Bonsai Beringin Lokal Benjamin Bisa Punya Akar Gantung Rimbun, Ini Caranya

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 16:51 WIB
Bonsai beringin lokal Benjamin bisa dikembangkan dengan akar gantung dan pengarahan cabang. Simak proses pembentukan yang dibagikan. (PINTEREST)
Bonsai beringin lokal Benjamin bisa dikembangkan dengan akar gantung dan pengarahan cabang. Simak proses pembentukan yang dibagikan. (PINTEREST)

JAKARTA - Bonsai beringin lokal Benjamin dapat dikembangkan dengan program akar gantung sekaligus pengarahan cabang. Dalam video yang dibagikan Program Bonsai, proses tersebut dilakukan melalui pemangkasan ranting, pemilihan cabang, hingga penimbunan akar gantung agar pertumbuhannya semakin besar.

Pemilik bahan bonsai beringin dalam video tersebut memperlihatkan tanaman yang masih berada dalam proses penimbunan, pengarahan cabang, dan pemilihan cabang. Salah satu fokus utamanya adalah memperbanyak akar gantung pada beringin lokal Benjamin.

Menurut pengalaman yang dibagikan dalam video, munculnya akar gantung baru dapat diiringi dengan pertumbuhan tunas muda. Karena itu, pemangkasan sejumlah dahan dilakukan untuk merangsang munculnya tunas baru.

Baca Juga: Bobol Lemari Tetangga, Perempuan di Talun Gasak 14 Perhiasan Emas dan Uang Rp 3,5 Juta

Pangkas Dahan untuk Memunculkan Tunas Baru

Dalam prosesnya, beberapa cabang yang sebelumnya rimbun sengaja dipangkas. Dahan lama dipotong sehingga tersisa bekas pemotongan pada beberapa bagian.

Pemangkasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari percobaan untuk melihat hubungan antara pertumbuhan tunas baru dan munculnya akar gantung. Hasil yang ditunjukkan dalam video memperlihatkan beberapa tunas baru berwarna kuning atau kemerahan yang masih muda.

Pada bagian lain, akar gantung juga terlihat mulai membesar bersamaan dengan munculnya dahan baru. Bahkan, terdapat akar gantung yang memanjang hingga menembus tanah.

"Ini pengalaman saya dan ini buktinya teman-teman," ujar pembuat video ketika menunjukkan hasil percobaan tersebut.

Ia menjelaskan, pemilik beringin yang ingin memperbanyak akar gantung dapat mencoba memperhatikan pertumbuhan tunas baru. Dalam proses tersebut, dahan lama dikorbankan untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan tunas.

Perbedaan antara bagian muda dan tua juga terlihat dari warna serta kondisinya. Dahan lama tampak lebih tua, keras, dan berwarna hijau pekat hingga hitam. Sementara bagian yang masih muda terlihat lebih kuning atau kemerahan.

Tunas yang tumbuh dari bekas pemotongan juga disebut dapat dikembangkan untuk membantu program pembentukan akar gantung berikutnya.

Pengarahan Cabang Tanpa Melilit Kawat

Selain program akar gantung, video tersebut juga membahas pemilihan dan pengarahan cabang. Pemilik bonsai terlebih dahulu menentukan dahan utama, dahan kedua, dahan ketiga, dan percabangan berikutnya.

Susunan cabang kemudian diprogram agar terlihat seimbang dengan mempertimbangkan ukuran besar dan kecilnya dahan.

Untuk mengarahkan cabang, digunakan kawat bekas kabel. Namun, kawat tidak dililitkan langsung pada cabang. Cara tersebut dipilih karena lilitan kawat dapat meninggalkan bekas luka yang membutuhkan waktu lama untuk pulih, terlebih jika kawat terlambat dilepas.

Sebagai alternatif, kawat dipotong dan dibengkokkan hingga membentuk kait. Media berupa ember atau pot berukuran lebih besar digunakan agar kawat dapat dikaitkan tanpa merusak kulit tanaman.

Baca Juga: Bobol Lemari Tetangga, Perempuan di Talun Gasak 14 Perhiasan Emas dan Uang Rp 3,5 Juta

Kawat tersebut kemudian diarahkan untuk membentuk lengkungan pada cabang. Dengan cara itu, cabang dapat diarahkan ke posisi yang diinginkan tanpa harus melilitkan kawat secara langsung.

Program Bonsai juga memperlihatkan cara menangani akar gantung yang baru tumbuh. Akar tersebut diarahkan menuju tanah dengan cara ditimbun secara perlahan.

Menurut penjelasan dalam video, akar gantung yang belum tertimbun tanah perlu diarahkan terlebih dahulu. Tanah kemudian digunakan untuk menutup bagian akar sehingga pertumbuhannya dapat berlanjut ke bawah.

Setelah akar gantung berada di tanah, perawatan dilakukan dengan menyiram secara perlahan dan merata. Media tanam juga dibasahi agar bagian akar mendapatkan air dengan baik.

Proses pembentukan bonsai beringin tersebut dilakukan secara bertahap. Mulai dari pemangkasan dahan lama, menumbuhkan tunas baru, mengembangkan akar gantung, memilih cabang, hingga mengarahkan percabangan. Setiap bagian kemudian terus dipantau untuk mendapatkan bentuk bonsai yang sesuai dengan program pembentukan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Program Bonsai
Bonsai Beringin Beringin Lokal Benjamin Akar Gantung Pengarahan Cabang Program Bonsai