Cara Menanam Bonsai dari Los Pucuk, Akar Perlu Dipangkas Sejak Awal

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 16:27 WIB
Cara menanam bonsai dari los pucuk dilakukan dengan memprogram akar, memangkas bagian tertentu, membentuk batang, dan melakukan pengawatan. (PINTEREST)
Cara menanam bonsai dari los pucuk dilakukan dengan memprogram akar, memangkas bagian tertentu, membentuk batang, dan melakukan pengawatan. (PINTEREST)

JAKARTA - Cara menanam bonsai dari bahan los pucuk dapat dilakukan dengan memprogram akar dan batang sejak awal. Teknik tersebut diperlihatkan dalam sebuah tutorial budidaya bonsai yang mencontohkan proses membentuk bonsai mame atau bonsai berukuran kecil.

Dalam video tersebut, bahan los pucuk yang sudah memiliki akar dipersiapkan untuk diarahkan menjadi bonsai. Salah satu bagian yang mendapat perhatian adalah akar yang tumbuh terlalu panjang atau tidak sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Akar terlebih dahulu ditampakkan dengan mengurangi tanah di sekitar pangkal batang. Langkah tersebut dilakukan agar struktur akar dapat terlihat sehingga akar yang perlu dipertahankan maupun dipangkas bisa dipilih.

Menurut penjelasan dalam video, akar yang sudah besar dan berwarna cokelat tidak perlu kembali ditimbun. Akar tersebut justru ditampilkan agar terkena sinar matahari. Pemangkasan dilakukan sesuai dengan rancangan bonsai yang ingin dibuat.

Baca Juga: Cara Membuat Aquascape Tema Hutan, Hardscape Jadi Kunci Utama

Akar Diprogram Sejak Awal

Pemrograman akar menjadi bagian penting dalam pembentukan bonsai berukuran kecil. Dalam praktiknya, beberapa akar yang dinilai tidak diperlukan dipangkas.

Teknik tersebut dilakukan secara bertahap. Akar yang sudah memiliki percabangan dapat dipertahankan, sedangkan bagian yang tidak sesuai dengan rancangan dapat dipotong atau dipres.

Pembuat bonsai dalam video juga menekankan pentingnya melakukan proses tersebut sejak awal. Jika akar dibiarkan tumbuh terlalu panjang dan baru dipangkas ketika tanaman sudah memasuki tahap berikutnya, proses pemindahan dapat menjadi lebih sulit.

Akar yang telah dipres sejak awal juga disebut memiliki lebih banyak akar serabut. Kondisi tersebut membuat proses selanjutnya lebih mudah dan peluang tanaman mengalami stres saat pemindahan disebut lebih kecil berdasarkan pengalaman yang disampaikan dalam video.

Namun, seluruh akar tidak boleh langsung dipangkas. Beberapa bagian tetap perlu dipertahankan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pemangkasan dilakukan pada akar yang sudah memiliki percabangan atau bagian yang memang sudah siap diproses.

Membentuk Batang dan Cabang

Selain akar, batang juga mulai diarahkan sesuai karakter bonsai yang ingin dibuat. Bahan los pucuk dapat dikembangkan menjadi bonsai mame dengan ukuran kecil.

Dalam praktik tersebut, tunas pertama dipotong karena pembuat ingin membuat bentuk batang dengan dua bagian utama. Setelah batang utama diperoleh, proses dilanjutkan dengan menentukan cabang pertama dan calon cabang berikutnya.

Bagian yang sudah dipotong kemudian dirapikan. Penyisiran atau perapian bekas potongan dilakukan untuk membantu proses pertumbuhan kambium menutup bagian tersebut.

Setelah kondisi batang dinilai rapi, proses berikutnya adalah pengawatan. Kawat digunakan untuk mengarahkan gerak cabang sesuai bentuk bonsai yang direncanakan.

Teknik pembentukan juga disesuaikan dengan ukuran tanaman. Dalam video tersebut, bonsai mame yang dibuat ditargetkan memiliki ukuran sekitar 15 hingga 20 sentimeter.

Selain pemangkasan, akar kembali diperiksa untuk menentukan bagian yang perlu dipertahankan. Jika sudah terdapat percabangan akar, bagian tertentu dapat dipangkas agar struktur akar semakin sesuai dengan bentuk bonsai yang diinginkan.

Jangan Semua Akar Dipangkas

Proses pemangkasan akar perlu dilakukan secara bertahap. Tidak semua akar dipotong sekaligus karena tanaman tetap membutuhkan akar untuk memperoleh air.

Baca Juga: Cara Membuat Aquascape Tema Hutan, Hardscape Jadi Kunci Utama

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa pemangkasan dilakukan ketika sudah terdapat alasan yang mendukung, misalnya akar telah memiliki percabangan. Jika seluruh akar dipangkas, pertumbuhan tanaman dapat terhambat karena tidak ada bagian yang mencari air.

Teknik tersebut juga diterapkan pada bahan bonsai yang sebelumnya ditanam dalam polybag. Los pucuk yang dikembangkan sejak awal dapat diprogram agar menghasilkan akar dan batang sesuai kebutuhan pembentukan bonsai.

Ukuran wadah juga menjadi bagian dari proses pembesaran bahan. Salah satu bahan yang diperlihatkan menggunakan wadah berukuran sekitar 30 hingga 35 sentimeter.

Perawatan kemudian disesuaikan dengan tujuan pembentukan. Jika targetnya bonsai mame, akar dan batang diprogram agar tetap mendukung ukuran kecil. Sementara itu, bahan yang diarahkan menjadi pohon lebih tinggi membutuhkan pola pertumbuhan berbeda, terutama dalam menentukan jarak antara akar, batang, dan mata tunas.

Tutorial tersebut memperlihatkan bahwa pembentukan bonsai dari los pucuk dilakukan melalui beberapa tahap yang saling berkaitan. Mulai dari menampakkan akar, memangkas dan memprogram percabangan akar, membentuk batang utama, menentukan cabang, merapikan bekas potongan, hingga melakukan pengawatan.

Proses dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan bagian akar yang dibutuhkan tanaman. Teknik tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk bahan los pucuk menjadi bonsai mame sesuai karakter yang diinginkan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
budidaya bonsai Cara Menanam Bonsai los pucuk pemangkasan akar Bonsai Mame