JAKARTA - Bonsai Kimeng hasil penggabungan batang kembali dibentuk agar memiliki perbandingan batang dan cabang yang lebih seimbang. Setelah batang menyatu, bagian cabang yang masih berukuran kecil ditempeli bahan Kimeng lain untuk memperbesar ukurannya.
Dalam video tersebut, bahan bonsai Kimeng yang digunakan merupakan hasil penggabungan batang dengan usia sekitar satu tahun lebih. Batangnya disebut sudah menyatu, tetapi masih terdapat bagian yang dinilai belum proporsional, terutama ukuran cabang yang masih terlalu kecil dibandingkan batang.
Untuk memperbaiki bentuk tersebut, sejumlah bahan Kimeng berukuran kecil disiapkan. Bahan itu nantinya ditempelkan pada cabang yang masih kecil sehingga setelah menyatu dapat membantu memperbesar ukuran cabang.
Sebelum proses penempelan dilakukan, bahan bonsai terlebih dahulu dikeluarkan dari pot. Langkah ini dilakukan untuk melihat kondisi perakaran sekaligus menentukan bagian akar yang perlu dipotong.
Saat dibongkar, terlihat sejumlah akar tumbuh terlalu panjang ke bawah. Arah beberapa akar juga dinilai kurang sesuai. Akar yang terlalu panjang kemudian dipotong karena pot bonsai yang digunakan memiliki bentuk relatif tipis sehingga akar tersebut tidak akan muat jika dibiarkan.
Selain akar yang tumbuh ke bawah, terdapat pula beberapa akar di bagian samping yang posisinya dianggap kurang sesuai. Akar tersebut juga dibuang untuk membantu memperbaiki tampilan perakaran bonsai.
Baca Juga: Keluhan Perubahan Desil Meningkat, Dinsos Kota Blitar Tambah Layanan di MPP Setiap Hari
Bahan Kimeng Kecil Disiapkan
Setelah perakaran selesai ditata, proses dilanjutkan dengan mencari bahan Kimeng berukuran kecil. Ukurannya disebut sekitar satu telunjuk atau satu jari kelingking.
Bahan-bahan kecil tersebut akan digunakan untuk ditempelkan pada cabang Kimeng yang masih kurang besar. Sebelum ditempel, bagian daun dikurangi dan hanya disisakan pada bagian ujung.
Pengurangan daun dilakukan untuk mengurangi penguapan. Sebab, bahan Kimeng berukuran kecil memiliki kondisi akar yang sebagian terputus. Jika jumlah daun terlalu banyak, penguapan disebut dapat menjadi terlalu besar sehingga bahan kecil tersebut berisiko mati.
Setelah daun dikurangi, bahan Kimeng mulai ditempelkan pada cabang yang ukurannya masih kecil. Jumlah bahan yang digunakan tidak harus satu batang. Dalam video dijelaskan, bahan yang ditempel bisa mencapai lima atau sepuluh batang, tergantung kebutuhan.
Tujuan utama proses tersebut adalah membuat cabang menjadi lebih besar setelah bahan yang ditempel menyatu. Dengan begitu, ukuran cabang diharapkan menjadi lebih seimbang dengan batang utama.
Diikat Menggunakan Kawat
Setelah bahan Kimeng ditempelkan, proses berikutnya adalah pengikatan. Dalam pengerjaan ini digunakan kawat untuk menjaga bahan tetap berada pada posisi yang diinginkan.
Pengikatan dilakukan pada bagian atas sekaligus bagian bawah. Bahan-bahan kecil tersebut dibuat menempel pada cabang dan juga batang.
Dengan cara tersebut, proses penggabungan tidak hanya diarahkan untuk memperbesar cabang, tetapi sekaligus membantu memperbesar bagian batang yang ditempeli bahan Kimeng.
Baca Juga: Keluhan Perubahan Desil Meningkat, Dinsos Kota Blitar Tambah Layanan di MPP Setiap Hari
Setelah seluruh bagian terikat, bahan bonsai kembali dimasukkan ke dalam pot. Pada bagian pinggir pot ditambahkan penghadang agar media tanam dapat ditahan.
Penghadang tersebut biasanya dapat menggunakan beberapa bahan. Dalam video, pembuat bonsai menggunakan semen karena bahan tersebut tersedia. Alternatif lain yang disebut adalah karpet, genteng, atau papan.
Media tanam kemudian dimasukkan untuk menutupi bagian akar. Campuran yang digunakan berupa tanah biasa dan sekam. Pembuat bonsai menyebut tidak menggunakan bahan lain karena saat proses tersebut bahan tersebut sedang tidak tersedia.
Setelah penanaman selesai, proses penggabungan batang dan cabang Kimeng memasuki tahap lanjutan. Bahan yang ditempel masih membutuhkan waktu untuk menyatu dan berkembang.
Hasil akhir yang ditampilkan dalam video merupakan bentuk sementara setelah proses penggabungan dilakukan. Penataan akar, pengurangan daun, penempelan bahan Kimeng kecil, hingga pengikatan menjadi rangkaian tahapan untuk membentuk bonsai dengan ukuran batang dan cabang yang lebih seimbang.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Bonsai Unit 3