JAKARTA - Bonsai Kimeng yang dibuat dari stek pucuk mulai menunjukkan perkembangan setelah melewati beberapa tahap pertumbuhan dan pembentukan. Material tersebut secara bertahap diarahkan menjadi bonsai dengan gaya liukan atau ekspresionis melalui proses wiring, penataan akar, hingga pecah batang.
Proses pembentukan diawali setelah stek pucuk ditanam. Pertumbuhan berlangsung normal hingga mulai dilakukan pembentukan gerakan dasar pada batang. Wiring pertama diberikan dengan pola yang masih sederhana karena batang belum memungkinkan untuk mendapatkan liukan ekstrem.
Pemberian liukan secara bertahap dilakukan untuk mengurangi risiko batang mengalami kerusakan. Setelah sekitar dua setengah bulan sejak wiring pertama, kawat mulai masuk ke bagian batang sehingga perlu segera dilepas.
Setelah kawat dilepas, material Bonsai Kimeng dipindahkan dari polybag ke wadah plastik yang sedikit lebih besar. Pemindahan tersebut dilakukan agar pertumbuhan tanaman tetap berjalan dengan baik.
Pada tahap ini, usia tanaman telah mencapai sekitar empat bulan sejak pertama kali ditanam melalui stek pucuk. Kondisi akar juga sudah cukup banyak sehingga mulai dilakukan perencanaan untuk membentuk tatakan akar.
Baca Juga: Keluhan Perubahan Desil Meningkat, Dinsos Kota Blitar Tambah Layanan di MPP Setiap Hari
Media tanam yang digunakan terdiri dari pasir sungai, sekam padi, dan kotoran kambing yang telah difermentasi. Untuk mempertahankan bentuk liukan sementara, digunakan penyangga dari bambu. Setelah pertumbuhan kembali normal, proses wiring berikutnya dapat dilakukan untuk memperkuat atau menyesuaikan bentuk batang.
Tanaman kemudian ditempatkan di area yang mendapatkan sinar matahari penuh agar pertumbuhannya lebih maksimal. Perawatan juga dibarengi dengan penggunaan pupuk kimia Mutiara atau NPK.
Sekitar lima bulan setelah kawat pertama dilepas, perkembangan material terlihat semakin kuat. Ukuran batangnya bahkan sudah mendekati sebesar jempol tangan. Dari stek pucuk hingga tahap tersebut, usia tanaman mencapai sekitar sembilan bulan.
Memasuki tahap berikutnya, media tanam kembali dibongkar untuk memindahkan tanaman ke pot plastik yang lebih besar. Penataan akar menjadi salah satu fokus utama karena akar akan diprogram agar menyebar dan membentuk dasar tanaman.
Selain penataan akar, material juga masuk dalam proses pecah batang. Sebelumnya, batang memang telah diprogram untuk proses tersebut, tetapi prosesnya tidak sempat direkam karena keterbatasan penyimpanan pada telepon.
Pecah batang sebelumnya dinilai masih terlalu pendek. Karena itu, bagian batang akan dinaikkan atau dibuat lebih tinggi agar tampilan material Bonsai Kimeng terlihat lebih pendek dan lebih terbuka pada bagian batangnya.
Rencana berikutnya adalah menambahkan pecahan apabila kondisi memungkinkan. Dengan tambahan tersebut, pecah batang ditargetkan dapat berkembang menjadi delapan bagian.
Baca Juga: Keluhan Perubahan Desil Meningkat, Dinsos Kota Blitar Tambah Layanan di MPP Setiap Hari
Untuk membantu pembentukan tatakan akar, digunakan tanah yang dibungkus menggunakan polybag bekas. Cara tersebut digunakan agar proses pengaturan akar menjadi lebih mudah. Akar kemudian disusun dan dijepit menggunakan kawat sebelum tanaman ditanam kembali di pot plastik yang lebih besar.
Gerakan dasar pada batang untuk sementara tetap dipertahankan. Setelah pertumbuhan kembali normal, wiring dapat dilakukan lagi untuk memperkuat liukan yang sudah terbentuk atau melakukan perubahan pada gerakan batang.
Pada usia sembilan bulan, proses pembentukan material ini masih berada pada tahap pengembangan. Tahapan berikutnya akan berlanjut melalui perawatan, pertumbuhan, penataan akar, serta pembentukan batang hingga menjadi bonsai yang lebih matang.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Sofi Bonsai