Cara Melatih Toilet Training Anjing, 7 Langkah agar Tak Buang Air Sembarangan

Difa'un Nadhiroh • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 18:21 WIB
Cara melatih toilet training anjing membutuhkan 7 langkah, mulai dari menentukan tempat buang air hingga membuat jadwal rutin.(PINTEREST)
Cara melatih toilet training anjing membutuhkan 7 langkah, mulai dari menentukan tempat buang air hingga membuat jadwal rutin.(PINTEREST)

BLITAR KAWENTAR - Cara melatih toilet training anjing membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Latihan bisa dimulai dengan mengenalkan anjing pada lingkungan rumah, menentukan tempat buang air, mengenali tanda-tandanya, hingga membuat jadwal rutin.

Toilet training penting dilakukan agar anjing terbiasa buang air di tempat yang sudah ditentukan. Namun, proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Pemilik perlu menyediakan waktu untuk mengawasi anjing, terutama pada tahap awal latihan. Berikut tujuh langkah toilet training anjing.

1. Kenalkan dengan Lingkungan Rumah

Langkah pertama adalah membiarkan anjing mengenali lingkungan tempat tinggalnya. Anjing bisa diberi kesempatan mengendus dan berkeliling di area rumah. Jika terdapat ruangan yang tidak boleh dimasuki, pintu ruangan tersebut dapat ditutup. Tujuannya agar anjing terbiasa mengetahui area mana yang menjadi tempat aktivitasnya.

Anjing juga merupakan salah satu hewan yang cenderung tidak buang air di tempat mereka tidur, tinggal, dan beraktivitas. Setelah anjing sudah cukup lama tinggal di rumah, tahap pengenalan ini tidak perlu dilakukan lagi.

2. Tentukan Tempat Buang Air

Pemilik perlu menentukan satu tempat khusus yang digunakan anjing untuk buang air. Tempat tersebut bisa berada di luar rumah, seperti halaman.

Baca Juga: 7 Cara Merawat Ikan Koi yang Benar untuk Pemula: Kunci Sukses Habitat Ideal dan Deteksi Penyakit

Jika tinggal di apartemen atau tidak memungkinkan membawa anjing ke luar, pemilik dapat menyiapkan tray atau toilet khusus anjing. Anak anjing juga bisa dibantu menggunakan underpad. Tempat buang air sebaiknya mudah dijangkau karena pemilik akan sering membawa anjing ke sana selama proses latihan.

3. Kenali Tanda Anjing Ingin Buang Air

Mengenali tanda-tanda anjing ingin pipis atau pup menjadi bagian penting dalam toilet training. Beberapa tanda yang disebutkan antara lain mulai mencium lantai, berputar-putar di area tertentu, berjalan pelan dengan tampak kebingungan, kemudian mulai jongkok.

Ketika tanda tersebut muncul, pemilik harus segera membawa anjing ke tempat buang air yang sudah ditentukan. Pada tahap awal, anjing masih mungkin buang air sembarangan. Pemilik tidak dianjurkan langsung memarahi, membentak, atau memukulnya.

4. Segera Bawa ke Tempat yang Ditentukan

Saat melihat tanda anjing akan buang air, pemilik bisa memberikan larangan seperti “jangan” atau “no” dengan nada tegas, tetapi bukan dengan kekerasan.

Setelah itu, segera bawa anjing ke tempat yang telah disiapkan. Jika tempatnya berada di luar rumah, bawa anjing keluar. Jika menggunakan tray atau tatakan khusus, angkat dan letakkan anjing di sana.
Baca Juga: Cara Merawat Ikan Koi agar Cepat Besar: Simak Tips Memilih Gen Super hingga Teknik Dribbling Air Kolam

Jika anjing terlanjur buang air di tempat yang salah, tetap jangan dimarahi atau dipukul. Proses ini membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Bekas pipis maupun kotoran juga harus dibersihkan secara menyeluruh agar lingkungan tempat tinggal tetap bersih.

5. Buat Jadwal Rutin

Konsistensi menjadi kunci berikutnya. Pemilik dapat membuat jadwal buang air dan menerapkannya setiap hari. Anjing dimasukkan ke kandang setiap malam untuk tidur. Setiap pagi sekitar pukul 06.00, anjing dibawa ke tempat buang air. Kemudian, anjing kembali dibawa setiap 4-5 jam, yakni sekitar pukul 12.00 dan 17.00.

Jadwal itu sudah dibiasakan sejak anjing berusia dua bulan. Namun, jadwal dapat dibuat sesuai fleksibilitas pemilik. Anak anjing disebut membutuhkan jeda lebih pendek dan dapat buang air setiap dua jam sekali.

6. Gunakan Kata sebagai Penanda

Pemilik juga dapat menggunakan kata tertentu secara rutin ketika menemani anjing buang air. Kata “pipis” atau “pup” digunakan sambil menunggu anjing menyelesaikan kebutuhannya. Jika dilakukan berulang, kata tersebut digunakan sebagai penanda atau pemicu bagi anjing untuk buang air di tempat yang telah ditentukan.

Setelah berhasil, berikan pujian seperti “good boy”. Anak anjing juga dapat diberi treat sesaat setelah buang air di tempat yang benar sebagai tanda keberhasilan.

Baca Juga: Cara Merawat Kura-Kura Brazil yang Masih Bayi agar Cepat Besar dan Sehat, Pemula Wajib Tahu Hal Penting Ini!

7. Buat Anjing Nyaman

Kenyamanan juga menjadi bagian dari latihan. Berdasarkan pengalaman yang dibagikan, anjing cenderung lebih mudah buang air ketika merasa nyaman dan tidak tertekan.

Area buang air sebaiknya dijauhkan dari barang-barang yang dapat mengalihkan perhatian. Jika menggunakan tali, jangan terlalu mengekang pergerakannya.

Pemilik juga dapat membelai anjing agar lebih tenang. Setelah buang air, anjing tidak selalu langsung selesai sehingga pemilik perlu tetap sabar menunggunya.

Pada akhirnya, toilet training anjing membutuhkan rutinitas, kesabaran, dan konsistensi. Pemilik perlu membiasakan waktu serta tempat buang air secara berulang hingga anjing memahami kebiasaan tersebut.

Editor : Difa'un Nadhiroh
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Pelatihan Anjing Cara Melatih Toilet Training Anjing Toilet Training Anjing Anjing Poodle Tips Anjing