JAKARTA - Cara membuat aquascape untuk pemula perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari menyiapkan akuarium, substrat, tanaman, air, hingga menentukan waktu yang tepat untuk memasukkan ikan. Setiap tahap perlu diperhatikan agar ekosistem dalam akuarium dapat berkembang dengan baik.
Dalam video yang disampaikan Candil, langkah pertama yang perlu disiapkan adalah akuarium. Ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Akuarium juga sebaiknya diletakkan di atas meja yang kokoh dan diberi alas empuk seperti stereofom, kain, atau karet.
Tahap berikutnya adalah menyiapkan substrat atau dasar akuarium. Beberapa pilihan yang disebutkan antara lain pasir malang, pasir silika, dan soil. Untuk pemula, pasir malang disarankan karena harganya relatif murah dan memiliki warna gelap yang disebut sesuai dengan habitat alami ikan.
Sebelum digunakan, pasir malang perlu dicuci untuk membersihkan kotoran dan parasit. Pasir dapat dibilas sebanyak dua hingga tiga kali, kemudian direndam menggunakan air mendidih. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu membunuh kuman dan parasit.
Batu apung juga dapat ditambahkan sebagai tempat bagi bakteri baik yang berguna dalam ekosistem akuarium. Batu tersebut perlu dibersihkan dan direndam dengan air mendidih sebelum digunakan.
Baca Juga: Bengkel Sastra SMPN 1 Doko Jadi Ruang Kreatif Siswa, Dari Bongkar Pasang Diksi hingga Raih Prestasi
Pilih Tanaman yang Mudah Dirawat
Pemilihan tanaman menjadi tahap berikutnya dalam cara membuat aquascape. Untuk pemula, Candil menyarankan tanaman yang tidak membutuhkan perawatan rumit, terutama yang kebutuhan cahaya, CO2, dan nutrisinya relatif santai.
Beberapa tanaman yang disebutkan antara lain Vallisneria, Java fern, Java moss, Bacopa monnieri, dan Anubias. Tanaman yang akan digunakan juga perlu dicuci terlebih dahulu.
Kondisi air turut menjadi bagian penting. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa air yang digunakan harus diperhatikan karena kondisi air dapat berpengaruh terhadap ikan. Air isi ulang disebut sebagai salah satu pilihan. Alternatif lainnya adalah air tanah yang diendapkan selama 24 jam.
Air PDAM juga dapat digunakan setelah dicampur dengan larutan antiklorin. Setelah menunggu sekitar 15 menit, air tersebut disebut sudah dapat digunakan.
Setelah bahan siap, pengisian akuarium dilakukan secara bertahap. Lapisan dasar dapat diberi substrat dan tambahan bibit bakteri atau probiotik. Produk tersebut tersedia dalam bentuk bubuk maupun cairan dan digunakan untuk membantu mempercepat pertumbuhan bakteri baik.
Lapisan berikutnya dapat diisi batu apung, kemudian pasir malang hingga menutupi batu tersebut. Pupuk dasar juga dapat ditambahkan sebagai nutrisi tanaman. Setelah itu, pasir malang diisi hingga memiliki ketebalan minimal 5 sentimeter agar tanaman lebih mudah ditancapkan.
Air kemudian dimasukkan secukupnya untuk memudahkan proses penanaman. Setelah tanaman tertata, akuarium dapat kembali diisi hingga penuh.
Jangan Terburu-buru Memasukkan Ikan
Salah satu hal yang perlu diperhatikan setelah membuat aquascape adalah waktu memasukkan ikan. Kesalahan yang sering terjadi adalah memasukkan ikan dalam jumlah banyak ketika akuarium baru selesai dibuat.
Menurut penjelasan dalam video, akuarium yang baru dibuat masih berisiko memiliki kandungan amonia tinggi karena bakteri pengurai belum berkembang. Ikan sebaiknya dimasukkan setelah menunggu minimal tiga hari, sedangkan waktu ideal yang disebutkan adalah 14 hari untuk proses nitrogen cycle.
Pertumbuhan bakteri dapat dibantu dengan menyalakan filter atau aerator. Sebelum ikan dimasukkan, lakukan water change secukupnya untuk mengurangi endapan kotoran di permukaan.
Ikan juga tidak langsung dimasukkan begitu saja. Ikan perlu dibiarkan beradaptasi dengan suhu air selama kurang lebih lima menit agar tidak mengalami stres.
Untuk pemula, ikan yang cinta damai dan tahan banting seperti guppy, platy, dan molly dapat menjadi pilihan. Bottom feeder seperti Corydoras, keong turbo, dan udang RCS juga dapat ditambahkan. Namun, penggunaannya sebaiknya menunggu hingga akuarium mulai ditumbuhi lumut karena menjadi salah satu makanan utama bagi hewan tersebut.
Baca Juga: Bengkel Sastra SMPN 1 Doko Jadi Ruang Kreatif Siswa, Dari Bongkar Pasang Diksi hingga Raih Prestasi
Perawatan berikutnya adalah water change. Penggantian air dilakukan untuk mengurangi zat amonia yang beracun bagi ikan. Namun, penggantian air tidak disarankan dilakukan terlalu sering atau dalam jumlah terlalu banyak karena dapat membuat ikan stres. Untuk setup awal, jumlah yang disebutkan sekitar 20 persen dari kapasitas air.
Selain air, pencahayaan juga harus diperhatikan. Lampu dibutuhkan untuk kesehatan ikan dan tanaman, tetapi cahaya berlebihan dapat memicu pertumbuhan lumut. Akuarium sebaiknya dihindarkan dari sinar matahari langsung dan lampu tidak dinyalakan lebih dari 12 jam sehari.
Terakhir, sistem filtrasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran. Beberapa jenis filter yang disebutkan adalah HOB, top filter, internal filter, dan canister. Untuk pemula, Candil merekomendasikan penggunaan top filter sebagai salah satu pilihan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Ken dhil