BLITAR KAWENTAR - Pelatihan anjing dasar tidak hanya bertujuan membuat anjing mampu menjalankan perintah seperti "sit, down, dan stay". Latihan juga diarahkan agar anjing lebih mudah dikontrol, tenang saat menghadapi situasi tertentu, serta membangun ikatan antara anjing dan pemilik.
Hal itu diperlihatkan dalam sebuah sesi pelatihan terhadap anjing bernama Oreo. Dalam pelatihan tersebut, sejumlah kemampuan dasar dikenalkan, mulai dari berjalan tanpa menarik tali, duduk, diam, tetap berada di tempat, hingga masuk ke ruang atau kandang yang sudah dianggap nyaman.
Salah satu latihan yang diperkenalkan adalah "heel". Latihan ini bertujuan membuat anjing berjalan di sisi pemilik tanpa terus-menerus menarik tali. Posisi berjalan di sebelah kiri juga disebut membantu pemilik mengontrol anjing ketika berada di luar rumah.
Menurut pelatih, anjing yang terbiasa melakukan "heel" akan lebih mudah diajak berjalan. Pemilik tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk menahan tarikan anjing.
“Kalau di sini kita latih, gunanya supaya dia saat dibawa itu lebih mudah,” kata pelatih.
Baca Juga: Cara Merawat Burung Kicau agar Rajin Bunyi dan Sehat, Panduan Lengkap untuk Pemula Biar Gacor!
Selain "heel", anjing juga dilatih melakukan "sit" atau duduk. Perintah ini digunakan ketika pemilik membutuhkan kondisi anjing yang lebih tenang, misalnya saat bertemu orang lain atau ketika pemilik sedang melakukan aktivitas di rumah.
Latihan berikutnya adalah "down" atau berbaring. Posisi tersebut disebut dapat membantu menurunkan energi anjing sehingga lebih tenang. Setelah anjing menjalankan perintah, pemilik kemudian memberikan sinyal bahwa anjing sudah boleh kembali bebas.
Ada pula latihan "stay". Dalam latihan ini, anjing diminta tetap berada di tempat meski pemilik menjauh beberapa langkah. Kemampuan tersebut dapat digunakan ketika ada tamu, petugas pengiriman paket, atau orang lain yang datang ke rumah.
Pelatih memperagakan perintah "stay" dengan berjalan beberapa langkah, kemudian berbalik dan kembali kepada anjing. Tujuannya agar anjing memahami bahwa perintah tersebut mengharuskannya tetap diam sampai mendapat arahan berikutnya.
Latihan Harus Diulang di Rumah
Pelatihan anjing dasar tidak berhenti setelah anjing mengikuti sesi latihan. Pemilik tetap diminta mengulangi latihan di rumah. Pelatih menjelaskan, sekolah atau tempat pelatihan pada dasarnya memberikan stimulus dan arahan awal agar anjing memahami sebuah perintah. Setelah itu, pemilik memiliki tanggung jawab untuk terus mengulanginya.
Baca Juga: Cara Merawat Bonsai agar Makin Rimbun, Perhatikan Akar hingga Media Tanamnya
Ia membandingkan proses tersebut dengan pendidikan manusia. Anak mendapat pelajaran di sekolah, kemudian pemahaman diperkuat melalui pekerjaan rumah, koreksi, hingga pengujian. Karena itu, latihan di rumah dinilai penting agar kemampuan yang sudah dikenalkan tidak berhenti sebagai kebiasaan sesaat.
“Karena mereka makhluk hidup, setiap sebuah pelatihan itu butuh pengulangan,” ujarnya.
Latihan lain yang diperkenalkan adalah "rest". Anjing diarahkan menuju tempat yang nyaman, seperti kasur atau area khusus, kemudian diminta beristirahat ketika pemilik sedang menerima tamu, memasak, atau melakukan aktivitas lain.
Pelatihan juga mencakup pengenalan terhadap kandang. Pelatih menekankan bahwa kandang tidak semata-mata berarti membatasi kebebasan anjing. Kandang dapat diperkenalkan sebagai ruang khusus yang nyaman bagi anjing. Namun, anjing perlu dikenalkan secara bertahap. Memasukkan anjing langsung ke kandang tanpa proses pengenalan disebut dapat membuatnya merengek atau tidak nyaman.
Feeding untuk Bonding
Hal lain yang menjadi perhatian adalah penggunaan makanan dalam latihan. Makanan tidak semata-mata digunakan karena anjing lapar, tetapi juga sebagai bagian dari proses bonding antara anjing dan pemilik.
Baca Juga: Cara Merawat Bonsai agar Subur, Ini Teknik Repotting dan Pemupukan yang Perlu Diperhatikan
Pelatih menjelaskan bahwa pemberian makanan melalui tangan dapat membangun ikatan yang berbeda. Dalam latihan, anjing tetap diberi makan sesuai kebutuhannya, sementara sebagian proses feeding digunakan sebagai reward. Pemberian makan juga dijelaskan memiliki aturan waktu. Dalam sesi tersebut, makanan diberikan dalam waktu sekitar 15 menit. Jika tidak dimakan, makanan diambil kembali.
Menurut pelatih, pola itu ditujukan agar anjing lebih menghargai makanan, tidak terlalu memilih-milih, dan mengenali waktu makan. Pelatihan juga diarahkan agar anjing tidak asal mengambil makanan. Dalam demonstrasi terhadap anjing tersebut, anjing dapat menjalankan perintah meski tidak sedang diberikan makanan sebagai imbalan.
Tujuan lainnya adalah membantu anjing agar tidak sembarangan mengambil makanan yang diberikan orang lain. Pelatih mengaitkannya dengan kondisi ketika ada orang yang berniat buruk dan mencoba memberikan sesuatu kepada anjing.
Pada akhirnya, pelatih menekankan bahwa pemilik tetap harus meneruskan latihan di rumah. Pengulangan tersebut bukan sekadar untuk membuat anjing patuh, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun hubungan dan kepercayaan antara anjing dengan pemiliknya.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber