Home Decor Bisa Gagal Estetis karena 10 Kesalahan Ini Saat Bangun Rumah

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 15:21 WIB
Home decor bisa gagal estetis akibat salah memilih material. Pengalaman Tia Anjani menunjukkan sejumlah kesalahan yang perlu diperhatikan. (PINTEREST)
Home decor bisa gagal estetis akibat salah memilih material. Pengalaman Tia Anjani menunjukkan sejumlah kesalahan yang perlu diperhatikan. (PINTEREST)

BOGOR - Home decor menjadi salah satu hal yang perlu dipikirkan sejak proses pembangunan rumah. Kesalahan dalam memilih material dan elemen interior dapat membuat hasil akhir tidak sesuai harapan, bahkan menyulitkan penghuni dalam perawatan sehari-hari.

Pengalaman tersebut dibagikan Tia Anjani melalui unggahan di akun TikTok pribadinya. Pemilik rumah subsidi tipe 28/60 di Bogor, Jawa Barat, itu menceritakan sejumlah kesalahan yang dilakukan saat membangun rumah.

Unggahannya kemudian mendapat perhatian warganet dan telah ditonton lebih dari 1,8 juta kali. Dalam video tersebut, Tia memperlihatkan beberapa bagian rumah yang menurutnya kurang tepat, mulai dari pemilihan keramik, wall moulding, lubang AC, tangga, kamar mandi hingga area menjemur pakaian.

Tia mengaku salah memilih keramik berwarna putih krem untuk garasi. Awalnya, pilihan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesan luas dengan nuansa kekuningan. Namun, setelah digunakan, warna lantai justru membuat area garasi terlihat seperti berwarna kuning dan mudah terlihat kotor.

Kesalahan serupa juga terjadi pada lantai bagian dalam rumah. Menurut Tia, lantai yang dipilihnya membuat kotoran lebih mudah terlihat sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam menjaga kebersihannya.

Baca Juga: Dekorasi Rumah Kecil agar Tak Terasa Sumpek dan Sesak, Ini Trik Penataannya Agar Lebih Baik

Material Interior Perlu Disesuaikan dengan Kebutuhan

Dalam urusan home decor, Tia juga menyesali penggunaan wall moulding berbahan gypsum. Ia mengatakan material tersebut kurang tahan terhadap aktivitas anak-anak.

"Buat yang punya bocil kalau mau awet saya saranin aja jangan pakai gypsum, mending pakai kayu atau PVC aja," ujar Tia.

Menurut pengalamannya, material kayu atau PVC dinilai lebih kuat menghadapi gesekan, kerokan hingga risiko dipanjat anak.

Kesalahan berikutnya berkaitan dengan persiapan pemasangan AC. Lubang untuk selang pendingin ruangan sudah dibuat, tetapi pada akhirnya tidak dapat digunakan. Kabel yang kurang rapi juga membuat bagian tersebut dinilai tidak estetis.

Tia bahkan menyebut lubang tersebut menjadi jalan masuk nyamuk ke dalam rumah. Ia kemudian menyarankan agar pemilik rumah melakukan komunikasi lebih intens dengan tukang selama proses pembangunan.

"Jadi, tolong kalau lagi rumah banyak-banyak deep talk sama tukang," kata Tia.

Bagian tangga juga menjadi salah satu perhatian. Rumah tersebut belum memiliki step nosing atau lapisan anti-slip pada bagian pinggir pijakan serta belum dilengkapi railing tangga.

Tia mengingatkan penghuni agar lebih berhati-hati saat menggunakan tangga. Menurutnya, keberadaan elemen tersebut penting diperhatikan sejak proses pembangunan.

Kamar Mandi hingga Area Menjemur

Kesalahan lain terdapat di kamar mandi. Tia mengaku salah memilih lantai roman interlok yang membuat permukaan lantai menjadi licin ketika digunakan untuk mandi.

Selain lantai, ia juga merasa kurang tepat memilih shower dan pompa berwarna hitam. Menurut pengalamannya, warna tersebut mudah terlihat kotor dan membutuhkan perawatan lebih telaten.

Baca Juga: Dekorasi Rumah Kecil agar Tak Terasa Sumpek dan Sesak, Ini Trik Penataannya Agar Lebih Baik

"Jangan terpengaruh konten desain rumah seperti saya," jelas Tia.

Ia juga menemukan persoalan pada bagian tembok lantai atas yang digunakan untuk menjemur pakaian. Tia menyarankan agar area tersebut diplester dan diaci untuk membantu meminimalkan potensi kebocoran dari sela-sela tembok bata dan hebel.

Dari pengalaman tersebut, Tia menekankan pentingnya riset sebelum membangun rumah. Referensi desain tidak cukup hanya mempertimbangkan tampilan, tetapi juga perlu memperhatikan fungsi dan perawatan material.

"sebelum membangun rumah alangkah baiknya perbanyak riset dan referensi supaya meminimalisir kesalahan dan penyesalan saat pembangunan," pungkasnya.

Pengalaman Tia kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna TikTok turut membagikan pengalaman mereka mengenai kesalahan memilih material dan desain rumah.

Ada yang menyarankan agar referensi pembangunan rumah diperoleh dari arsitek atau desainer interior agar fungsi setiap elemen ikut diperhitungkan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa home decor tidak hanya berkaitan dengan tampilan estetis, tetapi juga pemilihan material, keamanan, fungsi, dan kemudahan perawatan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : woli.pop
Dekorasi Rumah Interior rumah rumah minimalis Home Decor desain rumah