BLITAR KAWENTAR - Cara membuat aquascape untuk pemula bisa dimulai dari akuarium berukuran 30 sentimeter dengan material sederhana dan tahapan yang terencana. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan substrat, penyusunan hardscape, hingga proses cycling sebelum tanaman dan ikan dimasukkan.
Seorang aquascaper memperlihatkan cara membuat aquascape menggunakan akuarium berukuran 30 × 30 × 30 sentimeter. Proyek ini memanfaatkan batu Lapa, akar Rasamala, serta produk paket substrat dari One Riset yang diklaim telah menyediakan berbagai kebutuhan dasar untuk memulai aquascape.
Tutorial tersebut ditujukan khusus bagi pemula yang masih bingung menentukan bahan apa saja yang harus disiapkan sebelum membuat akuarium hias.
Menyiapkan Material dan Menyusun Hardscape
Langkah pertama adalah menyiapkan akuarium berukuran 30 sentimeter, filter gantung berukuran cukup besar, serta lampu yang disesuaikan dengan panjang akuarium. Untuk tangki berukuran 30 sentimeter, pembuat aquascape menyarankan penggunaan lampu dengan panjang yang sesuai.
Material substrat yang digunakan berasal dari paket One Riset. Paket tersebut berisi soil, bakteri, rumah bakteri, dan pupuk dasar. Dengan menggunakan paket tersebut, pemula tidak perlu menyiapkan seluruh kebutuhan substrat secara terpisah.
Baca Juga: Aquascape Natural untuk Pemula, Begini Cara Membuat Tank 30 Cm dengan Empat Tanaman
Selain substrat, material utama yang perlu disiapkan adalah batu dan akar untuk membentuk hardscape. Batu Lapa digunakan dengan jumlah sekitar 3 kilogram. Sementara itu, akar Rasamala dipilih karena memiliki banyak ranting dan cabang yang dapat dimanfaatkan untuk membentuk lanskap bawah air.
Setelah seluruh bahan tersedia, proses dimulai dengan menaburkan rumah bakteri di bagian belakang akuarium. Selanjutnya, bakteri starter dari paket One Riset ditaburkan hingga habis.
Batu kemudian mulai disusun. Batu berukuran lebih besar ditempatkan terlebih dahulu, lalu diikuti batu yang lebih kecil di sisi kiri dan kanan. Susunan tersebut berfungsi sebagai pembatas antara bagian belakang dan depan akuarium. Untuk mengamankan batu, pembuat aquascape menggunakan tisu dan lem Korea.
Tahap berikutnya adalah menata akar Rasamala. Ia menyarankan agar bentuk, tekstur, serta arah gelombang akar diperhatikan sebelum menentukan posisi yang tepat. Jika ada bagian akar yang dirasa kurang sesuai, material tersebut dapat dipotong. Setelah menemukan bentuk yang diinginkan, akar direkatkan menggunakan tisu dan lem Korea.
Agar tampilan hardscape lebih natural, akar-akar berukuran kecil ditambahkan sebagai detail pada bagian bawah. Setelah susunan dianggap sesuai, hardscape dimasukkan kembali ke dalam akuarium.
Baca Juga: Aquascape Natural Tanpa Filter Bertahan 6 Bulan, Empat Pelajaran Ini Jadi Kunci
Menata Soil dan Pasir Silika
Setelah hardscape terpasang, pupuk dasar ditaburkan di area yang nantinya akan digunakan untuk menanam tanaman. Pupuk tidak perlu digunakan seluruhnya, melainkan cukup disesuaikan dengan kebutuhan bagian depan dan belakang akuarium.
Selanjutnya, soil dari paket substrat ditambahkan. Dalam tutorial tersebut, tersedia sekitar 3 kilogram soil yang dinilai cukup untuk akuarium berukuran 30 sentimeter. Soil ditaburkan terlebih dahulu di bagian belakang, kemudian dilanjutkan ke bagian depan. Bagian belakang dibuat lebih tinggi, setidaknya hingga mendekati ketinggian akar atau batu yang telah disusun.
Setelah itu, bagian depan dirapikan. Pembuat aquascape menambahkan pasir silika untuk menciptakan gradasi warna antara soil yang cenderung hitam dan material hardscape. Batu-batu kecil juga disebar secara acak untuk memperhalus perpindahan antara batu besar dan pasir silika. Detail tersebut ditambahkan agar tampilan akuarium terlihat lebih natural.
Cycling Sebelum Menanam Tanaman
Setelah seluruh material tertata, akuarium mulai diisi air. Namun, proses tidak langsung dilanjutkan dengan penanaman.
Pembuat aquascape mengingatkan pentingnya proses cycling atau perendaman. Tahap ini dilakukan untuk membantu menghilangkan tanin dan kambium dari batang atau akar yang digunakan. Soil juga perlu melalui proses perendaman karena dapat menghasilkan air yang kotor.
Selama proses cycling, air perlu diganti beberapa kali hingga kondisi akuarium benar-benar bersih. Setelah itu, air dikuras dan proses planting atau penanaman tanaman dapat dimulai.
Baca Juga: Aquascape Natural Sederhana untuk Pemula, Pakai 4 Tanaman dan Tank 30 Cm
Dalam proyek ini, sejumlah tanaman telah direncanakan sejak tahap pembuatan hardscape. Tanaman yang digunakan antara lain moss weeping lokal, tanaman jenis Webiters, Alternanthera reineckii mini, tanaman SP Rubin, Hydrocotyle, Bucephalandra, Cryptocoryne, dan Baby Tears.
Alternanthera reineckii mini ditempatkan di bagian depan karena memiliki warna kemerahan hingga oranye. Sementara itu, tanaman Baby Tears ditanam di bagian belakang, dimulai dari sisi kanan hingga ke kiri. Tanaman ditempelkan atau ditanam sedekat mungkin agar tampilan akuarium terlihat rimbun.
Perawatan Awal Tanpa CO2
Setelah tanaman selesai ditata, air kembali dimasukkan. Lampu dan filter kemudian dipasang untuk mendukung proses adaptasi tanaman.
Pada hari pertama, pembuat aquascape menyarankan agar kondisi akuarium tidak banyak diubah. Durasi pencahayaan dapat diatur hingga 8 jam, sedangkan filter dijalankan secara normal, dan juga menyarankan penggantian sekitar 70 persen air pada hari pertama, kemudian dilanjutkan penggantian air pada hari ketiga dan satu minggu berikutnya.
Selama tanaman beradaptasi, ikan sebaiknya belum dimasukkan ke dalam akuarium. Setelah lebih dari satu minggu, ikan baru dapat ditambahkan.
Pada hari ke-20, aquascape tersebut dirawat tanpa menggunakan CO2. Perawatan hanya mengandalkan pengaturan lampu, filter, serta penggantian air secara rutin.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber