BLITAR KAWENTAR - Cara membuat aquascape natural untuk pemula bisa dimulai dari akuarium berukuran mini dengan desain sederhana. Tidak harus menggunakan banyak tanaman atau dekorasi rumit, aquascape bertema natural dapat dibuat dengan memadukan batu, kayu, pasir, dan tanaman air yang mudah dirawat.
Seorang aquascaper membagikan tahapan membuat aquascape natural menggunakan akuarium berukuran 30 × 25 × 25 sentimeter. Konsep yang diusung mengutamakan susunan batu dan kayu yang menyerupai bentuk alami, sehingga cocok menjadi referensi bagi mereka yang baru ingin menekuni hobi aquascape.
Menyiapkan Akuarium dan Hardscape
Langkah pertama dalam cara membuat aquascape natural adalah menyiapkan peralatan dan material yang dibutuhkan. Dalam tutorial tersebut, akuarium berukuran 30 × 25 × 25 sentimeter digunakan sebagai wadah utama.
Peralatan yang disiapkan meliputi filter gantung dan lampu model jepit. Filter yang digunakan memiliki daya sekitar 3 watt, sedangkan lampunya sekitar 5 watt. Dengan demikian, total daya kedua perangkat tersebut mencapai sekitar 8 watt. Filter dinyalakan selama 24 jam, sementara lampu cukup digunakan selama 7–8 jam setiap hari.
Setelah peralatan tersedia, proses dilanjutkan dengan menyiapkan batu Lapa dan kayu untuk membentuk hardscape. Hardscape merupakan susunan material seperti batu dan kayu yang menjadi kerangka utama dalam desain aquascape.
Baca Juga: Cara Membuat Aquascape Tema Hutan, Hardscape Jadi Kunci Utama
Dalam konsep natural, susunan hardscape sebaiknya mengikuti bentuk alami material yang digunakan. Pembuat aquascape menyarankan agar bentuk batu atau kayu tidak dipaksakan.
Kalau misalnya materialnya berbentuk melengkung, sesuaikan alur lengkungannya, karena bentuk hardscape dapat mengikuti alur zig-zag, bergelombang, maupun lurus, sesuai karakter material dan kreativitas masing-masing. Setelah susunan batu dan kayu selesai, hardscape dikeluarkan terlebih dahulu dari akuarium untuk memudahkan proses penataan substrat.
Menata Substrat dan Melakukan Cycling
Tahap berikutnya adalah menyiapkan lapisan dasar untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pembuat aquascape tersebut terlebih dahulu menaburkan rumah bakteri, kemudian menambahkan kerikil batu Lapa.
Lapisan tersebut selanjutnya ditutup menggunakan pasir Malang kasar yang telah dicuci sebelumnya. Material ini ditata sedemikian rupa, terutama pada bagian belakang akuarium. Hardscape yang telah dibuat kemudian dimasukkan kembali secara perlahan. Susunan batu dan kayu didorong ke arah belakang agar posisinya sesuai dengan rancangan awal.
Setelah itu, pupuk dasar ditambahkan dalam jumlah secukupnya, baik di bagian belakang maupun depan akuarium, terutama pada area yang nantinya akan ditanami tumbuhan air.
Baca Juga: Cara Membuat Aquascape Natural, Mulai dari Hardscape hingga Menanam Tanaman
Lapisan dasar kemudian ditutup menggunakan soil aquascape. Bagian belakang dibuat lebih tinggi dengan ketebalan sekitar tiga hingga empat jari atau kurang lebih 1 kilogram soil, sesuai kebutuhan. Setelah substrat tertata, akuarium diisi air secara perlahan untuk membersihkan debu dari soil. Air yang berubah menjadi keruh kemudian dibuang dan diganti kembali.
Proses selanjutnya adalah cycling atau perendaman akuarium. Proses cycling disarankan berlangsung minimal satu minggu sebelum tahapan berikutnya dilakukan. Setelah proses cycling selesai, pasir silika berwarna putih ditambahkan di bagian depan sebagai elemen dekoratif. Perpaduan warna putih dan soil berwarna gelap menciptakan gradasi yang membuat tampilan akuarium lebih menarik.
Kerikil kecil juga ditaburkan di antara batu besar dan pasir untuk menghasilkan perpindahan material yang lebih halus serta memperkuat kesan natural.
Menanam Empat Jenis Tanaman Air
Setelah hardscape dan substrat selesai ditata, proses dilanjutkan dengan penanaman atau planting. Terdapat empat jenis tanaman yang bisa digunakan.
Tanaman pertama adalah moss atau lumut air lokal. Tanaman ini ditempelkan pada sambungan batu, lubang, serta celah-celah hardscape untuk menutupi bagian yang kosong. Selanjutnya, Bucephalandra diselipkan di antara batu atau batang kayu yang digunakan sebagai dekorasi. Tanaman ini dipilih karena dapat ditempatkan di sela-sela hardscape.
Baca Juga: Cara Membuat Aquascape Natural untuk Pemula, Simak Tahapan dan Tanamannya
Tanaman ketiga adalah Cryptocoryne yang ditanam di bagian belakang hardscape. Tanaman tersebut termasuk jenis tanaman yang relatif mudah dirawat atau low maintenance. Terakhir, pembuat aquascape menambahkan tanaman Baby Tears di bagian belakang akuarium.
Setelah seluruh tanaman tertata, air dimasukkan secara perlahan hingga akuarium terisi. Kondisi aquascape kemudian dipantau dari hari ke hari.
Pada hari keempat, ditemukan beberapa daun tanaman yang mulai membusuk. Daun tersebut segera dipotong dan dibuang. Pembersihan akuarium serta penggantian air juga dilakukan untuk menjaga kondisi lingkungan tanaman. Sementara itu, tanaman Baby Tears terlihat tumbuh cukup subur. Moss dan Bucephalandra juga masih berada dalam kondisi baik.
Melalui tutorial ini, pembuatan aquascape natural ditunjukkan sebagai kegiatan yang dapat dilakukan secara bertahap. Dengan memanfaatkan material sederhana dan mengikuti proses penataan yang tepat, pemula dapat mulai berkreasi membangun akuarium mini sesuai imajinasi dan kreativitas masing-masing.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber