JAKARTA - Cara membuat aquascape bertema hutan membutuhkan ketelitian sejak tahap penyusunan hardscape hingga penempatan tanaman. Dalam sebuah video tutorial, proses tersebut dicontohkan menggunakan akuarium berukuran 60 sentimeter dengan konsep diorama hutan yang memanfaatkan batang, akar, batu lava, pasir, serta beberapa jenis tanaman.
Akuarium yang digunakan memiliki bentuk kaca bending atau lengkung dengan dimensi panjang 60 sentimeter, lebar 30 sentimeter, dan tinggi 35 sentimeter. Akuarium tersebut merupakan pesanan seorang teman untuk dibuat menjadi aquascape bertema hutan.
Tahap awal dimulai dengan membuat sistem filtrasi. Dalam contoh tersebut digunakan sistem undergravel. Papan undergravel kemudian ditutup menggunakan kapas putih sebelum dilapisi pasir Malang yang agak kasar.
Pasir Malang dalam susunan tersebut berfungsi sebagai salah satu tempat bagi bakteri. Selain pasir, batu lava yang digunakan sebagai material hardscape juga dapat menjadi rumah bakteri. Penggunaan bakteri starter disebut bersifat opsional, meski dapat membantu mempercepat perkembangan bakteri.
Untuk sistem sirkulasi air, digunakan mesin power head tipe 1200 merek Candila. Dari dua lubang output yang tersedia, hanya satu yang digunakan untuk menghasilkan arus di bagian permukaan air.
Baca Juga: Bengkel Sastra SMPN 1 Doko Jadi Ruang Kreatif Siswa, Dari Bongkar Pasang Diksi hingga Raih Prestasi
Susun Hardscape untuk Membentuk Kesan Hutan
Bagian yang menjadi tantangan utama adalah menyusun batang, akar, dan batu lava menjadi layout yang menyerupai hutan. Material tersebut tidak sekadar diletakkan di dalam akuarium, tetapi perlu diatur agar menghasilkan kesan kedalaman.
Salah satu trik yang dijelaskan dalam video adalah menempatkan bahan berukuran besar di bagian depan. Semakin mengarah ke belakang, ukuran material dibuat semakin kecil. Teknik tersebut membuat layout terlihat memiliki kedalaman.
Detail kecil juga menjadi bagian penting. Akar-akar berukuran kecil atau pohon kecil dapat ditambahkan untuk memperkuat kesan natural. Penambahan detail tersebut membuat tampilan hardscape lebih menyerupai suasana hutan.
Proses pembuatan hardscape bahkan disebut membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan proses planting. Setelah susunan dianggap sudah sesuai, tahap berikutnya adalah cycling atau proses perendaman.
Untuk aquascape yang menggunakan banyak batang atau akar, proses cycling disarankan minimal selama satu minggu. Bahkan, waktu tersebut dinilai masih bisa kurang karena akar dapat mengeluarkan kambium dan tanin yang membuat air berubah warna menjadi kuning.
Jika kambium muncul, kayu dapat disikat. Air kemudian dikuras dan diganti dengan air baru. Proses perendaman dapat dilanjutkan sampai kambium berkurang atau habis. Sementara tanin tetap dapat muncul dan nantinya ditangani melalui proses maintenance.
Pesan penting dalam tahap ini adalah tidak terburu-buru memasukkan aquascape ke tahap berikutnya. Perendaman perlu dilakukan terlebih dahulu, terutama ketika material akar yang digunakan cukup banyak.
Planting Harus Mengikuti Layout
Selain hardscape, pasir silika juga ditambahkan pada bagian depan. Fungsinya untuk membuat jalur visual yang menghubungkan bagian depan dengan pasir di belakang. Jalur tersebut dapat memberikan kesan seperti sungai, jalan, atau air terjun sekaligus mengarahkan pandangan ke bagian belakang sehingga hutan terlihat lebih luas.
Setelah kondisi material sudah bersih dan dianggap cukup, air dikuras seluruhnya sebelum masuk ke tahap planting. Dalam proses pembuatan aquascape, hardscape dan planting memiliki fungsi yang berbeda.
Hardscape menjadi tahap untuk membuat sketsa atau bentuk dasar, sedangkan planting diibaratkan sebagai proses mewarnai sketsa tersebut. Karena itu, penempatan tanaman harus dilakukan secara hati-hati.
Tanaman yang diletakkan secara acak dapat mengganggu layout yang sudah dibuat. Sebaliknya, penempatan tanaman perlu diarahkan untuk memperkuat bentuk diorama hutan.
Baca Juga: Bengkel Sastra SMPN 1 Doko Jadi Ruang Kreatif Siswa, Dari Bongkar Pasang Diksi hingga Raih Prestasi
Dalam contoh tersebut, moss atau lumut ditempelkan pada bagian sambungan akar, bagian atas batu, serta celah yang dianggap mengganggu tampilan hardscape. Setelah itu, ditambahkan tanaman Bucephalandra dengan cara menyelipkannya di sela-sela batu.
Untuk bagian depan, digunakan tanaman Cryptocoryne di sisi kiri dan kanan. Setelah seluruh tanaman selesai ditata, akuarium kemudian diisi air secara perlahan.
Jika air menjadi keruh, air dikuras kembali hingga kondisi lebih jernih. Setelah itu, akuarium dapat diisi kembali sampai penuh.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa cara membuat aquascape bertema hutan tidak hanya bergantung pada pemilihan tanaman. Penyusunan material, penciptaan kedalaman, proses cycling, hingga penempatan tanaman menjadi bagian yang saling berkaitan untuk membentuk tampilan diorama hutan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Aqua One Design