Cara Membuat Media Tanam Subur untuk Cabai hingga Melon, Ini Racikannya

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:41 WIB
Cara membuat media tanam subur dengan tanah, sekam mentah, sekam bakar, pupuk kandang fermentasi, dan humus daun bambu.(Pinterest)
Cara membuat media tanam subur dengan tanah, sekam mentah, sekam bakar, pupuk kandang fermentasi, dan humus daun bambu.(Pinterest)

JAKARTA - Cara membuat media tanam yang subur dan gembur dapat dilakukan menggunakan bahan-bahan sederhana. Dalam video yang dibagikan okani 93, terdapat racikan media tanam yang diklaim bisa digunakan untuk berbagai jenis tanaman, mulai dari cabai, tomat, semangka, melon hingga bawang merah.

Racikan tersebut tidak hanya mengandalkan tanah sebagai media utama. Beberapa bahan organik ditambahkan untuk membantu membuat media lebih gembur sekaligus menyediakan bahan yang mendukung kesuburan tanaman.

Komposisi awal yang digunakan terdiri atas tiga bagian tanah, satu bagian sekam mentah, satu bagian sekam bakar, satu bagian pupuk kandang fermentasi, serta satu bagian humus daun bambu. Perbandingan tersebut menjadi dasar yang perlu diperhatikan sebelum seluruh bahan dicampurkan.

Baca Juga: 7 Cara Merawat Monstera Marmorata agar Tumbuh Besar dan Sehat

Lima Bahan dalam Satu Campuran

Tanah digunakan sebanyak tiga bagian karena menjadi komponen utama. Jenis tanah yang tersedia di sekitar rumah bisa digunakan, baik tanah hitam, merah maupun tanah berpasir.

Meski demikian, tanah yang dipakai sebaiknya tidak dalam kondisi terlalu basah. Jika tanah keras dan menggumpal, bagian tersebut perlu dihancurkan terlebih dahulu agar dapat bercampur secara merata.

Bahan kedua adalah sekam mentah. Dalam racikan awal, jumlahnya satu bagian. Sekam ini digunakan untuk membantu membuat media lebih gembur dan mempertahankan kondisi media karena proses penguraiannya berlangsung relatif lama.

Namun, sekam mentah tidak boleh sembarangan langsung digunakan. Dalam video disebutkan bahwa sekam yang masih baru perlu disterilkan terlebih dahulu karena dikhawatirkan mengandung bakteri atau jamur patogen.

Proses sterilisasi bisa dilakukan dengan merendam sekam menggunakan air panas sampai air mendingin, lalu mengeringkannya. Cara lainnya adalah melakukan pembakaran secara tidak sempurna sehingga sekam tidak berubah menjadi arang.

Ada pula metode yang lebih sederhana, yakni mencampurkan sekam dengan bahan media lainnya kemudian membiarkannya berada di luar ruangan selama dua hingga tiga minggu agar terkena hujan dan panas.

Bahan ketiga adalah sekam bakar. Satu bagian sekam bakar ditambahkan ke dalam campuran. Dalam video, sekam bakar disebut dapat membantu membuat media tetap gembur, meningkatkan pH tanah, serta memberikan fosfor.

Sekam bakar juga disebut sudah steril sehingga tidak membutuhkan proses fermentasi tambahan sebelum dicampurkan.

Pupuk Kandang Harus Matang

Pupuk kandang menjadi bahan keempat dalam campuran. Jenisnya tidak harus pupuk dari satu hewan tertentu. Dalam video disebutkan pupuk kandang ayam, sapi, maupun kambing dapat digunakan.

Syarat yang paling penting adalah pupuk tersebut sudah difermentasi dan matang. Pupuk kandang yang masih segar tidak digunakan karena disebut masih bersifat panas dan berpotensi membawa bakteri atau jamur patogen.

Contoh dalam video menggunakan pupuk kandang kambing yang sudah difermentasi sebanyak satu bagian.

Baca Juga: Cara Menanam Bonsai Mame dari Los Pucuk, Mulai dari Pemilihan dan Pembentukan Akar

Bahan terakhir adalah humus daun bambu. Bahan ini bisa diperoleh dari daun bambu yang sudah jatuh dan mengalami pelapukan secara alami. Daun serta ranting yang belum terurai perlu dipisahkan.

Humus kemudian dapat diayak untuk mendapatkan bagian yang sudah terurai. Dalam video, humus daun bambu disebut mengandung fosfor dan kalium yang relatif tinggi sehingga dapat membantu kesuburan media.

Jika tidak memiliki humus daun bambu, bahan tersebut dapat diganti dengan kompos yang berasal dari daun-daunan yang sudah membusuk. Kompos juga sebaiknya diayak agar batu, sampah, dan bagian yang belum terurai tidak ikut tercampur.

Jika humus maupun kompos sama sekali tidak tersedia, racikan tetap dapat dibuat. Jumlah sekam mentah ditingkatkan menjadi 1,5 bagian. Dengan begitu, perbandingannya menjadi tiga bagian tanah, 1,5 bagian sekam mentah, satu bagian sekam bakar, dan satu bagian pupuk kandang fermentasi.

Setelah semua bahan siap, campurkan hingga merata. Untuk penggunaan pada musim hujan, dalam video juga disebutkan bahwa dolomit dapat ditambahkan sekitar satu kilogram untuk jumlah campuran seperti contoh.

Media yang telah dicampur dengan pupuk kandang matang dan sekam mentah yang sudah disterilkan kemudian disebut siap digunakan. Racikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk tanaman yang dibudidayakan dalam pot maupun polybag.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : ook tani 93
cara membuat media tanam media tanam subur campuran media tanam sekam bakar humus daun bambu