Steam Deck OLED Masih Menarik di 2026, tapi Ada 4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Valentyo Samuel Putra Widodo • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 21:52 WIB
Steam Deck OLED masih menarik di 2026 berkat layar OLED dan SteamOS, tetapi performa, portabilitas, resolusi, dan garansi perlu diperhatikan.
Steam Deck OLED masih menarik di 2026 berkat layar OLED dan SteamOS, tetapi performa, portabilitas, resolusi, dan garansi perlu diperhatikan.

 JAKARTA - Persaingan handheld PC semakin ramai pada 2026 dengan hadirnya berbagai perangkat berbasis Windows. Di tengah persaingan tersebut, Steam Deck OLED buatan Valve masih memiliki sejumlah daya tarik, terutama layar OLED, SteamOS, desain, dan harga di pasar Indonesia.

Steam Deck dikenal sebagai perangkat yang ikut mempopulerkan kategori handheld PC modern. Setelah versi LCD, Valve menghadirkan Steam Deck OLED dengan layar 7,4 inci sebagai pembaruan dari generasi sebelumnya.

Namun, perangkat tersebut juga memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan calon pembeli.

Baca Juga: Es Pleret Pak Tjip, Kesegaran Legendaris Sejak 1989 yang Masih Diburu di Kota Blitar

Layar OLED dan Dual Trackpad Jadi Daya Tarik

Salah satu perubahan paling terlihat pada Steam Deck OLED adalah penggunaan layar OLED 7,4 inci. Panel tersebut menawarkan tampilan yang lebih vibrant dan dinilai nyaman untuk bermain game.

Selain layar, kualitas bodi dan grip juga menjadi salah satu keunggulan yang disoroti. Bentuk perangkat masih terasa nyaman digunakan, sementara peningkatan pada beberapa bagian, termasuk baterai, membuat versi OLED berbeda dari Steam Deck LCD.

Steam Deck juga memiliki dua trackpad di sisi kiri dan kanan. Fitur ini dapat membantu ketika memainkan game yang membutuhkan kontrol seperti mouse, terutama game strategi yang umumnya lebih nyaman dimainkan menggunakan pointer.

Baca Juga: Kolam Labuh Tambakrejo Dangkal, Pemkab Blitar Koordinasi dengan Pemprov

Dual trackpad tersebut menjadi salah satu ciri khas Steam Deck karena tidak banyak handheld PC lain yang menawarkan konfigurasi serupa dengan ukuran yang sama.

SteamOS Dirancang untuk Pengalaman Gaming

Alasan lain yang membuat Steam Deck OLED masih menarik adalah SteamOS. Sistem operasi tersebut dirancang untuk perangkat Steam Deck sehingga pengalaman navigasi dan gaming terasa lebih terintegrasi.

Pengguna yang terbiasa dengan Windows memang tetap dapat menemukan game yang sama di Steam Deck karena banyak judul tersedia lintas platform. Namun, SteamOS memberikan pengalaman yang lebih terfokus pada gaming dibandingkan penggunaan Windows pada handheld PC.

SteamOS juga mulai tersedia pada beberapa handheld PC lain, meski dukungan dan kompatibilitasnya bergantung pada perangkat masing-masing.

Dari sisi harga, Steam Deck OLED juga masih memiliki daya tarik di pasar Indonesia. Dalam video, harga perangkat disebut berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp11 juta, sementara unit bekas 1 TB yang digunakan pembuat video dibeli sekitar Rp9 juta.

Baca Juga: Aditya Yoga Widiansyah, Kreator Muda Blitar yang Mengangkat Cerita dari Balik Kamera

Performa Mulai Tertinggal

Di balik kelebihannya, performa menjadi salah satu pertimbangan utama. Steam Deck pertama kali dirilis pada 2022, sedangkan Steam Deck OLED hadir sebagai pembaruan berikutnya tanpa perubahan besar pada prosesor.

Sementara itu, handheld PC generasi baru sudah menggunakan platform dengan performa lebih tinggi. Akibatnya, game AAA terbaru menjadi semakin berat untuk dijalankan di Steam Deck.

Dalam pengujian yang diceritakan pada video, Resident Evil Requiem dengan pengaturan grafis rendah disebut belum dapat berjalan mulus secara default dan membutuhkan sejumlah penyesuaian.

Baca Juga: AI untuk Guru Bukan Pengganti Pendidik, Justru Bisa Bantu Buat Pembelajaran Lebih Efektif

Sebaliknya, Steam Deck OLED masih dinilai nyaman untuk game indie, game ringan, serta judul yang sudah beberapa tahun beredar. Dirt 5, misalnya, masih disebut dapat dimainkan dengan baik.

Portabilitas Tidak Sesederhana Namanya

Steam Deck memang merupakan perangkat handheld, tetapi ukuran dan bobotnya membuat pengalaman membawanya berbeda dengan Nintendo Switch.

Perangkat membutuhkan tas atau tempat khusus dan tidak praktis dimasukkan ke kantong. Karena itu, penggunaan Steam Deck lebih cocok ketika pengguna ingin bermain secara fleksibel di rumah tanpa harus menyiapkan monitor, televisi, atau konsol.

Konsep portabilitasnya tetap ada, tetapi tidak sepraktis perangkat handheld berukuran lebih kecil.

Resolusi dan Garansi Perlu Diperhatikan

Steam Deck OLED menggunakan resolusi 1280 x 800 piksel. Layar OLED membuat warna dan kontras terlihat menarik, tetapi resolusi tersebut masih berada di bawah 1080p yang sudah digunakan sejumlah handheld PC lain.

Faktor garansi juga menjadi pertimbangan khusus di Indonesia. Steam Deck tidak dipasarkan secara resmi oleh Valve di Indonesia sehingga pembeli tidak memperoleh garansi resmi lokal seperti pada sejumlah handheld PC dari produsen yang memiliki distribusi resmi.

Jika perangkat mengalami kerusakan, pengguna perlu mengandalkan jalur servis nonresmi atau penjual yang menyediakan layanan tertentu.

Dengan berbagai kelebihan dan keterbatasan tersebut, Steam Deck OLED masih menawarkan pengalaman yang berbeda pada 2026. Layar OLED, dual trackpad, SteamOS, desain, dan harga menjadi beberapa daya tariknya, sementara performa terhadap game AAA terbaru, ukuran perangkat, resolusi, serta garansi menjadi hal yang perlu diperhitungkan sebelum membeli.

Source YouTube TheGridCo

Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo
steam deck oled 2026 steam menarik 2026