JAKARTA - Steam Deck OLED tidak selalu harus dijalankan pada daya maksimum untuk mendapatkan pengalaman bermain yang nyaman. Hasil pengujian di sejumlah game menunjukkan bahwa pengaturan TDP menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keseimbangan antara performa, suhu, dan daya tahan baterai.
Pengujian tersebut dilakukan pada berbagai jenis game, mulai dari game ringan seperti Stardew Valley dan Trails from Zero hingga game berat seperti Cyberpunk 2077 dan Final Fantasy VII Rebirth. Hasilnya menunjukkan kebutuhan daya setiap game berbeda-beda.
Game Ringan Bisa Berjalan dengan Daya Rendah
Sejumlah game tidak membutuhkan tenaga penuh Steam Deck OLED. Trails from Zero, misalnya, dapat berjalan sekitar 90 FPS pada 3W, sehingga konsumsi daya dapat ditekan ketika memainkan game yang relatif ringan.
Baca Juga: Es Pleret Pak Tjip, Kesegaran Legendaris Sejak 1989 yang Masih Diburu di Kota Blitar
Persona 4 Golden juga menunjukkan hasil serupa. Pada 3W, game dapat berjalan sekitar 60 FPS, sedangkan peningkatan daya hingga 5W mampu mendorong performa hingga sekitar 90 FPS.
Pada kondisi seperti ini, Steam Deck OLED tidak harus menggunakan seluruh kemampuan perangkat. Pengurangan TDP dapat menjadi pilihan ketika pengguna lebih mengutamakan efisiensi baterai.
TDP Rendah Tidak Selalu Berarti Lebih Stabil
Namun, menurunkan daya terlalu jauh juga dapat menimbulkan masalah. Pengujian Stardew Valley menunjukkan game dapat mengalami stutter ketika Steam Deck OLED dibatasi pada 3W.
Baca Juga: Kolam Labuh Tambakrejo Dangkal, Pemkab Blitar Koordinasi dengan Pemprov
Ketika daya dinaikkan menjadi sekitar 4W, permainan menjadi lebih stabil. Artinya, kebutuhan daya tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat grafis. Game yang terlihat ringan sekalipun tetap dapat membutuhkan batas daya tertentu agar frame rate konsisten.
Pada Trails Through Daybreak 2, penggunaan sekitar 8W menghasilkan sekitar 40 FPS dengan estimasi daya tahan baterai hingga empat jam. Ketika perangkat dijalankan dengan daya penuh, frame rate dapat meningkat hingga sekitar 68–70 FPS.
Game Berat Membutuhkan Daya Lebih Besar
Perbedaan semakin terlihat pada game dengan beban grafis tinggi. Final Fantasy VII Rebirth menggunakan pengaturan grafis rendah dengan dynamic resolution sekitar 50–66 persen dan menghasilkan sekitar 40 FPS. Dalam pengujian tersebut, baterai bertahan sekitar dua jam.
Cyberpunk 2077 juga membutuhkan tenaga lebih besar. Dengan FSR 2.1 pada mode Balance dan tanpa frame generation, game berada di sekitar 40 FPS ketika Steam Deck OLED dijalankan dengan daya penuh.
Sementara itu, Crisis Core Final Fantasy VII Reunion masih dapat dimainkan sekitar 60 FPS pada 9W. Ketika daya diturunkan hingga 7W, frame rate berada di kisaran 30–40 FPS.
Baca Juga: Aditya Yoga Widiansyah, Kreator Muda Blitar yang Mengangkat Cerita dari Balik Kamera
Steam Deck OLED Menawarkan Pilihan Sesuai Jenis Game
Hasil pengujian tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman bermain Steam Deck OLED tidak hanya ditentukan oleh kemampuan hardware. Pengaturan daya juga dapat disesuaikan dengan karakter game yang dimainkan.
Game ringan dapat dimainkan dengan TDP rendah untuk memperpanjang penggunaan baterai. Sebaliknya, game berat membutuhkan daya lebih besar jika pengguna ingin mempertahankan frame rate yang lebih tinggi.
Dengan rentang TDP 3–15W, Steam Deck OLED memberikan ruang untuk menyesuaikan performa sesuai kebutuhan. Pengguna tidak selalu harus mengejar frame rate tertinggi karena pengaturan yang lebih hemat dapat memberikan waktu bermain lebih panjang.
Baca Juga: Cara Membuat Aquascape Batu Sederhana, Pakai Satu Jenis Tanaman dan Minim Perawatan
Bagi pengguna Steam Deck OLED, pengaturan TDP akhirnya menjadi bagian penting dari pengalaman bermain. Perangkat ini dapat diperlakukan bukan hanya sebagai mesin untuk mengejar performa maksimum, tetapi juga sebagai handheld yang memungkinkan pengguna mencari titik seimbang antara FPS, konsumsi daya, dan durasi bermain.
Source YouTube video TeknoGeek
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo