JAKARTA - Cara membuat media tanam yang gembur bisa dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah bahan sederhana. Dalam video okani 93, dibagikan racikan media yang disebut dapat digunakan untuk berbagai tanaman, termasuk cabai, tomat, semangka, melon, dan bawang merah.
Campuran tersebut dirancang menggunakan bahan yang relatif mudah ditemukan, seperti tanah, sekam mentah, sekam bakar, pupuk kandang fermentasi, dan humus daun bambu. Setiap bahan dicampurkan dengan takaran tertentu agar menghasilkan media yang sesuai untuk tanaman dalam pot maupun polybag.
Untuk racikan utama, perbandingan yang digunakan adalah 3:1:1:1:1. Tiga bagian merupakan tanah, sedangkan empat bahan lainnya masing-masing satu bagian.
Baca Juga: Monstera Marmorata Ingin Daun Besar? Perhatikan 7 Cara Perawatannya
Perhatikan Kondisi Tanah dan Sekam
Tanah menjadi bahan dasar dalam jumlah paling banyak. Dalam contoh yang diberikan, digunakan tiga ember tanah. Jenis tanah tidak harus seragam karena tanah hitam, merah, maupun berpasir dapat digunakan.
Namun, tanah sebaiknya tidak terlalu basah ketika hendak dicampurkan. Apabila tanah keras dan menggumpal, bagian tersebut perlu dihancurkan terlebih dahulu supaya lebih mudah menyatu dengan bahan lainnya.
Setelah tanah, tambahkan satu ember sekam mentah. Bahan ini digunakan untuk membantu membuat media tetap gembur dan tidak mudah menjadi padat. Sekam mentah juga relatif lambat terurai sehingga dalam video disebut dapat mempertahankan kondisi media dalam waktu cukup lama.
Meski demikian, sekam mentah perlu dipersiapkan sebelum digunakan. Sekam yang masih baru disebut berpotensi membawa bakteri atau jamur patogen.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mensterilkan sekam. Salah satunya dengan merendam sekam menggunakan air panas sampai air menjadi dingin, kemudian mengeringkannya.
Sekam juga bisa diasapi atau dibakar secara tidak sempurna. Proses tersebut dilakukan agar sekam tidak sampai berubah menjadi arang.
Pilihan lainnya adalah mencampurkan sekam dengan bahan media lainnya, kemudian membiarkannya di tempat terbuka selama sekitar dua sampai tiga minggu. Selama proses tersebut, campuran dibiarkan terkena hujan dan panas.
Bahan berikutnya adalah sekam bakar sebanyak satu ember. Sekam bakar disebut membantu membuat media lebih gembur. Dalam video, bahan tersebut juga disebut dapat meningkatkan pH tanah dan memberikan unsur fosfor.
Karena sudah melalui proses pembakaran, sekam bakar disebut dapat langsung digunakan tanpa harus menjalani fermentasi.
Baca Juga: 7 Cara Merawat Monstera Marmorata agar Tumbuh Besar dan Sehat
Pupuk Kandang dan Humus Daun Bambu
Satu ember pupuk kandang kemudian ditambahkan ke dalam campuran. Pupuk yang digunakan bisa berasal dari ayam, sapi, atau kambing.
Hal yang harus diperhatikan adalah tingkat kematangannya. Pupuk kandang harus sudah difermentasi atau benar-benar terurai. Pupuk yang masih segar tidak digunakan dalam racikan tersebut karena disebut masih bersifat panas dan berpotensi mengandung bakteri maupun jamur patogen.
Dalam contoh video, pupuk kandang yang digunakan berasal dari kambing dan telah difermentasi.
Bahan terakhir adalah humus daun bambu sebanyak satu ember. Bahan ini dapat diperoleh dari daun bambu yang sudah jatuh dan membusuk secara alami.
Daun atau ranting yang belum terurai sebaiknya dipisahkan. Setelah itu, humus dapat diayak untuk mendapatkan material yang sudah terurai.
Dalam video, humus daun bambu disebut memiliki kandungan fosfor dan kalium yang relatif tinggi sehingga dapat membantu kesuburan media. Bahan ini juga disebut bisa langsung digunakan tanpa proses fermentasi tambahan apabila sudah menjadi humus.
Jika tidak memiliki humus daun bambu, bahan tersebut dapat diganti menggunakan kompos dari daun-daunan yang sudah terurai. Kompos sebaiknya tetap diayak agar batu, sampah, dan bagian tanaman yang belum membusuk tidak ikut tercampur.
Ada pula alternatif jika humus maupun kompos tidak tersedia. Jumlah sekam mentah dapat ditambah dari satu menjadi 1,5 ember. Komposisinya kemudian menjadi tiga bagian tanah, 1,5 bagian sekam mentah, satu bagian sekam bakar, dan satu bagian pupuk kandang fermentasi.
Setelah semua bahan terkumpul, seluruh material perlu dicampur sampai merata. Untuk penggunaan pada musim hujan, dalam video juga disarankan menambahkan dolomit sekitar satu kilogram untuk jumlah media seperti contoh.
Dengan sekam mentah yang telah disterilkan dan pupuk kandang yang sudah matang, campuran tersebut kemudian disebut siap digunakan sebagai media tanam.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : ook tani 93