JAKARTA - Cara merawat ikan koi untuk pemula tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kolam. Jumlah dan jenis pakan, suhu air, kondisi ikan, hingga ukuran kolam perlu diperhatikan agar koi tetap sehat. Pemberian makanan secara berlebihan justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Ikan koi merupakan salah satu ikan hias yang dapat ditemui di berbagai tempat, mulai dari rumah, kantor, hingga pertokoan. Daya tariknya berasal dari tampilan warna dan bentuk tubuh yang khas. Dalam materi video tersebut, perawatan koi disebut relatif mudah sehingga dapat menjadi pilihan bagi orang yang baru ingin memeliharanya.
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih kolam yang tepat. Kolam koi dapat dibuat menggunakan berbagai bahan dan pembangunannya dapat dibantu ahli bangunan. Kedalaman kolam yang disarankan sekitar satu meter dengan kapasitas sekitar 1.100 liter air untuk setiap ikan.
Jika jumlah koi yang dipelihara lebih banyak, ukuran kolam juga perlu disesuaikan. Ruang yang cukup menjadi bagian penting dalam pemeliharaan ikan tersebut.
Baca Juga: Cara Merawat Ikan Cupang untuk Pemula agar Tetap Sehat dan Nyaman
Pemberian Pakan Harus Disesuaikan
Pakan menjadi salah satu bagian utama dalam cara merawat ikan koi. Pemilik perlu memperhatikan suhu kolam dan ukuran ikan sebelum menentukan jumlah makanan. Pakan sebaiknya diberikan dalam jumlah sedikit karena ikan koi memiliki saluran pencernaan yang pendek.
Pemberian makanan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan bahkan mengancam kehidupan ikan. Karena itu, kebutuhan pakan perlu disesuaikan dengan kondisi koi.
Pelet berkualitas juga disarankan sebagai salah satu sumber makanan. Pelet yang digunakan dapat memiliki kandungan protein lebih dari 30 persen dan lemak sekitar 5 persen. Sebelum membeli, kandungan nutrisi pada kemasan perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan kebutuhan ikan.
Pelet juga dapat direndam terlebih dahulu menggunakan air kolam selama sekitar 30 detik hingga satu menit. Cara tersebut disebut dapat membuat pelet lebih mudah dicerna. Pelet kering yang mengembang di saluran pencernaan berisiko menyebabkan penyumbatan.
Selain pelet, koi dapat memperoleh tambahan protein dari udang beku atau potongan ikan berukuran kecil. Namun, makanan tambahan tersebut tidak diberikan terlalu sering.
Makanan yang dapat membantu mempertahankan warna ikan juga menjadi bagian dari perawatan. Spirulina, udang, atau makanan tertentu disebut dapat digunakan untuk membantu mencerahkan warna kulit koi.
Koi juga dapat diberi makanan hidup seperti larva serangga, cacing, dan alga. Makanan tersebut menjadi sumber nutrisi, vitamin, dan mineral.
Perhatikan Air dan Kondisi Ikan
Kesegaran air kolam juga harus dijaga. Kolam perlu memiliki ukuran yang memadai serta didukung aliran udara, pompa, dan penyaringan agar air tetap segar. Pemilik juga dapat menggunakan bahan tertentu untuk menjaga kondisi air dan mengendalikan hama, dengan memastikan bahan tersebut aman bagi ikan.
Kondisi kesehatan koi perlu diamati secara rutin. Pengamatan dapat dilakukan ketika ikan diberi makan. Kebersihan dan kesegaran air tetap perlu diperhatikan.
Apabila terdapat ikan yang sakit, ikan tersebut sebaiknya segera dipisahkan dari koi yang sehat. Jika kondisinya tidak membaik, pemilik dapat membawanya ke dokter hewan.
Tanaman alami juga dapat disediakan di sekitar kolam. Beberapa tanaman yang disebutkan dalam video antara lain eceng gondok dan teratai. Keberadaan tanaman tersebut selain menjadi sumber nutrisi tambahan juga dapat membantu mengurangi pertumbuhan lumut di kolam.
Baca Juga: Cara Merawat Ikan Cupang untuk Pemula agar Tetap Sehat dan Nyaman
Suhu Menentukan Kebutuhan Makanan
Usia, panjang, dan berat ikan perlu diketahui untuk menentukan kebutuhan makanan. Saat membeli koi, pemilik disarankan mengetahui usia ikan dan mencatat perkembangannya dari waktu ke waktu.
Suhu air juga memengaruhi metabolisme dan kebiasaan makan koi. Perubahan suhu dapat membuat kebutuhan jumlah serta frekuensi pemberian makanan ikut berubah.
Kebutuhan makanan harian dapat dihitung berdasarkan panjang ikan dan persentase kebutuhan makanan dari bobot ikan. Persentase tersebut bergantung pada suhu kolam dan usia koi.
Pemberian makanan dalam jumlah sedikit menjadi salah satu prinsip yang ditekankan. Pakan berlebihan disebut dapat menimbulkan masalah pada liver dan fungsi organ internal ikan. Frekuensi pemberian makanan setidaknya dapat dilakukan dua kali sehari dengan jumlah yang disesuaikan kebutuhan.
Dengan memperhatikan ukuran kolam, kualitas air, jenis pakan, suhu, usia, serta kondisi kesehatan ikan, pemeliharaan koi dapat dilakukan secara lebih teratur. Hal terpenting adalah menyesuaikan perawatan dengan kondisi ikan agar kebutuhan koi tidak berlebihan maupun kekurangan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Puiegarden Koi