BLITAR KAWENTAR - Aquascape gaya Ryuboku menjadi konsep yang digunakan dalam proyek terbaru ini dengan mengandalkan kayu apung sebagai elemen utama. Komposisi dibuat menyerupai aliran air dengan susunan batu lava dan beberapa potongan kayu yang diarahkan ke sisi yang sama.
Ryuboku sendiri merupakan istilah Jepang yang berarti kayu apung atau driftwood. Pada proyek ini, konsep tersebut diterapkan dalam akuarium UNS 3N yang disebut sebagai salah satu ukuran akuarium favorit baru oleh pembuatnya.
Akuarium yang digunakan memiliki sejumlah detail yang menunjang tampilan keseluruhan. Kacanya menggunakan jenis low-iron sehingga terlihat jernih. Bagian sudut dibuat dengan sambungan miter yang presisi, sementara penggunaan silikon dibuat sangat tipis dan minimal. Akuarium tersebut juga dilengkapi alas karet.
Untuk material hardscape, bahan yang digunakan justru relatif sederhana. Beberapa batu lava diperoleh dari pusat tanaman atau garden centre. Karena ukuran batu yang tersedia cenderung sama dan cukup besar untuk kebutuhan komposisi, batu tersebut harus dipecah menjadi potongan-potongan lebih kecil.
Kayu apung yang dipilih memiliki karakter yang cukup kuat. Permukaannya terlihat tua, penuh retakan, serta mempunyai tekstur yang kaya. Karakter tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai bagian utama komposisi Ryuboku.
Baca Juga: Aquascape Pemula Sering Salah di Bagian Ini, dari Air hingga Waktu Memasukkan Ikan
Selain hardscape, proyek ini juga menggunakan tanaman dari Tropica, substrat tanah, serta pasir kosmetik berwarna cerah. Namun, proses penyusunan tidak dimulai dari substrat. Pembuatnya memilih membangun hardscape terlebih dahulu agar bentuk dasar komposisi dapat ditentukan dengan lebih mudah.
Membentuk Komposisi Segitiga
Konsep utama yang digunakan adalah komposisi berbentuk segitiga. Batu terbesar ditempatkan di sisi kiri, agak ke depan dan berada di posisi yang cukup dekat dengan bagian depan akuarium. Penempatan tersebut sengaja dilakukan untuk menyisakan ruang yang lebih luas di bagian belakang. Area itu nantinya digunakan untuk tanaman latar belakang, sedangkan bagian depan direncanakan diisi pasir kosmetik.
Batu-batu lainnya kemudian disusun membentuk garis batas sekaligus rangkaian kecil. Beberapa batu ditempatkan dengan sisi yang lebih datar menghadap kaca. Tujuannya untuk membantu menahan tanah agar tidak mudah tumpah ke area depan.
Dari atas, susunan batu tersebut terlihat sederhana, menyerupai bentuk setengah lingkaran kecil. Satu batu tambahan ditempatkan di bagian depan untuk memberikan tekstur, kedalaman visual, sekaligus membantu menutup celah pada area depan.
Sebelum semua batu direkatkan secara permanen, kayu dicoba ditempatkan terlebih dahulu. Langkah tersebut dilakukan karena pemasangan kayu setelah hardscape dilem dapat membuat akses ke bagian dalam akuarium menjadi lebih sulit.
Baca Juga: Aquascape Pemula Modal Rp160 Ribu Bisa Terlihat Mewah, Ini Cara Membuatnya
Kayu Dibuat Miring untuk Memberi Kedalaman
Potongan kayu utama berukuran cukup besar dan awalnya masih belum stabil. Sisi kayu dengan tekstur yang dianggap lebih menarik dipilih untuk menghadap ke depan.
Kayu kemudian direncanakan direkatkan menjadi satu sehingga tampil lebih besar. Posisi kayu dibuat sedikit miring ke depan. Kemiringan tersebut bukan sekadar untuk mendapatkan bentuk, tetapi juga menciptakan bayangan di bawah kayu. Bayangan itu membantu memberikan kesan kedalaman sekaligus mengarahkan pandangan dari bagian depan menuju bagian dalam akuarium. Di saat yang sama, posisi kayu menyisakan ruang di belakang untuk tanaman latar belakang.
Potongan kayu lainnya ditempatkan di sisi berbeda dengan arah kemiringan yang serupa. Keseluruhan kayu dibuat seolah mengikuti arah yang sama sehingga komposisi menyerupai aliran air. Satu potongan batu tambahan juga diletakkan di bagian atas untuk membentuk elevasi hardscape secara bertahap. Susunannya dimulai dari posisi rendah di sisi kiri, kemudian meningkat menuju kayu yang mencuat ke atas permukaan air.
Menurut konsep, tambahan elevasi tersebut membantu menghindari bagian tengah hardscape terlihat terlalu melandai atau cekung. Dengan demikian, bentuk segitiga yang menjadi dasar komposisi bisa lebih terlihat.
Setelah bentuk dasarnya dianggap sesuai, seluruh susunan hardscape perlu direkatkan agar lebih kokoh. Area depan nantinya akan menggunakan pasir kosmetik, sementara potongan-potongan kecil batu lava yang tersisa dari proses pemecahan batu besar dapat digunakan sebagai elemen tambahan untuk memperkuat tampilan.
Baca Juga: Cara Membuat Aquascape Tema Hutan, Hardscape Jadi Kunci Utama
Secara keseluruhan, aquascape gaya Ryuboku ini dibangun dari material yang relatif sederhana. Kekuatan visualnya justru ditekankan pada karakter kayu, arah susunan hardscape, elevasi bertahap, serta ruang yang disiapkan untuk tanaman dan pasir di tahap berikutnya.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber