JAKARTA - Cara membuat kolam koi tidak hanya berkaitan dengan ukuran kolam utama. Desain aliran air, posisi bottom drain, skimmer, hingga chamber filter juga perlu diperhitungkan agar kotoran ikan dapat diarahkan menuju sistem pembuangan.
Salah satu desain kolam koi yang diperlihatkan Iwan Javacoin Channel menggunakan konsep kolam outdoor yang ditempatkan di bagian depan rumah. Kolam tersebut berada di sudut dinding atau pagar dan dirancang dengan ukuran keseluruhan sekitar 2,8 meter x 2 meter dengan kedalaman 80 sentimeter.
Setelah dikurangi bagian dinding, ukuran kolam utama yang digunakan sekitar 2,5 meter x 1,2 meter dengan kedalaman 80 sentimeter. Di samping kolam utama terdapat area filter dengan ukuran bersih sekitar 2,5 meter x 40 sentimeter.
Sistem penyaringan tersebut dibagi menjadi lima chamber. Pembagian ruang filter dibuat untuk mengatur perjalanan air sebelum kembali dipompa ke kolam utama.
Baca Juga: Cara Merawat Ikan Cupang agar Sirip Tak Rusak, Air hingga Pakan Perlu Diperhatikan
Aliran Air Menjadi Bagian Penting
Desain kolam dilengkapi waterfall pada bagian atas dengan lebar mulut sekitar 70 sentimeter. Selain menjadi jalur masuk air, waterfall juga menjadi bagian dari sistem sirkulasi kolam.
Pada sisi kanan dan kiri waterfall terdapat dua pipa yang berfungsi mendorong arus air di permukaan. Arus tersebut diarahkan agar kotoran ikan bergerak menuju bagian bawah kolam.
Bagian lantai kolam juga dibuat sedikit miring ke arah bottom drain. Seluruh sudut kolam, termasuk bagian samping dan bawah, dibuat miring untuk mengurangi area yang berpotensi menjadi tempat kotoran mengendap.
Bottom drain ditempatkan di bagian ujung kolam yang berlawanan dengan arah aliran dari waterfall. Sistem tersebut menggunakan pipa berukuran 2,5 inci yang terhubung dengan pompa Sunsun P7000.
Selain bottom drain, kolam juga menggunakan skimmer. Posisi skimmer berada di atas area Chamber 1 dengan jarak sekitar 20 sentimeter dari bagian atas kolam. Skimmer menggunakan pipa 1,5 inci dan mulut berukuran 3 inci.
Permukaan air kolam dibuat sekitar 5 sentimeter di bawah bibir atas kolam. Pengaturan tersebut juga berkaitan dengan sistem overflow yang disiapkan pada bagian filter.
Lima Chamber untuk Sistem Penyaringan
Chamber 1 memiliki ukuran sekitar 30 x 40 sentimeter dengan kedalaman 80 sentimeter. Ruang ini tidak menggunakan media filter sehingga ukurannya dibuat lebih kecil. Namun, media brush masih dapat ditambahkan jika diperlukan.
Air dari kolam utama masuk ke Chamber 1 melalui bottom drain dan skimmer. Dari ruang tersebut, air kemudian diteruskan menuju Chamber 2.
Pada Chamber 1, posisi pipa bottom drain dibuat lebih tinggi sehingga air keluar dari bagian atas dan kondisi air tetap tenang. Dengan begitu, kotoran dapat mengendap di bagian bawah chamber. Pipa tersebut juga dibuat tidak permanen sehingga dapat dilepas ketika diperlukan pembersihan.
Chamber 2 memiliki ruang lebih besar, sekitar 40 x 60 sentimeter. Ruang tersebut disiapkan untuk menampung lebih banyak media filter. Media diletakkan di atas dudukan sehingga tidak menyentuh dasar chamber karena bagian bawah tetap digunakan sebagai area pengendapan kotoran.
Sistem sekat pada Chamber 2 mengatur aliran air agar bergerak melewati bagian atas sekat dan kemudian turun melalui celah di bawah sekat berikutnya. Pola serupa diterapkan pada Chamber 3 dan Chamber 4 dengan penyesuaian ketinggian sekat.
Pada Chamber 4, air dialirkan melewati bagian atas sekat menuju ruang pompa. Desain ini membuat permukaan air tetap bergerak sehingga tidak menjadi area yang terlalu tenang.
Baca Juga: Cara Merawat Ikan Cupang agar Sirip Tak Rusak, Air hingga Pakan Perlu Diperhatikan
Chamber Pompa dan Sistem Pembuangan
Chamber 5 digunakan sebagai ruang pompa dengan ukuran sekitar 30 x 40 sentimeter dan kedalaman 80 sentimeter. Bagian pompa dibuat lebih dalam sekitar 15 sentimeter untuk menyesuaikan ukuran pompa.
Pompa yang digunakan adalah Sunsun JT P7000S dengan jalur keluaran pipa 1,5 inci. Jalur tersebut dibagi menjadi dua, yakni menuju waterfall dan menuju saluran pembuangan.
Masing-masing jalur dilengkapi ball valve. Saat kolam digunakan secara normal, jalur menuju waterfall dibuka sementara jalur pembuangan ditutup. Ketika kolam perlu dikuras, pengaturannya dibalik sehingga air diarahkan ke saluran pembuangan.
Sistem tersebut juga dilengkapi keran otomatis Invelco untuk membantu menjaga ketersediaan air pada ruang pompa.
Desain kolam koi ini menunjukkan bahwa pembangunan kolam perlu mempertimbangkan hubungan antara ukuran kolam, arah arus, sistem penyaringan, pembuangan kotoran, hingga pengaturan ketinggian air. Perencanaan setiap bagian sejak awal dapat membantu membuat sistem sirkulasi bekerja sesuai rancangan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Iwan Java Koi