersebut dipilih agar rumah mungil terasa lebih lega sekaligus membantu sirkulasi udara.

Untuk pintu, Misty juga memilih ukuran yang lebih tinggi dari standar umum untuk menciptakan kesan ruang yang lebih besar. Bukaan rumah lebih banyak diarahkan ke sisi dan belakang untuk mengurangi bukaan langsung dari bagian depan.

Dapur dan Ruang Penyimpanan

Area dapur memiliki lebar sekitar 1,8 meter. Karena ukurannya terbatas, dibuat island memanjang sebagai tambahan area untuk menyiapkan makanan.

Misty juga memaksimalkan penyimpanan dengan memanfaatkan rak dan kabinet yang dibuat tinggi. Cara tersebut membuat lebih banyak barang dapat disimpan tanpa memenuhi area lantai.

Baca Juga: Rabies Kota Blitar Masih Aman, DKPP Tingkatkan Kewaspadaan dan Kendalikan Populasi Kucing

Pada kamar utama, tempat tidur menggunakan model yang memiliki ruang penyimpanan di bagian bawah. Area tersebut dapat digunakan untuk menyimpan berbagai barang sehingga kamar tidak membutuhkan terlalu banyak furnitur.

Kamar kedua memiliki ukuran sekitar 3 x 2,5 meter dan direncanakan sebagai ruang kerja, wardrobe, sekaligus tempat penyimpanan. Untuk ruangan dengan ukuran tersebut, penggunaan furnitur built-in dinilai dapat membantu membuat tampilan lebih rapi.

Tetap Punya Taman Belakang

Meski luas bangunannya hanya 36 meter persegi, rumah ini tetap menyisakan area belakang sekitar 1,3 meter. Ruang tersebut dimanfaatkan sebagai taman kecil sekaligus membantu memaksimalkan ventilasi.

 

Bagian belakang menggunakan konsep dry garden karena jaraknya cukup dekat dengan bangunan. Konsep tersebut juga membantu mengurangi cipratan air ke dinding rumah.

Area taman belakang kemudian terhubung dengan koridor samping. Di bagian ini terdapat service area yang digunakan sebagai tempat mencuci dan menjemur pakaian.

Menariknya, area laundry ditempatkan di sudut sehingga tidak langsung terlihat dari ruang makan maupun area utama rumah. Perbedaan warna pada area tersebut juga digunakan sebagai pembatas visual tanpa harus membuat sekat fisik.

Rumah ini dibeli Misty dalam kondisi siap huni dan kemudian disesuaikan sejak proses pembangunan. Harga rumah yang disebut dalam video mencapai Rp360 juta. Misty memilih rumah tersebut karena ingin memiliki hunian sendiri tanpa menggunakan skema kredit dan masih dapat memasukkan sebagian kebutuhan desain pribadinya.

Dari rumah mungil tersebut, Misty membagikan beberapa pertimbangan untuk hunian berukuran kecil. Menurutnya, tinggi ruang menjadi salah satu hal yang penting agar sirkulasi terasa lebih nyaman.

Selain itu, pintu yang lebih tinggi dapat memberikan ilusi ruang yang lebih besar. Ia juga menyarankan agar pemilik rumah mungil tetap menyisakan sebagian lahan untuk taman jika memungkinkan.

Dengan luas bangunan yang terbatas, pemanfaatan ruang secara tepat menjadi kunci agar rumah tetap nyaman. Taman, penyimpanan vertikal, furnitur multifungsi, hingga plafon tinggi dapat digunakan untuk membuat hunian mungil terasa lebih lega.

 

Source: Youtube/@RizkiAbadi

Editor : Arsya Aulia Velinka Putri
taman minimalis taman rumah minimalis