Cara Merawat Ikan Guppy agar Tetap Sehat, Mulai dari Air hingga Pakan

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 16:03 WIB
Cara merawat ikan guppy mencakup kualitas air, oksigen, ukuran akuarium, pakan, hingga mengenali tanda penyakit. (PINTEREST)
Cara merawat ikan guppy mencakup kualitas air, oksigen, ukuran akuarium, pakan, hingga mengenali tanda penyakit. (PINTEREST)

JAKARTA - Cara merawat ikan guppy perlu memperhatikan kualitas air, kadar oksigen, kepadatan akuarium, hingga pemberian pakan. Ikan hias air tawar ini memang dikenal relatif mudah dipelihara, tetapi kondisi akuarium tetap harus dijaga agar guppy dapat tumbuh dengan baik.

Ikan guppy menjadi salah satu ikan hias yang banyak ditemukan di toko ikan hias. Daya tariknya berasal dari warna tubuh yang beragam serta ekor yang panjang dan dapat mengembang. Ukuran ikan guppy juga relatif kecil, dengan panjang yang dapat mencapai sekitar 2,5 sentimeter.

Salah satu hal penting dalam perawatan guppy adalah memastikan ketersediaan oksigen di dalam air. Ikan membutuhkan oksigen untuk bernapas dan tumbuh. Karena itu, memelihara guppy tanpa aerator bukan berarti ikan bisa hidup tanpa oksigen.

Jika tidak menggunakan aerator, kualitas air dan sirkulasi perlu mendapat perhatian lebih. Penggunaan filter yang sesuai dengan ukuran akuarium dapat membantu menjaga air tetap bersih sekaligus meningkatkan kandungan oksigen.

Penggunaan obat atau bahan kimia secara berlebihan juga perlu dihindari karena dapat berpengaruh terhadap kadar oksigen di dalam air. Selain itu, permukaan air sebaiknya tidak tertutup seluruhnya oleh tanaman atau benda lain. Sebagian permukaan perlu dibiarkan terbuka agar pertukaran oksigen tetap berlangsung.

Baca Juga: Cara Membuat Aquascape untuk Pemula, Ini Urutan dan Hal yang Perlu Disiapkan

Perhatikan Ukuran Akuarium dan Kondisi Air

Kepadatan ikan juga menjadi bagian penting dalam cara merawat ikan guppy. Akuarium yang terlalu penuh membuat ikan memiliki ruang gerak terbatas dan dapat mengganggu kondisi air.

Ukuran akuarium minimal yang disarankan dalam pembahasan tersebut adalah sekitar 20 liter. Namun, akuarium dengan kapasitas sekitar 40 liter dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi ikan.

Filter yang digunakan juga perlu memiliki kemampuan yang sesuai dengan ukuran akuarium. Selain filter, heater dapat digunakan untuk membantu menjaga kestabilan suhu. Sementara itu, chiller dapat menjadi pilihan apabila suhu air terlalu tinggi.

Parameter air juga perlu diperhatikan. Kondisi yang disebutkan untuk ikan guppy berada pada pH 6,5 hingga 7,5, tingkat kekerasan air 10–30 dGH, serta suhu sekitar 22–28 derajat Celsius.

Apabila parameter air belum sesuai, penyesuaian dapat dilakukan menggunakan produk seperti pH down, pH up, atau water conditioner sesuai kebutuhan.

Jangan Berlebihan Memberikan Pakan

Pakan menjadi faktor lain yang tidak kalah penting. Ikan guppy dapat diberikan pakan berupa pelet atau flake. Pakan hidup seperti daphnia dan artemia juga dapat digunakan. Selain itu, terdapat pilihan pakan segar berupa sayuran yang dihancurkan, termasuk selada.

Pemberian pakan dapat dilakukan sekitar dua hingga tiga kali dalam sehari. Jumlahnya sebaiknya disesuaikan agar pakan dapat dihabiskan ikan dalam waktu kurang dari tiga menit.

Pemberian pakan secara berlebihan justru dapat menjadi masalah karena sisa makanan dapat menjadi limbah dan menurunkan kualitas air. Ukuran pakan juga perlu disesuaikan dengan ukuran mulut ikan agar mudah dimakan.

Baca Juga: Cara Membuat Aquascape untuk Pemula, Ini Urutan dan Hal yang Perlu Disiapkan

Untuk ikan yang dipelihara bersama, pilih ikan yang memiliki sifat damai, tidak jauh lebih besar, tidak agresif, serta memiliki kebutuhan habitat yang sesuai. Ruang akuarium juga harus mencukupi agar ikan tidak terlalu padat.

Pemilik juga perlu mengenali tanda-tanda ikan guppy yang mengalami gangguan kesehatan. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain sirip rusak atau terkikis, tubuh terlihat kurus, pergerakan terbatas atau tidak normal, warna tubuh memudar, muncul bintik atau benjolan, serta ikan lebih sering bersembunyi atau menyendiri.

Gangguan seperti white spot, costiasis, kudis, dan finrot juga disebut dapat muncul akibat kondisi air yang kurang baik, kurangnya nutrisi, bakteri, maupun parasit. Penanganannya dapat dilakukan dengan obat yang sesuai, memperbaiki kualitas air, serta memberikan makanan yang sehat dan bergizi.

Dengan menjaga kualitas air, oksigen, kepadatan ikan, suhu, serta pola pemberian pakan, perawatan ikan guppy dapat dilakukan dengan lebih teratur. Kondisi akuarium yang terjaga menjadi salah satu bagian penting untuk membantu ikan tetap sehat.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Ufaira Adzikya
Cara Merawat Ikan Guppy Ikan Guppy Akuarium Guppy Pakan Ikan Guppy Penyakit Ikan Guppy