JAKARTA - Bonsai Kimeng dari bahan pecah batang dipermak untuk mendapatkan bentuk yang lebih terarah. Prosesnya meliputi pemotongan batang, penutupan luka menggunakan salep kambium, penataan akar, hingga pemindahan ke polybag yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan.
Bahan Kimeng yang digunakan merupakan hasil pembesaran sendiri dan disebut sudah memiliki ukuran cukup besar. Bahan tersebut kemudian dikonsep agar ke depannya dapat menjadi bonsai. Sebelum proses utama dimulai, bagian media tanam dilepas sebagian untuk melihat kondisi batang dan akar.
Tahap pertama dilakukan dengan memotong bagian tertentu pada batang. Bagian yang dipotong kemudian ditempatkan untuk membantu menutup kambium pada area yang terbuka. Langkah tersebut diarahkan agar bagian batang dan calon mahkota dapat menyatu dengan lebih baik.
Setelah dilakukan dua pemotongan, bentuk dasar mulai ditentukan. Pada bagian tersebut terdapat sejumlah lengan yang sudah mulai hidup. Bagian yang masih memiliki rongga kemudian dipecah sedikit untuk membantu proses penutupan.
Selain batang, akar juga menjadi perhatian. Penataan akar dilakukan bersamaan dengan proses pembentukan karena posisi akar dianggap penting dalam pengembangan bahan bonsai. Setelah penataan selesai, bahan akan ditempatkan pada polybag yang lebih besar.
Baca Juga: Tujuh Anggota DPRD Kota Blitar Dilaporkan Terkait Aksi KONI, Ini Duduk Perkaranya
Luka Batang Ditutup dengan Salep Kambium
Setelah proses pemotongan, bagian yang terluka diberi salep kambium. Dalam video dijelaskan bahwa penggunaan salep tersebut ditujukan untuk menutup luka dan membantu proses pemulihan kambium.
Salep juga disebut dapat mengurangi penguapan dari bagian batang yang mengalami pemotongan. Karena itu, pengolesannya dilakukan secara merata pada bagian samping kulit yang terluka.
Setelah luka ditangani, gerak dasar percabangan mulai diarahkan menggunakan kawat. Namun, penggunaan kawat tidak dilakukan secara berlebihan. Menurut penjelasan dalam video, terlalu banyak kawat dapat memengaruhi perkembangan bahan bonsai.
Bagian akar kemudian kembali ditata. Pembuat bonsai menekankan bahwa bahan pecah batang tidak cukup hanya dilakukan pemecahan. Akar juga perlu diperhatikan agar susunan bahan lebih terarah.
Pemecahan pada batang dilakukan dengan bentuk yang tidak dibuat sama persis. Bagian tertentu dibuat lebih pendek agar hasil pecahan tidak terlalu terlihat seragam. Penataan tersebut dilakukan sambil memperhatikan bagian akar.
Dipindahkan ke Polybag Lebih Besar
Setelah proses pemotongan dan penataan selesai, bahan Kimeng dipindahkan ke polybag baru. Media tanam yang digunakan terdiri dari pasir kali, sekam bakar, dan kohe kambing.
Bagian bawah polybag diberi alas dari plastik polybag. Media kemudian dimasukkan dan dipadatkan sebelum bahan Kimeng ditempatkan di atasnya.
Setelah bahan berada pada posisi yang diinginkan, akar kembali ditata. Bagian atas media kemudian diberi pasir Malang sebagai topping. Pupuk majemuk juga ditambahkan dalam proses penanaman tersebut.
Bahan Kimeng kemudian diarahkan sedikit agar tidak terlalu mengalami stres sekaligus memperlihatkan konsep bentuk yang sedang dibangun. Dua lengan pada batang diarahkan menuju bagian atas yang nantinya menjadi jalur menuju mahkota.
Baca Juga: Tujuh Anggota DPRD Kota Blitar Dilaporkan Terkait Aksi KONI, Ini Duduk Perkaranya
Untuk bagian akar, pembuat bonsai berencana melihat perkembangannya ketika bahan kembali dibongkar. Pada tahap tersebut, akar dapat dipotong lebih pendek dan proses pembentukan percabangan kembali dilakukan.
Setelah penanaman, daun yang sudah tua juga diseleksi. Langkah tersebut dilakukan setelah sebagian akar dipotong. Bahan kemudian disiram dan ditempatkan di lokasi yang agak teduh.
Bahan Bonsai Kimeng tidak langsung diletakkan di bawah sinar matahari penuh. Setelah pertumbuhannya dinilai sudah bagus, tanaman akan diarahkan kembali untuk mendapatkan paparan matahari lebih banyak.
Proses permak tersebut menunjukkan bahwa pembentukan bahan bonsai dilakukan secara bertahap. Mulai dari pemotongan batang, pengaturan gerak dasar, penataan akar, hingga pemilihan media tanam, seluruh tahap diarahkan untuk mendukung perkembangan bahan Kimeng sebelum masuk ke proses pembentukan berikutnya.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : W.M Sunarta