Bonsai Kimeng dari Stek Pucuk Mulai Dibentuk, Kini Masuk Tahap Pecah Batang

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 17:06 WIB
Bonsai Kimeng dari stek pucuk mulai dibentuk dengan liukan, wiring, penataan akar, hingga pecah batang menjadi delapan bagian. (PINTEREST)
Bonsai Kimeng dari stek pucuk mulai dibentuk dengan liukan, wiring, penataan akar, hingga pecah batang menjadi delapan bagian. (PINTEREST)

JAKARTA - Bonsai Kimeng yang dibuat dari stek pucuk mulai dibentuk dengan gaya liukan atau ekspresionis. Proses pembentukan dilakukan secara bertahap melalui wiring, pelepasan kawat, penggantian media tanam, hingga program pecah batang untuk mendapatkan tampilan bahan yang lebih pendek dan kokoh.

Proses tersebut dibagikan melalui channel Sufi Bonsai. Bahan bonsai Kimeng dalam video itu awalnya ditanam menggunakan metode stek pucuk. Setelah sekitar satu setengah bulan, tanaman mulai tumbuh normal dan siap diberikan gerak dasar liukan.

Pada tahap awal, wiring dilakukan dengan gerakan yang masih sederhana. Pembuat video sengaja tidak langsung memberikan liukan ekstrem karena bagian pohon yang sedang dikawat rentan patah.

"Kalau misalkan kita langsung memberikan liukan yang lumayan ekstrem maka akan sangat rentan sekali terjadinya patah pada bagian pohon yang kita kawat," jelasnya.

Baca Juga: Keluhan Perubahan Desil Meningkat, Dinsos Kota Blitar Tambah Layanan di MPP Setiap Hari

Wiring Dilakukan Bertahap

Setelah sekitar dua setengah bulan sejak proses pengawatan pertama, kondisi tanaman menunjukkan kawat mulai masuk ke bagian pohon. Kawat kemudian dilepas untuk mencegah bekas pengawatan semakin dalam.

Bersamaan dengan pelepasan kawat, tanaman dipindahkan ke polybag yang ukurannya sedikit lebih besar. Langkah tersebut dilakukan agar pertumbuhan tanaman dapat kembali lebih subur dan maksimal.

Jika dihitung sejak penanaman menggunakan stek pucuk, usia bahan bonsai Kimeng saat itu mencapai sekitar empat bulan.

Pertumbuhan akar juga mulai terlihat cukup banyak. Untuk tahap berikutnya, pembuat video memberikan tatakan akar agar pertumbuhan akar lebih diarahkan ke samping.

Media tanam yang digunakan terdiri dari tiga campuran, yakni pasir sungai, sekam padi, dan kotoran kambing yang sudah difermentasi. Sementara untuk menahan liukan yang sudah dibuat, digunakan penyangga dari bambu.

Setelah pertumbuhan kembali normal, pengawatan kedua direncanakan dilakukan. Tanaman juga akan ditempatkan di lokasi yang terkena sinar matahari penuh agar pertumbuhannya semakin subur.

Perawatan kemudian dilanjutkan hingga tanaman memasuki usia sekitar sembilan bulan. Setelah kurang lebih lima bulan sejak pelepasan kawat, kondisi bonsai Kimeng disebut sudah sangat subur. Ukurannya juga hampir mencapai sejempol tangan.

Pertumbuhan tersebut didukung perawatan khusus menggunakan pupuk kimia, yakni pupuk Mutiara atau pupuk NPK.

Bonsai Kimeng Masuk Program Pecah Batang

Pada tahap berikutnya, media tanam dibongkar dan tanaman dipindahkan ke pot plastik berukuran lebih besar. Selain memberikan ruang pertumbuhan, bagian akar juga mulai diprogram kembali.

Pembuat video mengungkapkan bahwa bahan bonsai Kimeng tersebut sebelumnya sudah menjalani program pecah batang. Namun, proses itu tidak sempat didokumentasikan karena penyimpanan telepon genggam sedang penuh.

Hasil pecah batang sebelumnya dianggap masih terlalu pendek. Karena itu, bagian tersebut kemudian ditinggikan agar tampilan bahan bonsai Kimeng menjadi lebih pendek dan terlihat lebih "bogel".

Setelah dipertimbangkan kembali, pembuat video menilai masih memungkinkan untuk menambah pecahan batang. Program tersebut akhirnya dikembangkan menjadi pecahan delapan bagian.

Baca Juga: Keluhan Perubahan Desil Meningkat, Dinsos Kota Blitar Tambah Layanan di MPP Setiap Hari

Setelah proses itu, tanaman kembali ditanam. Pada bagian akar, digunakan tatakan yang dibuat dari tanah dan dibungkus menggunakan polybag bekas.

Tatakan tersebut digunakan untuk mempermudah penataan akar. Akar yang sudah disusun kemudian dijepit menggunakan kawat sebelum tanaman ditanam kembali ke dalam pot plastik yang lebih besar.

Untuk sementara, gerak dasar bahan bonsai Kimeng masih dipertahankan seperti sebelumnya. Setelah pertumbuhan tanaman kembali normal, proses wiring akan dilakukan kembali untuk mempertegas liukan atau menyesuaikan bentuknya.

Pembentukan bonsai Kimeng tersebut masih berlanjut. Dari stek pucuk hingga usia sekitar sembilan bulan, tanaman melewati sejumlah tahapan, mulai dari pertumbuhan akar, wiring, pelepasan kawat, pengarahan gerak dasar, perawatan, hingga pecah batang dan penataan akar.

Proses tersebut menunjukkan bahwa pembentukan bahan bonsai Kimeng dilakukan secara bertahap sambil menyesuaikan perkembangan tanaman. Tahapan berikutnya masih akan dilanjutkan hingga bahan tersebut berkembang menjadi bonsai sesuai program pembentukannya.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Sofi Bonsai
Bonsai kimeng Wiring Bonsai Stek Pucuk Pecah Batang bonsai