Cara Membuat Aquascape Natural, Mulai dari Hardscape hingga Menanam Tanaman

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 15:24 WIB
Cara membuat aquascape natural dengan akuarium sederhana, mulai dari menyusun hardscape, cycling, hingga menanam empat jenis tanaman. (PINTEREST)
Cara membuat aquascape natural dengan akuarium sederhana, mulai dari menyusun hardscape, cycling, hingga menanam empat jenis tanaman. (PINTEREST)

JAKARTA - Cara membuat aquascape bertema natural dapat dilakukan dengan material dan perlengkapan sederhana. Prosesnya dimulai dari menyiapkan akuarium, menyusun hardscape menggunakan batu dan kayu, menata media tanam, melakukan cycling, hingga menanam beberapa jenis tanaman air.

Dalam contoh pembuatan aquascape tersebut, akuarium yang digunakan berukuran 30 x 25 x 25 sentimeter. Perlengkapan yang disiapkan berupa filter gantung dan lampu model jepit.

Filter memiliki daya sekitar 3 watt, sedangkan lampu yang digunakan sekitar 5 watt. Dengan demikian, total daya kedua perangkat tersebut sekitar 8 watt. Filter digunakan selama 24 jam, sedangkan lampu cukup dinyalakan sekitar tujuh sampai delapan jam.

Baca Juga: Kebakaran TPA Kota Blitar Diantisipasi, DLH Perketat Pengawasan saat Kemarau

Menata Hardscape

Langkah pertama adalah menyiapkan batu Lapa dan kayu untuk membentuk hardscape. Konsep yang digunakan adalah natural sehingga susunan batu dan kayu dibuat mengikuti karakter material yang tersedia.

Penataan hardscape tidak harus memiliki bentuk yang sama. Susunan dapat mengikuti bentuk batu atau kayu, misalnya melengkung, zigzag, bergelombang, maupun lurus.

Setelah susunan hardscape dianggap sesuai, rangkaian tersebut dikeluarkan sementara dari akuarium. Bagian dasar kemudian diberi rumah bakteri.

Selanjutnya, kerikil batu Lapa ditaburkan dan ditutup menggunakan pasir Malang kasar yang sebelumnya telah dicuci. Media tersebut dirapikan, terutama pada bagian belakang akuarium.

Hardscape kemudian dimasukkan kembali secara perlahan. Susunan batu dan kayu diarahkan ke bagian belakang sehingga ruang untuk media dan tanaman tetap tersedia.

Pupuk dasar kemudian ditambahkan secukupnya. Bagian belakang menjadi salah satu area yang diberi pupuk dasar. Pada bagian depan, pupuk juga dapat ditambahkan jika nantinya terdapat tanaman yang akan ditanam di area tersebut.

Setelah itu, soil ditambahkan untuk menutup bagian dasar. Ketebalan soil dibuat lebih tinggi di bagian belakang, sekitar tiga sampai empat jari, atau dalam contoh tersebut menggunakan sekitar 1 kilogram soil.

Penataan seperti ini juga membantu proses penanaman karena posisi media dibuat bertingkat.

Proses Cycling Sebelum Planting

Setelah media selesai disusun, akuarium disiram secara perlahan. Air pada tahap awal biasanya terlihat sangat keruh dan berwarna gelap karena terdapat debu dari soil.

Air tersebut kemudian dibuang dan akuarium kembali diisi secara perlahan. Tahap ini dilanjutkan dengan proses cycling atau perendaman.

Proses cycling dalam contoh tersebut dilakukan minimal selama satu minggu. Setelah proses tersebut selesai, air kembali dikuras sebelum memasuki tahap penataan berikutnya.

Untuk memberikan variasi warna, pasir silika putih ditambahkan pada bagian depan akuarium. Pasir tersebut berfungsi sebagai elemen kosmetik sekaligus memberikan gradasi antara bagian depan dengan hardscape yang memiliki warna lebih gelap.

Kerikil juga ditambahkan di sekitar peralihan antara batu besar dan pasir. Penambahan tersebut membuat perpindahan dari material berukuran besar menuju pasir terlihat lebih halus.

Baca Juga: Kebakaran TPA Kota Blitar Diantisipasi, DLH Perketat Pengawasan saat Kemarau

Setelah seluruh bagian dasar selesai ditata, tahap berikutnya adalah planting atau penanaman tanaman.

Empat jenis tanaman digunakan dalam contoh aquascape natural tersebut. Tanaman pertama adalah moss yang ditempatkan pada sambungan batu serta celah-celah hardscape.

Tanaman berikutnya adalah bucephalandra. Tanaman ini cukup diselipkan di antara batu atau bagian batang akar yang digunakan dalam hardscape.

Cryptocoryne menjadi tanaman ketiga. Tanaman tersebut ditanam pada bagian belakang hardscape. Sementara tanaman terakhir adalah baby tears yang juga ditempatkan di bagian belakang.

Setelah semua tanaman tertata, akuarium diisi air secara perlahan. Kondisi aquascape kemudian dipantau setelah proses pembuatan selesai.

Pada pemeriksaan hari keempat, terdapat daun tanaman yang mulai membusuk. Bagian tersebut perlu segera dipotong atau dibuang. Setelah itu, dilakukan proses pembersihan sekaligus penggantian air.

Dalam contoh tersebut, baby tears terlihat tumbuh cukup subur. Moss juga masih dalam kondisi aman, sedangkan bucephalandra disebut tetap aman.

Pembuatan aquascape natural tersebut menunjukkan bahwa proses dapat dilakukan secara bertahap. Mulai dari menyusun hardscape, menata media, melakukan cycling, memberikan pasir dan kerikil, hingga menanam tanaman sesuai karakter masing-masing.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Aqua One Design
Cara Membuat Aquascape Aquascape Pemula Aquascape Natural Hardscape Tanaman Aquascape