Bonsai Santigi On The Rock, Begini Cara Menata Akar agar Menjuntai di Batu

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 17:18 WIB
Bonsai Santigi dibentuk dengan konsep on the rock melalui pemilihan batu, penataan akar, moss, kawat, dan media tanam. (PINTEREST)
Bonsai Santigi dibentuk dengan konsep on the rock melalui pemilihan batu, penataan akar, moss, kawat, dan media tanam. (PINTEREST)

JAKARTA - Pembuatan bonsai Santigi dengan konsep on the rock diawali dengan memilih batu yang sesuai dengan karakter tanaman. Beberapa batu diperiksa sebelum salah satunya ditentukan untuk dipadukan dengan material bonsai.

Batu yang digunakan tidak hanya perlu memiliki bentuk menarik. Posisi batu di dalam pot juga harus diperhatikan agar tidak mudah jatuh, bergeser, atau menggelinding. Untuk batu yang akan berdiri, bagian bawahnya perlu dibuat rata sebagai tumpuan.

Perataan bagian bawah batu dilakukan menggunakan grinder. Proses tersebut perlu dilakukan dengan perlengkapan keselamatan, termasuk menggunakan kacamata untuk melindungi mata.

Setelah batu siap, perhatian beralih pada material Bonsai Santigi. Tanaman yang digunakan berasal dari bahan potong cangkok. Sebelum dipisahkan dari tanaman induknya, material tersebut perlu memiliki jumlah akar yang cukup.

Tanaman kemudian dipotong dan dipasang kawat. Pengawatan dilakukan mengikuti konsep bentuk yang akan dibuat. Kawat dipasang cukup kuat agar posisi batang dapat diarahkan sesuai rancangan.

Dalam konsep yang diperlihatkan, tanaman diarahkan ke bawah mengikuti batu. Batang dibentuk dengan cara ditekuk sesuai kebutuhan, sementara bagian akar ditata agar dapat menjuntai di sekitar batu.

Baca Juga: Tujuh Anggota DPRD Kota Blitar Dilaporkan Terkait Aksi KONI, Ini Duduk Perkaranya

Moss Digunakan untuk Menjaga Akar

Penataan akar menjadi bagian penting dalam proses pembentukan Bonsai Santigi di atas batu. Akar yang diarahkan ke bawah kemudian diberi moss untuk membantu menjaga kelembapan sekaligus mengarahkan pertumbuhan akar.

Moss yang digunakan dibuat dari serabut kelapa yang telah dicacah menjadi bagian-bagian kecil. Bahan tersebut kemudian dibasahi sebelum ditempatkan pada bagian akar.

Moss ditambahkan pada area akar agar kelembapan dapat dipertahankan. Penempatannya juga bertujuan membantu akar tumbuh mengikuti arah yang telah ditentukan.

Agar moss tidak mudah terlepas, bagian tersebut diikat menggunakan tali rafia. Setelah itu, area akar dibungkus menggunakan plastik dari bagian atas hingga bawah.

Pembungkus plastik tersebut dibuat agar aliran air dapat bergerak ke arah bawah dan tidak mudah keluar melalui bagian sambungan. Plastik kemudian diikat supaya tetap berada pada posisinya meskipun terkena panas, hujan, atau air.

Bagian bawah plastik juga diberi lubang. Lubang tersebut disiapkan sebagai jalur bagi akar untuk keluar ketika media tanam sudah ditempatkan.

Batu dan Tanaman Dipasang dalam Pot

Setelah penataan akar selesai, batu dan tanaman ditempatkan ke dalam pot. Kawat nyamuk atau saringan digunakan pada bagian tertentu untuk menahan media agar tidak langsung keluar dari lubang pot.

Posisi batu juga kembali diamankan menggunakan kawat. Pengikatan ini diperlukan agar batu tidak mudah berubah posisi ketika mendapat guncangan atau terkena benturan.

Baca Juga: Tujuh Anggota DPRD Kota Blitar Dilaporkan Terkait Aksi KONI, Ini Duduk Perkaranya

Pengamanan tersebut juga diperhatikan untuk mengantisipasi gangguan dari hewan seperti kucing maupun tikus yang dapat membuat posisi batu bergeser.

Media yang digunakan terdiri dari pasir Malang dan kotoran kambing. Komposisi tersebut ditempatkan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara batu, tanaman, dan pot.

Keseimbangan menjadi bagian penting karena batu memiliki bobot yang cukup besar dibandingkan tanaman. Posisi keseluruhan perlu dibuat stabil sehingga bonsai tidak mudah berubah atau roboh.

Setelah akar berkembang dan memenuhi area yang dibutuhkan, kawat pengikat pada batu maupun tanaman nantinya dapat dilepas. Proses tersebut dilakukan setelah posisi tanaman sudah cukup kuat karena pertumbuhan akar telah membantu mempertahankan struktur bonsai.

Melalui tahapan tersebut, Bonsai Santigi tidak hanya mengandalkan bentuk batang dan percabangan. Batu, akar, moss, kawat, serta media tanam menjadi bagian yang saling mendukung untuk membentuk konsep on the rock sesuai rancangan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Dzagat Insan Bonsai
bonsai santigi teknik bonsai Akar Bonsai Moss Bonsai Bonsai On The Rock