JAKARTA - Cara merawat ikan koi agar cepat besar tidak hanya bergantung pada pemberian pakan. Kondisi air, kebersihan kolam, kenyamanan ikan, proses pengisian air, penggunaan filter, hingga keberadaan tanaman air juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Ikan koi dikenal sebagai ikan hias yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Namun, kemampuan beradaptasi tersebut bukan berarti perubahan lingkungan dapat dilakukan secara sembarangan. Kondisi air dan kolam tetap perlu dijaga agar ikan tidak mengalami gangguan.
Dalam video Suksespedia, terdapat sejumlah hal yang dibahas untuk membantu pemelihara, terutama pemula, memahami perawatan ikan koi sekaligus mendukung pertumbuhannya.
Baca Juga: Bengkel Sastra SMPN 1 Doko Jadi Ruang Kreatif Siswa, Dari Bongkar Pasang Diksi hingga Raih Prestasi
Kualitas Air Menjadi Perhatian Utama
Air merupakan tempat hidup ikan koi sehingga kualitasnya perlu dijaga. Air kolam dianjurkan tetap bersih dan jernih. Pembersihan kolam dalam video tersebut disarankan dilakukan setidaknya satu kali dalam seminggu.
Saat melakukan penggantian air, air lama tidak perlu dibuang seluruhnya. Sebanyak 20 sampai 50 persen air lama dapat dibuang terlebih dahulu. Cara tersebut dilakukan agar ikan tidak terkejut akibat perubahan suhu air.
Kondisi pH juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Dalam video disebutkan bahwa pH air kolam yang ideal berada pada kisaran 7,0 sampai 8,0. Ikan koi disebut tidak mampu bertahan pada air dengan pH di bawah 5 atau di atas 10.
Kandungan klorin dalam air juga perlu diperhatikan. Air olahan dapat diendapkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Selain itu, anti klorin dapat ditambahkan untuk menghilangkan kandungan tersebut.
Jika menggunakan air alami, pemelihara juga perlu memperhatikan kemungkinan adanya zat berbahaya. Beberapa zat yang disebut antara lain merkuri, insektisida, fenol, dan minyak.
Suhu air kolam turut berpengaruh terhadap kondisi ikan. Kisaran suhu yang disebut dalam video adalah 25 hingga 27 derajat Celsius. Pada suhu tersebut, ikan disebut memiliki sistem kekebalan dan metabolisme tubuh yang lebih baik.
Pakan dan Ukuran Kolam Perlu Disesuaikan
Pemberian pakan menjadi bagian penting dalam cara merawat ikan koi. Pakan yang dibahas terdiri atas pakan alami dan pakan buatan.
Beberapa jenis makanan yang disebut dapat diberikan kepada ikan koi adalah roti, sayuran, buah-buahan, cacing, udang, dan ulat. Cacing serta udang disebut dapat membantu memperpanjang umur ikan. Sementara ulat disebut dapat memenuhi kebutuhan protein yang mendukung pertumbuhan ikan.
Meski demikian, terdapat makanan yang tidak direkomendasikan. Kacang polong dan jagung disebut sulit dicerna dengan cepat oleh ikan koi. Makanan yang sudah kedaluwarsa juga perlu dihindari karena dapat memperburuk kondisi ikan.
Selain pakan, kondisi ikan di dalam kolam perlu diamati. Cara berenang dan ciri fisik dapat menjadi perhatian untuk melihat kondisi ikan selama berada di dalam kolam.
Baca Juga: Bengkel Sastra SMPN 1 Doko Jadi Ruang Kreatif Siswa, Dari Bongkar Pasang Diksi hingga Raih Prestasi
Ukuran kolam juga harus disesuaikan dengan jumlah ikan. Kolam yang terlalu dangkal dapat memengaruhi ruang gerak koi. Kolam yang lebih besar disebut memberikan kesempatan bagi ikan untuk berenang dengan lebih leluasa.
Perhatikan Pengisian Air dan Filter
Pengisian air kolam tidak boleh dilakukan tanpa memperhatikan sumber air. Jika menggunakan air sumur atau sungai, air perlu didiamkan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kandungan berbahaya yang mungkin terdapat di dalamnya.
Jarak saat memasukkan air ke kolam juga disebut perlu diperhatikan. Dalam video, jarak minimum yang disebut adalah 25 sentimeter agar ikan tidak mudah melompat keluar.
Kolam dapat dilengkapi saluran pembuangan di bagian dasar serta pipa untuk mengalirkan air bersih pada bagian dasar kolam.
Penggunaan filter juga menjadi bagian penting. Ikan koi menghasilkan kotoran, sementara sisa makanan dapat mengotori air. Kondisi air yang keruh disebut dapat membuat ikan mengalami stres.
Filter dapat ditempatkan pada bagian dasar kolam. Fungsinya untuk membantu menyerap kotoran dan sisa makanan yang jatuh ke bagian dasar sehingga kualitas air tetap terjaga.
Selain filter, tanaman air juga dapat ditambahkan ke dalam kolam. Tanaman seperti alga disebut dapat menjadi sumber nutrisi alami bagi ikan sekaligus memberikan unsur estetika.
Dengan memperhatikan berbagai aspek tersebut, pemeliharaan ikan koi dapat dilakukan secara lebih teratur. Kualitas air, makanan, kondisi kolam, filter, serta tanaman air menjadi bagian yang dibahas dalam upaya menjaga ikan koi tetap dalam kondisi baik dan mendukung pertumbuhannya.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula