Cara Merawat Ikan Koi untuk Pemula, Mulai dari Habitat hingga Pakan

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 15:30 WIB
Cara merawat ikan koi untuk pemula meliputi habitat, kualitas air, filter, suhu, pakan, tanaman air, dan kesehatan ikan. (PINTEREST)
Cara merawat ikan koi untuk pemula meliputi habitat, kualitas air, filter, suhu, pakan, tanaman air, dan kesehatan ikan. (PINTEREST)

JAKARTA - Cara merawat ikan koi untuk pemula perlu dilakukan dengan memperhatikan habitat, kualitas air, suhu, makanan, hingga kondisi kesehatan ikan. Perawatan yang tepat diperlukan agar ikan koi dapat hidup di lingkungan yang sesuai dan terhindar dari masalah kesehatan.

Dalam sebuah video, dijelaskan tujuh langkah yang dapat dilakukan penghobi pemula untuk merawat ikan koi. Langkah tersebut dimulai dari menyiapkan habitat hingga melakukan karantina ketika ikan menunjukkan tanda-tanda sakit.

Baca Juga: Bengkel Sastra SMPN 1 Doko Jadi Ruang Kreatif Siswa, Dari Bongkar Pasang Diksi hingga Raih Prestasi

Siapkan Habitat dan Jaga Kualitas Air

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah habitat. Ikan koi dapat tumbuh dengan cepat dan memiliki ukuran yang besar. Karena itu, kolam perlu memiliki kedalaman minimal 1 meter dengan kapasitas air yang disebut mencapai 908 liter untuk setiap ikan.

Habitat ikan koi dapat berupa kolam di luar maupun dalam ruangan. Setelah tempat disiapkan, air bersih perlu digunakan untuk mengisi kolam atau akuarium.

Ikan koi yang baru dipindahkan tidak disarankan langsung dimasukkan ke habitat baru. Ikan yang masih berada di dalam kantong plastik perlu diapungkan terlebih dahulu selama sekitar 10 hingga 15 menit. Proses tersebut dilakukan agar ikan dapat menyesuaikan diri dengan suhu air di kolam.

Jika koi akan ditempatkan bersama ikan lainnya, ikan perlu dipisahkan terlebih dahulu selama satu hari hingga satu minggu. Pemindahan juga disarankan menggunakan jaring agar air dari tempat sebelumnya tidak ikut tercampur dengan air kolam yang sudah bersih.

Kualitas air kemudian perlu dijaga menggunakan filter. Filter berfungsi menyaring kotoran di dalam kolam atau akuarium. Dalam video tersebut disebutkan bahwa air kolam dapat diproses sebanyak tiga hingga lima kali dalam satu jam, meski terdapat pula penjelasan mengenai perputaran air minimal sekitar satu setengah hingga tiga kali dalam satu jam.

Suplemen bakteri yang menguntungkan juga dapat ditambahkan untuk membantu mengurangi sampah di habitat ikan koi. Penggantian sekitar 20 persen air melalui pompa dilakukan setiap minggu untuk menjaga kondisi air.

Tanaman air juga bisa menjadi bagian dari habitat koi. Beberapa contoh yang disebutkan adalah eceng gondok, bunga lele air, kalista, lidi air, dan sirih gading.

Selain mempercantik kolam, tanaman air disebut memiliki sejumlah fungsi. Di antaranya membantu meningkatkan produksi oksigen dan aerasi, menghilangkan amonia, menstabilkan tingkat pH, membatasi penyebaran alga, serta menyediakan mekanisme penyaringan alami.

Pohon yang rindang juga dapat ditanam di sekitar kolam untuk memberikan perlindungan tambahan bagi ikan koi.

Baca Juga: Bengkel Sastra SMPN 1 Doko Jadi Ruang Kreatif Siswa, Dari Bongkar Pasang Diksi hingga Raih Prestasi

Perhatikan Suhu, Pakan, dan Kesehatan Ikan

Suhu air menjadi bagian lain yang perlu diperhatikan. Ikan koi disebut cukup tahan terhadap suhu dingin, tetapi lebih menyukai air dengan suhu di atas 21 derajat Celsius. Ikan ini paling aktif saat senja dan fajar, meski tetap dapat berenang serta mencari makan sepanjang hari.

Dari sisi pakan, ikan koi membutuhkan makanan berkualitas. Pelet dengan kandungan protein tinggi dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan makanan ikan. Dalam video tersebut, pemberian pakan dapat dilakukan sekitar empat kali sehari.

Pakan juga dapat dilengkapi dengan bahan seperti biji-bijian, termasuk beras dan jagung. Jumlah pemberian makanan tetap perlu mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan pakan.

Penghobi juga dapat menyediakan ganggang atau gulma terapung. Cara tersebut disebut dapat membantu mencegah ikan memakan tanaman air yang berada di habitatnya.

Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah kesehatan ikan. Beberapa perubahan perilaku dan kondisi fisik dapat menjadi tanda bahwa koi mengalami masalah.

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain pola berenang yang berubah, nafsu makan menurun, perut membengkak, kulit atau sirip mengalami peradangan maupun perubahan warna, serta sirip yang menjepit ke sisi tubuh.

Ikan yang sering menggosokkan tubuh ke bebatuan atau dinding kolam, melompat-lompat, atau justru berdiam diri di dasar kolam juga perlu diperhatikan.

Jika terdapat ikan yang diduga sakit, tempat karantina perlu disiapkan. Ikan yang sakit sebaiknya tidak dibiarkan bercampur dengan ikan lainnya karena air di kolam terus bersirkulasi. Kondisi tersebut disebut dapat mempercepat penyebaran penyakit kepada ikan lain.

Dengan memperhatikan habitat, air, filtrasi, tanaman, suhu, pakan, serta kesehatan, pemelihara pemula dapat lebih terarah dalam merawat ikan koi. Setiap bagian saling berkaitan untuk menjaga kondisi lingkungan tempat ikan hidup.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Video Koi Dafit
pakan ikan koi cara merawat ikan koi perawatan ikan koi Kolam Koi ikan koi